Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Disabilitas dan pandangan masyarakat menjadi topik penting dalam perkembangan dunia modern saat ini, terutama dalam rangka pemenuhan hak mereka untuk bisa menikmati hidup layaknya yang didapat oleh manusia normal. Tidak bisa kita pungkiri bahwa terdapat beberapa bidang yang bersedia memberikan ruang bagi penyandang disabilitas (dulu orang menyebut sebagai penyandang cacat) untuk menunjukkan eksistensi diri. Namun secara umum mereka belum mendapatkan porsi yang sepadan dalam kehidupan masyarakat.

Saya memiliki seorang teman yang memiliki keberuntungan meski salah satu telinganya cacat dengan diterimanya dia bekerja di salah satu bank swasta di Jombang. Daun telinga sebelah kirinya menutup sejak lahir, sehingga untuk mendengarkan percakapan orang lain dia hanya mengandalkan telinga kanan. Cobaan hidupnya bertambah berat sejak ayahnya meninggal dan kondisi keuangan keluarganya mengalami kemunduran. Meski demikian dia pantang menyerah dan tetap bersemangat menjalani hidup hingga saat ini. Dari sinilah saya berkeyakinan bahwa isu disabilitas dan pandangan masyarakat menjadi hal yang penting dibahas dalam berbagai forum dan media publikasi.

Mungkin teman saya tersebut termasuk sedikit dari banyak kaum difabel yang terus berjuang memperbaiki hidup di tengah berbagai kekurangan yang dimiliki secara fisik. Saya mengenal secara dekat bagaimana dia berusaha berinteraksi di tempat kerja dan di tempat tinggalnya sehingga memiliki keberanian menunjukkan potensi yang dimiliki. Saat ini dia mampu membantu perekonomian keluarga, aktif di kegiatan keagamaan di desa, dan tentu saja tidak merasa rendah diri ketika bergaul dengan teman sebaya. Melihat kondisi ini membuat saya terpacu untuk tetap survive dalam hidup. Jika dia yang punya sifat disabilitas ternyata bisa menjalani hidup dengan kemenangan, seharusnya saya dan teman-teman lainnya yang normal lebih mampu dalam hidup.

Disabilitas dan Pandangan Dalam Keberagaman Masyarakat
Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Beragam Pandangan Masyarakat Terhadap Golongan Difabel

Secara tertulis, negara kita memiliki undang-undang bidang sosial tentang perlindungan penyandang disabilitas. Bahkan amnesti internasional juga memiliki dasar hukum untuk menempatkan mereka sejajar dengan manusia normal dalam mendapatkan perlindungan hak asasi manusia. Namun pada beberapa dekade terakhir ini, ketentuan tentang hak-hak manusia yang telah ditetapkan oleh lembaga internasional, khususnya terhadap golongan difabel, telah berubah menjadi kegiatan sosial yang berbaur dengan penipuan.

Banyak negara di dunia yang secara lisan telah mengakui persamaan hak dan kewajiban penyandang disabilitas namun dalam kenyataannya telah merobek-robek ketentuan yang dibuatnya sendiri. Bukan hanya itu, bahkan robekannya pun tak dihiraukan, dicampakkan di bawah telapak kaki untuk melancarkan pelanggaran hak asasi manusia. Kondisi nyata tentang disabilitas dan pandangan masyarakat ini sungguh sangat memprihatinkan. Bagi Anda yang memiliki keluarga atau teman difabel, pasti Anda paham seberapa buruk stigma yang melekat kepada mereka.

Sebenarnya manusia tidak bodoh. Dengan naluri yang dimiliki, kita semua bisa membedakan dengan jelas mana perbuatan terpuji dan mana perbuatan yang tercela. Tetapi pengetahuan ini sama sekali tidak memiliki nilai jika kita tidak konsisten untuk menyatakan benar tetap benar dan memberi label salah untuk perbuatan salah. Banyak kaum akademis yang memiliki pengetahuan andal dalam bidang sosial budaya namun tidak memiliki kepekaan sosial untuk memberikan kepedulian terhadap penyandang difabel.

Mereka menunjukkan beragam teori perbaikan kehidupan sosial masyarakat namun mereka tidak mampu mengantarkan kita sampai ke arah sana. Bahkan ilmu pengetahuan yang ditunjukkan itu terbatas dalam ruang lingkung yang sempit. Mengapa demikian? Karena rincian metode penyelesaian masalah sosial seputar disabilitas dan pandangan masyarakat, unsur-unsur yang mendukung terciptanya jaminan sosial, serta aktualisasi di lapangan tidak dapat dilukiskan, alias imajinatif. Tentu kita sulit mewujudkan solidaritas disabilitas dan pandangan masyarakat jika belum mampu membuat gambaran pokok permasalahan.

Disabilitas dan Pandangan Dalam Keberagaman Masyarakat
Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Motivasi Diri Untuk Penyandang Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Para penyandang disabilitas hendaknya selalu memupuk motivasi diri agar mampu mengoptimalkan potensi dan kompetensi dirinya di tengah keberagaman opini masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang menaruh simpati dan mendukung secara nyata terhadap kaum difabel. Namun tak banyak pula masyarakat yang mencemooh keberadaan mereka dan menganggap sebagai aib yang harus dijauhi dari pergaulan. Padahal kita sadar bahwa tidak ada satu pun manusia yang meminta terlahir dengan kondisi difabel.

Kisah berikut saya harap bisa membantu teman-teman penyandang disabilitas dalam menanggapi isu disabilitas dan pandangan masyarakat agar mereka lebih termotivasi hidup. Ketika kehilangan kemampuan kedua matanya, Abdullah bin Abbas menyadari bahwa dirinya akan menghabiskan sisa umurnya dalam keadaan tidak bisa melihat. Dia berpikir akan terkungkung di balik kegelapan dalam melihat hidup dan kehidupan ini. Namun dia tidak meratapi nasibnya yang malang, justru dia menerimanya dengan penuh keridhaan dan mengecilkan arti derita yang ditanggungnya. Perkataannya terkutip dalam syair berikut:

“Jika Allah mengambil cahaya dari kedua mataku,
Maka di dalam lisan dan pendengaranku masih ada cahaya,
Hatiku cerdas dan akalku bukanlah akal yang jahat dan penuh tipu daya,
Dan di dalam mulutku terdapat ketajaman yang membekas laksana pedang…”

Selain Abdullah bin Abbas, kita mengenal Basyar bin Barad. Beliau menanggapi hinaan musuh-musuhnya atas kebutaan yang dialami dengan perkataan:

“Musuh-musuh itu menganggap hina terhadapku,
Padahal mereka yang hina,
Bukankah suatu aib atau kehinaan jika dikatakan sebagai si buta?
Jika seseorang melihat kehormatan diri dan ketakwaan,
Sesungguhnya buta kedua mata bukanlah sebuah kekurangan,
Aku melihat buta mata sebagai satu pahala, tabungan, dan perlindungan dari dosa,
Sungguh, aku sangat butuh dan berharap pada ketiga hal itu…”

Tidak diragukan lagi, kesulitan-kesulitan hidup ini akan terasa ringan dan lapang jika disikapi dengan optimis. Kemampuan dalam menghadapi kesusahan hidup para penyandang disabilitas dan pandangan masyarakat, serta kemampuan untuk mengalahkan kesulitan-kesulitan adalah lebih utama dan bermanfaat daripada perasaan-perasaan yang penuh dengan keluhan yang melanda sebagian manusia.

Disabilitas dan Pandangan Dalam Keberagaman Masyarakat
Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Peranan Kartunet.Com Untuk Solidaritas Penyandang Disabilitas

Era informasi telah menguasai kehidupan manusia saat ini. Setiap hari kita membutuhkan berita dari berbagai sumber, baik media cetak, audio maupun internet. Diantara sekian banyak topik populer yang dibahas di internet, ternyata sangat sedikit situs atau blog pribadi yang membahas topik disabilitas dan pandangan masyarakat. Mungkin ada satu atau dua web yang aktif menulis kegiatan santunan penyandang difabel, tapi gemanya belum sampai ke level yang lebih tinggi.

Saya juga mengenal beberapa pemilik akun Twitter yang aktif mengkampanyekan solidaritas terhadap orang dengan disabilitas dan pandangan masyarakat menyikapi hal ini. Namun sekali lagi, tweets yang mereka sampaikan akan segera terkubur oleh update status dari berbagai akun portal berita dan selebritis top dunia yang dipikir lebih menarik dan menghibur. Jejaring sosial seolah menjadi kuburan massal bagi pemilik akun lembaga sosial.

Di tengah hiruk-pikuk pergaulan di internet, keberadaan Kartunet.Com menjadi perhatian tersendiri di mata saya. Walau saat ini tengah merebak trend blog pribadi bergenre curhat pribadi maupun blog bertujuan monetasi, namun Kartunet.Com secara konsisten membahas informasi penting seputar disabilitas dan pandangan masyarakat. Saya yakin ini tidak mudah dilakukan di tengah tarik-menarik berbagai kepentingan yang ada di internet.

Salah satu informasi menarik yang saya temukan di Kartunet.Com untuk penyandang tuna netra adalah kehadiran alat komunikasi yang bernama Plextalks. Alat ini mampu membantu mereka yang tidak memiliki penglihatan agar bisa melakukan aktifitas layaknya manusia normal. Benda elektronik yang memiliki screen reader ini bisa menyajikan file word, html, musik mp3 dan beragam hiburan lainnya kepada penyandang disabilitas tuna netra. Sayangnya harga yang dibanderal terhadap Plextalks termasuk sangat mahal untuk masyarakat Indonesia, yaitu Rp 3.650.000 per unit.

Saya masih berharap banyak kepada Kartunet.Com agar ke depannya bisa menjaga konsistensi dalam membahas isu-isu seputar disabilitas dan pandangan masyarakat. Kita masih butuh website yang mampu memberikan makna di tengah lautan informasi yang hilir-mudik setiap detik. Minimal Kartunet.Com bisa menjadi media dan referensi terpercaya bagi mereka yang peduli terhadap kehidupan penyandang disabilitas dan ingin memberikan kontribusi bagi golongan difabel. Jika kita yang tidak peduli terhadap penyandang disabilitas dan pandangan masyarakat, lalu siapa lagi?

174 thoughts on “Disabilitas dan Pandangan Masyarakat”

  1. Ketika seseorang memiliki kekurangan, Allah akan melebihkannya dari sisi yang lain. Sama ketika seorang suami melihat kekurangan seorang isteri, maka lihatlah kelebihan2nya yang banyak. ( hehe nggak nyambung ya ). Kembali ke masalah yang mas Agus bahas, saya teringat seorang Ulama Besar dari Saudi yaitu Syaikh Bin Baz Rahimahullah. Beliau seorang yang buta, tapi luar biasa hafalannya walaupun dia belajar dengan dibacakan oleh seseorang. Tapi hafalannya mengalahkan orang-orang yang normal, sehingga dia menjadi ulama besar yang fatwanya tersebar dan dibaca hingga kita oleh penuntut ilmu dienul Islam di seluruh dunia. Subhanallah. Makasih mas atas sharenya. Syairnya bagus sekali.

  2. orang-orang yang bos tuliskan kisahnya memang sangat hebat,bisa menjadikan kekurangan sebagai kelebihan.mereka sangguap menerima itu semua dengan lapang dada.

  3. berarti boleh dikatakan balik lagi ke dalam diri setiap individu penyadang disabilitas ya mas,mau maju kedepan atau mau mundur ke belakang ?

  4. Cacat fisik bukanlah suatu kematian dalam hidup tanpa dapat melakukan sesuatu apapun. Terkadang kita sebagai manusia normal selalu mendapatkan hal positif dari mereka yang hidup dalam kekurangan fisik sebagai motifasi hidup.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  5. aku sebenarnya ada disabilitas, hanya saja prosentasenya kecil. Awalnya terganggu juga karena fokusnya di kekurangan itu. Dipikirin tiap hari malah stress. Akhirnya sadar, daripada fokus kesana mending cari apa kelebihanku dan kembangkan dengan maksimal disana.

  6. Terima keadaan fisikmu apapun itu sebagaimana engkau menerima anggota fisik yang lainnya karena itulah yang terbaik yang dari Tuhan. Karena yang terbaik menurut kita belum tentu demikian buat Tuhan. Benar kan?

  7. Mencuplik ucapan Aa Gym: Kekurangan, kesalahan, atau kejelekan yang terjadi di tubuh bangsa ini, tidak seharusnya membuat kita membara dalam api kebencian. Mari kita saling membantu dengan teman-teman yang memiliki kekurangan fisik.

  8. Saya percaya bahwa menengok ke bawah atau kepada mereka yang masih serba kekurangan adalah sebuah upaya untuk tetap mensyukuri pemberian Allah. Manusia telah mendapat banyak anugerah, syukur adalah upaya untuk mendapatkan nikmat lebih banyak dari-Nya.

  9. Allah ciptakan kekurangan bagi seseorang sebagai benteng perlindungan agar dia terhindar dari kemaksiatan yang akan dilakukan andai dia memiliki kelebihan. Itulah salah satu petuah dari tokoh idola saya. Kekurangan menjadi alat kontrol bagi kita dalam melangkah agar lebih waspada.

  10. wah.. memang banyak penderita disabilitas yang terkucilkan di masayarakat

    Blogger-ind0.blogspot.com

  11. Pandangan miring masyarakat terhadap penyandang disabilitas bisa muncul karena mereka belum menyadari arti penting hakikat hidup di dunia. Seandainya bisa memahami bahwa hidup adalah ujian, maka setiap manusia bisa menjalankan toleransi dalam keberagaman bangsa dan karakter.

  12. Memiliki tubuh tidak normal bukan satu alasan untuk tidak berkreasi. Para orang sukses justru memiliki cacat bawaan atau cacat karena kecelakaan. Thomas Alva Edisson misalnya. Salah satu pendengarannya tidak berfungsi tapi mampu mengubah dunia.

  13. Disabilitas adalah sebuah kondisi seleksi alam bagi manusia dalam mewujudkan masa depan. Hal ini bukan berarti sebuah langkah mundur. Justru banyak orang difabel yang lebih optimis dari manusia normal.

  14. motivasi diri dibutuhkan bukan hanya untuk manusia normal. bagi mereka yang menyandang disabilitas juga butuh dukungan moral agar bisa menjalani hidup secara layak. mereka tidak harus disingkirkan dari pergaulan. kita bisa belajar banyak pelajaran hidup dengan menempatkan mereka secara wajar dan sesuai hak asasi manusia.

  15. Oh ya, menjadi penyandang disabilitas bukan serta merta harus dikasihani loh. Ada beberapa kenalan saya yang justru mampu memberi kontribusi bagi lingkungannya. Misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan untuk golongan difabel.

    1. dalam beberapa liputan di tivi pun kita sering melihat inspirasi datang dari orang difabel. inspirasi tersebut seharusnya memacu kita lebih baik dalam memberi kontribusi untuk masyarakat.

  16. Mengenai pandangan miring orang-orang di masyarakat, kita bisa membalikkan omongan mereka dengan perbuatan nyata. Manusia normal belum tentu lebih baik daripada orang difabel. Justru kerusakan alam banyak terjadi akibat kelakuan manusia normal.

  17. Difabel adalah tantangan sekaligus harapan untuk lebih baik ke depan. Orang cacat pun mampu berprestasi di bidang olahraga. Intelejensi mereka bahkan ada yang mampu mengalahkan manusia normal.

  18. Teknologi makin membantu manusia, termasuk untuk penyandang difabel. Sekarang sudah ada lho mobil khusus untuk manusia yang nggak punya kaki. Kita harus tetap semangat dan terus berkreasi.

  19. Kalau kita menuruti kata orang maka kita selamanya nggak akan maju. Biarlah anjing menggonggong, kafilah akan tetap berlalu. Ayo terus membangun potensi diri. Kita jawab cemoohan mereka dengan prestasi nyata.

  20. Internet bisa mengubah orang difabel jadi lebih mampu berekspresi. Salah satunya adalah dengan menjadi freelancer online. Mereka bisa bekerja dari rumah dan tetap menghasilkan uang.

  21. orang difabel bukan berarti tidak berguna. mereka berperan dalam menyeimbangkan kehidupan agar bisa saling toleransi. saat manusia tidak bisa toleran dengan lainnya, itulah saat kiamat terjadi.

  22. Cacat fisik nggak menjadi soal, asal jangan sampai cacat mental kayak wakil rakyat di Senayan. Anggota DPR tuh sebenarnya lebih tepat disebut sebagai penyandang cacat akut.

  23. Marry x mass and a happy new years to all our friends and families
    We have a use fuu information for all please visit the site .
    Part time but full time income to be made ,yea.

    Kind Regards
    Admin Austradeclub.com

  24. pandangan yang tidak bagus adalah hasil pengaruh modernisasi dengan ciri materialismne. padahal nilai-nilai luhur bangsa kita menjunjung tinggi persamaan hak warga, baik yang normal maupun yang difabel.

  25. Fantastic goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I have understand your stuff previous to and you’re just too wonderful. I actually like what you’ve acquired here, really like what you’re saying and the way in which you say it. You make it entertaining and you still take care of to keep it wise. I can’t wait to read much more from you. This is really a tremendous Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.

  26. Great goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I have understand your stuff previous to and you’re just extremely magnificent. I really like what you have acquired here, really like what you’re stating and the way in which you say it. You make it entertaining and you still care for to keep it sensible. I can not wait to read far more from you. This is actually a great Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.

  27. Excellent goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I’ve understand your stuff previous to and you are just too fantastic. I really like what you have acquired here, certainly like what you are stating and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still take care of to keep it sensible. I can’t wait to read far more from you. This is actually a wonderful Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.

  28. Fantastic goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I have understand your stuff previous to and you are just too magnificent. I actually like what you’ve acquired here, certainly like what you’re saying and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still care for to keep it sensible. I can’t wait to read far more from you. This is really a great Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.

  29. An stimulating communicating is couturier note. I anticipate that you should write statesman on this theme, it power not be a prejudice theme but generally fill are not enough to talk on specified topics. To the next. Cheers like your Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.

  30. An unputdownable speech is designer observe. I guess that you should indite statesman on this theme, it strength not be a inhibition issue but generally grouping are not sufficiency to speak on such topics. To the succeeding. Cheers like your Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.

  31. I need to say, as very much as I enjoyed reading what you had to express, I couldnt support but lose interest following a while. Its as should you had a good grasp on the subject matter matter, but you forgot to include your readers. Perhaps you should think about this from more than one angle. Or perhaps you shouldnt generalise so much. Its far better if you take into consideration what others may have to say rather than just going for the gut reaction for the theme. Consider adjusting your own thought procedure and giving other people who may study this the benefit of the doubt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>