Bertanggungjawab Terhadap Hasil

Faktor penting yang mempengaruhi penyesalan adalah tanggungjawab. Semakin banyak terlibat dalam proses, semakin besar tingkat penyesalan.

Kita berandai-andai nih ya. Jika ada seorang teman mengundang Anda untuk makan malam di salah satu resto favorit dia, kemudian Anda tidak menyukai makanannya. Respons yang muncul biasanya Anda akan tidak senang dan kecewa. Duh, makanan apa ini, lebih enak masakan di rumah. Tetapi apakah Anda lalu menyesal sudah datang memenuhi undangannya? Apakah Anda menyesal? Umumnya tidak. Yah, lumayan dapat makan gratis, begitu pemikirannya.

Beda lagi masalahnya kalau yang memilih lokasi makan adalah Anda sendiri. Dalam kondisi beginilah penyesalan akan datang. Mau bertanggungjawab maupun tidak, kedua kondisi di atas tentu tidak mengenakkan. Namun hasil buruk membuat orang merasa menyesal jika mereka bertanggungjawab kepada hasil itu.

Bertanggungjawab Terhadap Hasil

Kalau kita menggabungkan hal-hal yang mempengaruhi hasil sebuah proses, kita akan mendapatkan satu gambaran kondisi yang membuat penyesalan datang begitu kuat. Jika kita bertanggungjawab atas suatu kejadian yang buruk dan kejadian tersebut nyaris saja bisa menjadi baik, pada itulah kita bisa menjadi kandidat utama bagi penyesalan. Duh, nyaris saja berhasil, tapi kok malah gagal. Hiks!

Yang lebih penting dari gambaran ini adalah semakin kita berperan terhadap suatu hasil, semakin besar penyesalan yang akan kita rasakan jika hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Logika, kita kan sudah capek-capek berusaha siang malam sampai. Eh menjelang menit-menit terakhir langsung buyar seketika. Nelangsa sudah pasti terjadi.

Jadi, meskipun bertambahnya jumlah alternatif pilihan mungkin mempermudah kita dalam memilih sesuatu yang kita inginkan, namun hal tersebut juga akan mempermudah kita untuk menyesali pilihan yang tidak memenuhi harapan atau ekspektasi kita. Dalam contoh mencari lokasi makan yang asyik tadi, meskipun ada pilihan di KFC, McD, A&W dan lain-lain, tetap saja penyesalan bisa datang.

Dan kesimpulannya…
Bagaimana biar nggak menyesal? Ya jangan gagal dong. Hehehe. Apapun yang terjadi saat ini kepada Anda, ini adalah buah dari usaha Anda. Mau bertanggungjawab maupun tidak, Anda harus menghadapi dengan lapang dada dan jangan sampai kesalahan tersebut terulang lagi di masa mendatang. Selamat memilih!

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

21 Replies to “Bertanggungjawab Terhadap Hasil”

  1. Kita hanya berusaha semaksimal yang kita bisa, dan Tuhan yang menentukan tingkat keberhasilannya. Kita pastilah tidak bisa memastikan sebuah proses yang kita atau orang lain rencanakan dan jalankan akan menuai hasil yang memuaskan. Setidaknya kita hanya perlu memastikan bahwa kita berbuat dengan niat dan cara yang baik. Gitu aja mas he he he.

  2. kalau hasil tidak memuaskan terkadang saya juga jadi kecewa yang berlebihan dan butuh ketenangan lagi untuk memulainya

  3. hasil sangat dipengaruhi oleh proses, …menyesal lebih baik dari pada tidak menyesal, artinya akan berusaha lebih baik untuk masa yang akan datang

  4. Orang yang sibuk dengan penyesalan pasti akan ketinggalan langkah. Yang baik menurutku ketika gagal, belajarlah dari kegagalan itu, dengan demikian tidak mengulang kesalahan yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *