Cukup Disimpan Dalam Hati

Kelucuan Dongeng Anak di Buka Puasa Bersama Anak Yatim Wonosalam Jombang
Kelucuan Dongeng Anak di Buka Puasa Bersama Anak Yatim Wonosalam Jombang

Hidup bersosial di masyarakat harus pandai membawa diri. Tidak semua kebenaran harus diungkap. Ada kalanya, kejujuran dapat menemukan tempat terbaiknya dalam sikap diam. Ada kalanya setiap potongan fakta yang ditemukan cukup dikumpulkan di bawah ranjang tidur. Memang tidak mudah menjadi diri sendiri dalam era abu-abu. Hitam dan putih semakin terkaburkan. Kewajaran dan ketidaknormalan kabur dibalik siluet tebal nafsu kehidupan. Saat itu terjadi, simpanlah semua syak prasangka Anda di dalam hati. Anda tidak perlu berujar karena perilaku hebat dapat dinilai dari dampaknya.

Nilai-nilai kearifan dalam hidup masyarakat Jawa mengajarkan kepada Anda untuk bisa mikul dhuwur mendhem jero. Hal ini bermakna bahwa Anda diajarkan untuk mengangkat nama baik keluarga dan menyimpan semua jenis aib keluarga. Ceritakanlah hal-hal baik dalam diri keluarga Anda agar orang lain memiliki respek terhadap eksistensi keluarga Anda. Sebaliknya, tidak selayaknya Anda menceritakan keburukan keluarga, sekecil apapun. Anda tidak pernah tahu betapa usilnya tetangga Anda untuk mencampuri kehidupan privasi Anda karena kecerobohan membocorkan air keluarga.

Bagikan artikel ini melalui:

7 Replies to “Cukup Disimpan Dalam Hati”

  1. Menjaga nama baik keluarga adalah tugas setiap anak. Yaaah…. nggak semua anak bisa melakukannya. Paling nggak kita nggak bikin malu ortu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *