Disabilitas dan pandangan masyarakat menjadi topik penting dalam perkembangan dunia modern saat ini, terutama dalam rangka pemenuhan hak mereka untuk bisa menikmati hidup layaknya yang didapat oleh manusia normal. Tidak bisa kita pungkiri bahwa terdapat beberapa bidang yang bersedia memberikan ruang bagi penyandang disabilitas (dulu orang menyebut sebagai penyandang cacat) untuk menunjukkan eksistensi diri. Namun secara umum mereka belum mendapatkan porsi yang sepadan dalam kehidupan masyarakat.
Saya memiliki seorang teman yang memiliki keberuntungan meski salah satu telinganya cacat dengan diterimanya dia bekerja di salah satu bank swasta di Jombang. Daun telinga sebelah kirinya menutup sejak lahir, sehingga untuk mendengarkan percakapan orang lain dia hanya mengandalkan telinga kanan. Cobaan hidupnya bertambah berat sejak ayahnya meninggal dan kondisi keuangan keluarganya mengalami kemunduran. Meski demikian dia pantang menyerah dan tetap bersemangat menjalani hidup hingga saat ini. Dari sinilah saya berkeyakinan bahwa isu disabilitas dan pandangan masyarakat menjadi hal yang penting dibahas dalam berbagai forum dan media publikasi.
Mungkin teman saya tersebut termasuk sedikit dari banyak kaum difabel yang terus berjuang memperbaiki hidup di tengah berbagai kekurangan yang dimiliki secara fisik. Saya mengenal secara dekat bagaimana dia berusaha berinteraksi di tempat kerja dan di tempat tinggalnya sehingga memiliki keberanian menunjukkan potensi yang dimiliki. Saat ini dia mampu membantu perekonomian keluarga, aktif di kegiatan keagamaan di desa, dan tentu saja tidak merasa rendah diri ketika bergaul dengan teman sebaya. Melihat kondisi ini membuat saya terpacu untuk tetap survive dalam hidup. Jika dia yang punya sifat disabilitas ternyata bisa menjalani hidup dengan kemenangan, seharusnya saya dan teman-teman lainnya yang normal lebih mampu dalam hidup.
Beragam Pandangan Masyarakat Terhadap Golongan Difabel
Secara tertulis, negara kita memiliki undang-undang bidang sosial tentang perlindungan penyandang disabilitas. Bahkan amnesti internasional juga memiliki dasar hukum untuk menempatkan mereka sejajar dengan manusia normal dalam mendapatkan perlindungan hak asasi manusia. Namun pada beberapa dekade terakhir ini, ketentuan tentang hak-hak manusia yang telah ditetapkan oleh lembaga internasional, khususnya terhadap golongan difabel, telah berubah menjadi kegiatan sosial yang berbaur dengan penipuan.
Banyak negara di dunia yang secara lisan telah mengakui persamaan hak dan kewajiban penyandang disabilitas namun dalam kenyataannya telah merobek-robek ketentuan yang dibuatnya sendiri. Bukan hanya itu, bahkan robekannya pun tak dihiraukan, dicampakkan di bawah telapak kaki untuk melancarkan pelanggaran hak asasi manusia. Kondisi nyata tentang disabilitas dan pandangan masyarakat ini sungguh sangat memprihatinkan. Bagi Anda yang memiliki keluarga atau teman difabel, pasti Anda paham seberapa buruk stigma yang melekat kepada mereka.
Sebenarnya manusia tidak bodoh. Dengan naluri yang dimiliki, kita semua bisa membedakan dengan jelas mana perbuatan terpuji dan mana perbuatan yang tercela. Tetapi pengetahuan ini sama sekali tidak memiliki nilai jika kita tidak konsisten untuk menyatakan benar tetap benar dan memberi label salah untuk perbuatan salah. Banyak kaum akademis yang memiliki pengetahuan andal dalam bidang sosial budaya namun tidak memiliki kepekaan sosial untuk memberikan kepedulian terhadap penyandang difabel.
Mereka menunjukkan beragam teori perbaikan kehidupan sosial masyarakat namun mereka tidak mampu mengantarkan kita sampai ke arah sana. Bahkan ilmu pengetahuan yang ditunjukkan itu terbatas dalam ruang lingkung yang sempit. Mengapa demikian? Karena rincian metode penyelesaian masalah sosial seputar disabilitas dan pandangan masyarakat, unsur-unsur yang mendukung terciptanya jaminan sosial, serta aktualisasi di lapangan tidak dapat dilukiskan, alias imajinatif. Tentu kita sulit mewujudkan solidaritas disabilitas dan pandangan masyarakat jika belum mampu membuat gambaran pokok permasalahan.
Motivasi Diri Untuk Penyandang Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
Para penyandang disabilitas hendaknya selalu memupuk motivasi diri agar mampu mengoptimalkan potensi dan kompetensi dirinya di tengah keberagaman opini masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang menaruh simpati dan mendukung secara nyata terhadap kaum difabel. Namun tak banyak pula masyarakat yang mencemooh keberadaan mereka dan menganggap sebagai aib yang harus dijauhi dari pergaulan. Padahal kita sadar bahwa tidak ada satu pun manusia yang meminta terlahir dengan kondisi difabel.
Kisah berikut saya harap bisa membantu teman-teman penyandang disabilitas dalam menanggapi isu disabilitas dan pandangan masyarakat agar mereka lebih termotivasi hidup. Ketika kehilangan kemampuan kedua matanya, Abdullah bin Abbas menyadari bahwa dirinya akan menghabiskan sisa umurnya dalam keadaan tidak bisa melihat. Dia berpikir akan terkungkung di balik kegelapan dalam melihat hidup dan kehidupan ini. Namun dia tidak meratapi nasibnya yang malang, justru dia menerimanya dengan penuh keridhaan dan mengecilkan arti derita yang ditanggungnya. Perkataannya terkutip dalam syair berikut:
“Jika Allah mengambil cahaya dari kedua mataku,
Maka di dalam lisan dan pendengaranku masih ada cahaya,
Hatiku cerdas dan akalku bukanlah akal yang jahat dan penuh tipu daya,
Dan di dalam mulutku terdapat ketajaman yang membekas laksana pedang…”
Selain Abdullah bin Abbas, kita mengenal Basyar bin Barad. Beliau menanggapi hinaan musuh-musuhnya atas kebutaan yang dialami dengan perkataan:
“Musuh-musuh itu menganggap hina terhadapku,
Padahal mereka yang hina,
Bukankah suatu aib atau kehinaan jika dikatakan sebagai si buta?
Jika seseorang melihat kehormatan diri dan ketakwaan,
Sesungguhnya buta kedua mata bukanlah sebuah kekurangan,
Aku melihat buta mata sebagai satu pahala, tabungan, dan perlindungan dari dosa,
Sungguh, aku sangat butuh dan berharap pada ketiga hal itu…”
Tidak diragukan lagi, kesulitan-kesulitan hidup ini akan terasa ringan dan lapang jika disikapi dengan optimis. Kemampuan dalam menghadapi kesusahan hidup para penyandang disabilitas dan pandangan masyarakat, serta kemampuan untuk mengalahkan kesulitan-kesulitan adalah lebih utama dan bermanfaat daripada perasaan-perasaan yang penuh dengan keluhan yang melanda sebagian manusia.
Peranan Kartunet.Com Untuk Solidaritas Penyandang Disabilitas
Era informasi telah menguasai kehidupan manusia saat ini. Setiap hari kita membutuhkan berita dari berbagai sumber, baik media cetak, audio maupun internet. Diantara sekian banyak topik populer yang dibahas di internet, ternyata sangat sedikit situs atau blog pribadi yang membahas topik disabilitas dan pandangan masyarakat. Mungkin ada satu atau dua web yang aktif menulis kegiatan santunan penyandang difabel, tapi gemanya belum sampai ke level yang lebih tinggi.
Saya juga mengenal beberapa pemilik akun Twitter yang aktif mengkampanyekan solidaritas terhadap orang dengan disabilitas dan pandangan masyarakat menyikapi hal ini. Namun sekali lagi, tweets yang mereka sampaikan akan segera terkubur oleh update status dari berbagai akun portal berita dan selebritis top dunia yang dipikir lebih menarik dan menghibur. Jejaring sosial seolah menjadi kuburan massal bagi pemilik akun lembaga sosial.
Di tengah hiruk-pikuk pergaulan di internet, keberadaan Kartunet.Com menjadi perhatian tersendiri di mata saya. Walau saat ini tengah merebak trend blog pribadi bergenre curhat pribadi maupun blog bertujuan monetasi, namun Kartunet.Com secara konsisten membahas informasi penting seputar disabilitas dan pandangan masyarakat. Saya yakin ini tidak mudah dilakukan di tengah tarik-menarik berbagai kepentingan yang ada di internet.
Salah satu informasi menarik yang saya temukan di Kartunet.Com untuk penyandang tuna netra adalah kehadiran alat komunikasi yang bernama Plextalks. Alat ini mampu membantu mereka yang tidak memiliki penglihatan agar bisa melakukan aktifitas layaknya manusia normal. Benda elektronik yang memiliki screen reader ini bisa menyajikan file word, html, musik mp3 dan beragam hiburan lainnya kepada penyandang disabilitas tuna netra. Sayangnya harga yang dibanderal terhadap Plextalks termasuk sangat mahal untuk masyarakat Indonesia, yaitu Rp 3.650.000 per unit.
Saya masih berharap banyak kepada Kartunet.Com agar ke depannya bisa menjaga konsistensi dalam membahas isu-isu seputar disabilitas dan pandangan masyarakat. Kita masih butuh website yang mampu memberikan makna di tengah lautan informasi yang hilir-mudik setiap detik. Minimal Kartunet.Com bisa menjadi media dan referensi terpercaya bagi mereka yang peduli terhadap kehidupan penyandang disabilitas dan ingin memberikan kontribusi bagi golongan difabel. Jika kita yang tidak peduli terhadap penyandang disabilitas dan pandangan masyarakat, lalu siapa lagi?






Ketika seseorang memiliki kekurangan, Allah akan melebihkannya dari sisi yang lain. Sama ketika seorang suami melihat kekurangan seorang isteri, maka lihatlah kelebihan2nya yang banyak. ( hehe nggak nyambung ya ). Kembali ke masalah yang mas Agus bahas, saya teringat seorang Ulama Besar dari Saudi yaitu Syaikh Bin Baz Rahimahullah. Beliau seorang yang buta, tapi luar biasa hafalannya walaupun dia belajar dengan dibacakan oleh seseorang. Tapi hafalannya mengalahkan orang-orang yang normal, sehingga dia menjadi ulama besar yang fatwanya tersebar dan dibaca hingga kita oleh penuntut ilmu dienul Islam di seluruh dunia. Subhanallah. Makasih mas atas sharenya. Syairnya bagus sekali.
tambahan yang bagus mas. semoga kita bisa meneladani beliau.
Orang yang tinggi di sisi Allah adalah yang bertaqwa, dan yang berguna untuk makhluk lain. Wallohu ‘alam.
semoga artikel ini bisa berguna buat pembaca.
Banyak kok mereka yang cacat bisa mandiri
Jangan hanya mengandalkan belas kasihan orang saja.
Salam hangat dari Sukolilo
kenyataan di lapangan kerapkali menunjukkan bahwa penyandang difabel justru lebih fight dalam hidup. makasih kunjungan Pakdhe.
Betul gan, sudah waktunya memandang orang bukan dari fisik, tapi dari hati dan prilakunya. nice post
faktanya, penampilan sangat menipu karena bisa direkayasa.
orang-orang yang bos tuliskan kisahnya memang sangat hebat,bisa menjadikan kekurangan sebagai kelebihan.mereka sangguap menerima itu semua dengan lapang dada.
yup, kita bisa meneladani kehidupan mereka agar lebih baik ke depannya.
Dengan semangat pantang menyerah sebenarnya apapun dapat kita atasi.
yup, selama kita tidak berhenti berusaha, pasti ada jalan untuk solusi.
hanya ingin mengikuti postingan agan .
postingan yang menarik
nice gan .
sempatkan mampir ke website kami
terima kasih sudah berkunjung. semoga bermanfaat.
berarti boleh dikatakan balik lagi ke dalam diri setiap individu penyadang disabilitas ya mas,mau maju kedepan atau mau mundur ke belakang ?
ya, saya meyakini bahwa orang normal dan difabel memiliki peluang yang sama untuk maju dalam hidupnya.
Cacat fisik bukanlah suatu kematian dalam hidup tanpa dapat melakukan sesuatu apapun. Terkadang kita sebagai manusia normal selalu mendapatkan hal positif dari mereka yang hidup dalam kekurangan fisik sebagai motifasi hidup.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
kata para filsuf, justru kematian sebenarnya adalah ketika jiwa kita tidak bisa berkembang.
aku sebenarnya ada disabilitas, hanya saja prosentasenya kecil. Awalnya terganggu juga karena fokusnya di kekurangan itu. Dipikirin tiap hari malah stress. Akhirnya sadar, daripada fokus kesana mending cari apa kelebihanku dan kembangkan dengan maksimal disana.
yup, fokus kepada kelebihan kita daripada pada kekurangan.
Terima keadaan fisikmu apapun itu sebagaimana engkau menerima anggota fisik yang lainnya karena itulah yang terbaik yang dari Tuhan. Karena yang terbaik menurut kita belum tentu demikian buat Tuhan. Benar kan?
sip, saya setuju kalimat tambahan ini. makasih sudah berkunjung.
Mencuplik ucapan Aa Gym: Kekurangan, kesalahan, atau kejelekan yang terjadi di tubuh bangsa ini, tidak seharusnya membuat kita membara dalam api kebencian. Mari kita saling membantu dengan teman-teman yang memiliki kekurangan fisik.
menghadapi masa depan dengan kebencian bukanlah sikap bijak. bisa-bisa akan membakar diri kita.
Saya percaya bahwa menengok ke bawah atau kepada mereka yang masih serba kekurangan adalah sebuah upaya untuk tetap mensyukuri pemberian Allah. Manusia telah mendapat banyak anugerah, syukur adalah upaya untuk mendapatkan nikmat lebih banyak dari-Nya.
setuju sekali. dengan memandang kekurangan orang lain, kita bisa lebih bersyukur atas karunia yang kita miliki hari ini.
Allah ciptakan kekurangan bagi seseorang sebagai benteng perlindungan agar dia terhindar dari kemaksiatan yang akan dilakukan andai dia memiliki kelebihan. Itulah salah satu petuah dari tokoh idola saya. Kekurangan menjadi alat kontrol bagi kita dalam melangkah agar lebih waspada.
kekurangan menjadi alat rem supaya kita lebih terkendali dalam hidup.
Pingback: Penyandang Cacat Juga Manusia « Motivasi Blogger
Pingback: Internet Membuat Saya “XLangkah Lebih Maju” Menggali Potensi Diri | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
pencerahan pagi2… harus tetap semangat dalam hidup dan tidak boleh mencela hanya dari fisik. Allah memberikan itu sebagai ujian, agar ketakwaan padanya meningkat.
benar mas. hidup tak lebih dari ujian. siapa yang lulus akan mendapat kebahagiaan.
Semoga sukses om, saya juga ikutan kontes ini..
sip deh, mari bersaing secara sehat.
wah.. memang banyak penderita disabilitas yang terkucilkan di masayarakat
Blogger-ind0.blogspot.com
dan mereka tetaplah sodara kita yang perlu dirangkul.
mmm, jangan lupa cek info kontes seo terbaru di link saya yaa..
sapa tau tertarik. hueheheehe..
makasih informasinya.
Pingback: Perempuan Tuna Wicara Gagal Menjadi Wakil Rakyat | Agus Siswoyo's Journal
Menjadi orang cacat fisik bukanlah satu masalah. Yang paling buruk adalah ketika menjadi orang cacat mental dan menjadi sampah masyarakat.
sampah masyarakat malah bisa menjadi masalah baru. masih untung menjadi penyandang difabel yang tidak merepotkan orang lain.
Penyebutan kata disabilitas sebagai kata ganti cacat sudah merupakan hal bagus. Tindakan persuasif ini minimal sebagai bentuk penghargaan terhadap manusia lainnya.
secara bertahap kita harus memperbaiki cara mengapresiasi kelompok difabel. saat ini mungkin baru dalam bentuk artikel. ke depannya bisa ke tahap yang lebih nyata.
Pandangan miring masyarakat terhadap penyandang disabilitas bisa muncul karena mereka belum menyadari arti penting hakikat hidup di dunia. Seandainya bisa memahami bahwa hidup adalah ujian, maka setiap manusia bisa menjalankan toleransi dalam keberagaman bangsa dan karakter.
seandainya semua orang menjadi difabel, mungkin mereka baru sadar betapa penting mengembangkan nilai-nilai toleransi.
Pingback: Tips Penulis Artikel Memilih Topik Blog | Jasa Artikel.Com
Memiliki tubuh tidak normal bukan satu alasan untuk tidak berkreasi. Para orang sukses justru memiliki cacat bawaan atau cacat karena kecelakaan. Thomas Alva Edisson misalnya. Salah satu pendengarannya tidak berfungsi tapi mampu mengubah dunia.
seringkali kekurangan fisik mendorong orang lebih giat dalam memaknai hidup.
Sukses bukan ditentukan oleh kondisi fisik. Yang lebih utama adalah motivasi untuk maju. Hambatan adalah ujian untuk mengetahui kesungguhan menggapai mimpi.
benar. banyak kok orang difabel lebih sukses daripada orang normal.
Disabilitas adalah sebuah kondisi seleksi alam bagi manusia dalam mewujudkan masa depan. Hal ini bukan berarti sebuah langkah mundur. Justru banyak orang difabel yang lebih optimis dari manusia normal.
motivasi diri kaum difabel bisa berlipat ganda daripada orang normal. mereka ingin menebus sisa hidup lebih baik daripada sebelumnya.
Great! thanks for the share!
thanks for visiting.
motivasi diri dibutuhkan bukan hanya untuk manusia normal. bagi mereka yang menyandang disabilitas juga butuh dukungan moral agar bisa menjalani hidup secara layak. mereka tidak harus disingkirkan dari pergaulan. kita bisa belajar banyak pelajaran hidup dengan menempatkan mereka secara wajar dan sesuai hak asasi manusia.
mereka adalah manusia yang wajib mendapatkan perlindungan hak asasi manusia. agama pun mengajarkan kita untuk menyantuni difabel.
Pingback: Cacat Fisik Bukan Halangan Untuk Maju | Jasa Penulis Lepas
Oh ya, menjadi penyandang disabilitas bukan serta merta harus dikasihani loh. Ada beberapa kenalan saya yang justru mampu memberi kontribusi bagi lingkungannya. Misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan untuk golongan difabel.
dalam beberapa liputan di tivi pun kita sering melihat inspirasi datang dari orang difabel. inspirasi tersebut seharusnya memacu kita lebih baik dalam memberi kontribusi untuk masyarakat.
memiliki kondisi tubuh tidak sempurna hanya sebagian ujian. karunia terbesar kita justru berupa kemampuan bernapas tiap hari.
kalau mau dihitung, nikmat Tuhan yang diberikan kepada manusia sangat banyak. kita harus bersyukur agar nikmat tersebut ditambah.
Mengenai pandangan miring orang-orang di masyarakat, kita bisa membalikkan omongan mereka dengan perbuatan nyata. Manusia normal belum tentu lebih baik daripada orang difabel. Justru kerusakan alam banyak terjadi akibat kelakuan manusia normal.
talk less do more. perbuatan lebih mampu bicara daripada banyak omong tapi nggak ada aksi.
Difabel adalah tantangan sekaligus harapan untuk lebih baik ke depan. Orang cacat pun mampu berprestasi di bidang olahraga. Intelejensi mereka bahkan ada yang mampu mengalahkan manusia normal.
benar sekali, cabang olahraga pun sudah ada yang khusus dibuat untuk penyandang difabel. inilah salah satu bentuk apresiasi terhadap keberadaan mereka.
Teknologi makin membantu manusia, termasuk untuk penyandang difabel. Sekarang sudah ada lho mobil khusus untuk manusia yang nggak punya kaki. Kita harus tetap semangat dan terus berkreasi.
yup, teknologi seharusnya makin membantu kerja manusia. sebaik-baik teknologi adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia.
Kalau kita menuruti kata orang maka kita selamanya nggak akan maju. Biarlah anjing menggonggong, kafilah akan tetap berlalu. Ayo terus membangun potensi diri. Kita jawab cemoohan mereka dengan prestasi nyata.
bahkan Ippho Santosa pun mengajarkan kita cuek terhadap komentar orang lain. lebih baik kita fokus memperbaiki potensi diri.
Pingback: Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang Siap Dibuka | The Jombang Taste
Tambahan lagi, kreatifitas tidak dipengaruhi oleh kekurangan secara fisik. Orang yang normal belum tentu bisa sekreatif orang difabel. Kekurangan itu akan memacu lebih banyak menggali ide.
yup, kesimpulan yang bagus. kekurangan fisik akan memacu kita lebih keras dalam berpikir dan berkreasi dalam hidup.
orang difabel itu memiliki the sixth sense. mereka bisa ngerti apa yang manusia normal nggak ngerti.
memang ada beberapa orang difabel yang memiliki indera keenam. tapi itu bukan kesimpulan yang kuat.
Internet bisa mengubah orang difabel jadi lebih mampu berekspresi. Salah satunya adalah dengan menjadi freelancer online. Mereka bisa bekerja dari rumah dan tetap menghasilkan uang.
yup, teknologi saat ini telah banyak membantu orang difabel untuk menyalurkan potensi mereka pada bidang yang ditekuni.
orang difabel bukan berarti tidak berguna. mereka berperan dalam menyeimbangkan kehidupan agar bisa saling toleransi. saat manusia tidak bisa toleran dengan lainnya, itulah saat kiamat terjadi.
semoga kita bisa tetap konsisten menyantuni mereka agar kehidupan tetap harmonis.
penyandang difabel adalah orang yang harus diterima apa adanya beserta kelebihan dan kekurangan mereka. mengucilkan difabel dari pergaulan sama dengan pelanggaran HAM.
negara telah menjamin hak asasi setiap warganya. inilah saatnya kita mempraktekkan dalam kehidupan nyata.
Pingback: Kaum Difabel Dan Kreatifitas Dalam Bertahan Hidup | Agus Siswoyo's Journal
Pingback: Larangan Rangkap Jabatan di PCNU dan RSNU Jombang | The Jombang Taste
manusia adalah tempat kurang dan salah. disabilitas bukan sebuah hukuman Tuhan, tetapi cara Tuhan menyayangi kita supaya lebih bijak melangkah.
seperti komentar di atas, kondisi disabilitas bisa menjadi alat pengerem langkah kita agar lebih terkendali.
Cacat fisik nggak menjadi soal, asal jangan sampai cacat mental kayak wakil rakyat di Senayan. Anggota DPR tuh sebenarnya lebih tepat disebut sebagai penyandang cacat akut.
wedew, jangan sampai deh kita jadi buta mata melihat kondisi lingkungan dan tuli mendengar saran orang lain.
Tuhan sangat menyayangi kita sehingga memberikan alat rem dalam melangkah. Alat itu berupa kekurangan diri. Karena kalau dibiarkan bebas, manusia cenderung liar dan tidak terkendali.
yup, ada beragam cara bagi Tuhan untuk mengendalikan langkah kita. salah satunya dengan kekurangan diri. karena kalau nggak ada alat rem, bisa-bisa kita bablas.
Pandangan masyarakat memang masih miring terhadap orang difabel. Mungkin mereka belum sadar bahwa doa orang difabel sangat mujarab dan cepat dikabulkan Tuhan.
nah, ini dia yang sering dilupakan orang. doa mereka sangat cepat dikabulkan Tuhan daripada manusia normal.
Topik blog yang membahas disabilitas makin semarak berkat kontes Kartunet ini. Semoga program ini bisa ditindaklanjuti dan bukan hanya sebentar numpang lewat.
benar, saya juga berharap masih ada tindak lanjut dari langkah ini. bukan hanya sekedar wacana.
Mereka juga punya hak WNI seperti kaya kita semua….
benar, negara juga sudah menjamin hal ini. namun dalam prakteknya kita masih perlu memperjuangkan lagi.
Jangan Pandang sebelah mata untuk mereka yang kekurangan…..
bagaimanapun mereka WN yang mempunyai hak yang sama seprti manusia biasa….
tidak ada manusia yang lebih bagus di mata Tuhan kecuali yang beriman dan bertakwa. kondisi fisik bukan ukuran baik buruk manusia.
Pingback: Menyelamatkan ODHA di Tengah Berkembangnya Tradisi Budaya Gay | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
Pingback: Kumpulan Kata-kata Mutiara Dari Aa’ Gym (Abdullah Gymnastiar) | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
Kekurangan fisik bisa kita atasi dengan fokus pada pengembangan diri.
yup, pusatkan perhatian pada menambah kemampuan.
Tuhan Maha Penyayang. Pasti Dia akan memberi jalan bagi difabel yang bersedia berusaha dalam hidup.
bener banget. Tuhan nggak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut mau merubahnya sendiri.
Andai saja Departemen Sosial RI tidak dihapus, tentu difabel akan menjadi lebih baik.
sekarang kan sudah ada menteri sosial. tinggal bagaimana praktek di lapangan.
Kita tidak bisa mengendalikan pandangan masyarakat terhadap orang difabel. Kita hanya bisa membekali penyandang disabilitas agar lebih survive dalam hidup.
jika kita tidak bisa membantu mereka, minimal kita nggak mempersulit ruang gerak mereka dalam berkreasi dalam hidup.
Pingback: Menulis Artikel Untuk Memberi Kontribusi Pemikiran
Salam kenal gan, ane muslih21… sukuses kontesnya
makasih sudah main kesini. semoga bermanfaat.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita hanya bisa berusaha.
justru kekurangan kita bisa menjadi alasan Tuhan mengendalikan langkah kita.
pandangan manusia bisa terkaburkan oleh harta. pandangan Tuhan adalah yang lebih utama.
benar sekali. semua manusia di mata Tuhan adalah sama. yang membedakan adalah amal ibadahnya, bukan kondisi fisiknya.
supaya cara pandang kita benar, maka harus pakai mata yang sehat.
mata yang sehat adalah mata hati
Cara pandang yang salah terhadap orang difabel bisa mengakibatkan pelanggaran HAM.
cara pandangnya sih nggak ngefek, yang bahaya adalah kalau sudah ada tindakan menghalangi orang difabel untuk maju dan berkembang.
Negara harus melindungi orang difabel karena mereka juga menjadi bagian dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan manusia Indonesia seluruhnya.
kesimpulan yang bagus.
eh, kalimat itu mirip jargon Pemerintah Orde Baru ya
tema kontes yg unik
memberikan pencerahan jgn ego ngurusin blog pribadi sj
perlu peduli jg dgn sesama
yup, topik ini mengingatkan kita semua agar lebih peduli kepada sesama.
Terima kasih informasinya, blognya ringan gan.. ayo galakan kepedulian masyarakat terhadap para penyandang cacat di Indonesia.
Pernahkah anda merasa betapa kasihannya para penyandang cacat di Indonesia?
mari kita lebih peduli dengan teman-teman difabel.
semoga sukses gan kontenya,…
terima kasih sudah mampir.
Pingback: Manfaat Software Akuntansi Untuk Pengusaha dan Blog Akuntansi | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
pemimpin dunia ada yang difabel juga. contohnya Gus Dur. beliau berjasa bagi bangsa Indonesia.
benar sekali. gus dur adalah sosok difabel yang banyak memberi kontribusi untuk bangsa ini.
yang paling parah adalah difabel secara mental dan tidak bisa diajak berpikir maju.
difabel mental adalah bagian dari penyakit jiwa.
Pingback: Penyandang Cacat Harus Disantuni « Motivasi Blogger
artikelnya bagus n lengkap banget mas,…
makasih sudah hadir kesini.
Marry x mass and a happy new years to all our friends and families
We have a use fuu information for all please visit the site .
Part time but full time income to be made ,yea.
Kind Regards
Admin Austradeclub.com
thanks for coming.
sekarang hampir semua manusia memiliki disabilitas, meski bukan fisik tapi hati nurani
wedew, jangan sampai kita jadi begitu.
Pingback: Difabel Mental Lebih Parah Daripada Disabilitas Secara Fisik | Agus Siswoyo's Journal
seburuk-buruk difabel adalah difabel secara mental.
kesimpulan yang bagus. thanks sudah berkunjung
kekurangan secara fisik masih lebih baik daripada kurang sehat secara mental.
fisik yang tidak sempurna bukan berarti nggak pintar. yang normal saja banyak yang tidak bisa berpikir jernih.
setiap manusia adalah sama di mata Tuhan. penyandang cacat pun harus mendapatkan hak yang sama dalam perlakukan negara.
yup, hanya iman dan takwa yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya.
pandangan yang tidak bagus adalah hasil pengaruh modernisasi dengan ciri materialismne. padahal nilai-nilai luhur bangsa kita menjunjung tinggi persamaan hak warga, baik yang normal maupun yang difabel.
kemajuan jaman memang satu hal yang tidak dapat kita cegah. namun hal ini seharusnya tidak mengikis nilai-nilai moral bangsa Indonesia.
kondisi cacat menjadi media bagi Tuhan dalam menurunkan rahmat ke permukaan bumi lewat doa mereka.
ya, saya juga percaya doa anak-anak difabel mendapat tempat tersendiri di mata Tuhan.
masih banyak yang belum beruntung di sekitar kita. dan mereka menantikan uluran tangan kita.
semoga melalui kontes menulis ini kita bisa lebih care terhadap keberadaan mereka.
di dalam kekurangan kita memiliki kelebihan. itu pasti.
benar, dualisme kondisi akan selalu terjadi dalam kehidupan. tinggal kita mau berfokus ke pihak yang mana.
semoga isu disabilitas bukan cuma ajang cari popularitas.
semoga masyarakat makin tergugah oleh keberadaan mereka.
Pingback: Apakah Anda Mau Menukar Satu Milyar Dengan Sesuatu Yang Anda Miliki? | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
Pingback: 3 Keuntungan Memiki Blog WordPress Dengan Domain dan Hosting Berbayar | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
Pingback: 3 Hal Yang Mampu Membangkitkan Motivasi Blogging | Catatan Motivasi Blogging Indonesia
selamat pak, masuk urutan 50 teratas kontes kartunet.
good luck yah!
thanks infonya.
I got what you impart, thanks for swing up. Woh I am cheerful to learn this website finished google. Thanks For Share Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.
I got what you designate, thanks for putting up. Woh I am willing to experience this website through google. Thanks For Share Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.
tambahan dari saya, mohon langsung di review aja mas,,,
ada temen punya gagasan, di pengen disebarin juga link gagasannya biar anggota DPD baca,, maaf double comment,,
Fantastic goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I have understand your stuff previous to and you’re just too wonderful. I actually like what you’ve acquired here, really like what you’re saying and the way in which you say it. You make it entertaining and you still take care of to keep it wise. I can’t wait to read much more from you. This is really a tremendous Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.
Great goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I have understand your stuff previous to and you’re just extremely magnificent. I really like what you have acquired here, really like what you’re stating and the way in which you say it. You make it entertaining and you still care for to keep it sensible. I can not wait to read far more from you. This is actually a great Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.
Excellent goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I’ve understand your stuff previous to and you are just too fantastic. I really like what you have acquired here, certainly like what you are stating and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still take care of to keep it sensible. I can’t wait to read far more from you. This is actually a wonderful Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.
Fantastic goods from you, man. Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I have understand your stuff previous to and you are just too magnificent. I actually like what you’ve acquired here, certainly like what you’re saying and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still care for to keep it sensible. I can’t wait to read far more from you. This is really a great Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia informations.
An stimulating communicating is couturier note. I anticipate that you should write statesman on this theme, it power not be a prejudice theme but generally fill are not enough to talk on specified topics. To the next. Cheers like your Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.
An unputdownable speech is designer observe. I guess that you should indite statesman on this theme, it strength not be a inhibition issue but generally grouping are not sufficiency to speak on such topics. To the succeeding. Cheers like your Disabilitas dan Pandangan Masyarakat | Catatan Motivasi Blogging Indonesia.
I need to say, as very much as I enjoyed reading what you had to express, I couldnt support but lose interest following a while. Its as should you had a good grasp on the subject matter matter, but you forgot to include your readers. Perhaps you should think about this from more than one angle. Or perhaps you shouldnt generalise so much. Its far better if you take into consideration what others may have to say rather than just going for the gut reaction for the theme. Consider adjusting your own thought procedure and giving other people who may study this the benefit of the doubt.
This can be a terrific blog idea, could you be interested in doing an interview about how you created it? If so e-mail me at the address I used for the comment form! Thank you. Jennifer
artikel motivasi diri yang bagus untuk penulis lepas.
Pingback: Catatan Motivasi Blogging Indonesia – 3 Hal Yang Mampu Membangkitkan Motivasi Blogging