Geliat Penulis Muda: Pertarungan Semangat, Visi dan Misi

Oleh: Sahrul Reza

Saat itu, saya cukup terkejut saat membaca nama-nama 10 penulis muda berbakat tahun 2007 versi Koran Tempo. Salah satu di antara mereka sudah terkenal di masyarakat karena profesinya sebagai selebritis. Dia adalah Happy Salma. Selain Happy, terdapat nama Karla M. Nashar, Adilla Anggraeni, Farida Susanty, Dimas Rio, Theresia D. R. Pratiwi, Valiant Budi Yogi, Ahmad Faishal, Kanti W. Janis, dan Dian K.

Nama-nama mereka jadi perbincangan karena masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2007. Apalagi tahun pada tahun itu terdapat kategori baru bagi penulis berumur di bawah 30 tahun itu, yakni kategori Penulis Muda Berbakat.

Geliat Blogger Muda

Dalam dunia blogging, trend yang sedang berkembang saat ini pun demikian. Setiap hari terlahir nama-nama baru yang siap mendobrak dominasi pemain lama. Ada beberapa nama yang patut saya perhitungkan.

Yang pertama tentu ada nama Agus Siswoyo yang mampu menjadi trend setter di kalangan blogger Indonesia. Di saat kebanyakan blogger hanya bisa menjadi follower pakem yang telah berjalan, dia telah memberanikan diri melakukan gambling dalam menciptakan karakter dirinya yang jauh dari kesan pemikir. Tulisan dengan bahasa ringan dan sedikit jokes terbukti mampu mengalihkan perhatian pengunjung untuk berlama-lama membaca blog.

Selain itu, terdapat nama Arief Rizky Ramadhan yang oleh sebagian blogger sering dipojokkan dengan identitas Bebegendut yang disandangnya. Dalam pandangan saya, pencapaian yang telah didapatkan saat ini adalah sebuah keberhasilan yang luar biasa untuk anak seusia dia. Dalam usia 14 tahun, Arief sudah mampu menjalankan bisnis voucher game online dengan memanfaatkan koneksi teman-teman di lingkungan sekolahnya.

Siapa pun yang pada akhirnya berhasil membuktikan eksistensinya, sudah sepantasnya menjadi teladan bagi penulis muda lainnya. Paling tidak, selamat datang ke dunia penulisan yang penuh tantangan. Tantangan yang paling nyata adalah bagaimana sang penulis memanfaatkan keahliannya yang bagaikan pistol itu.

Ibarat seorang jago tembak, akankah keahliannya itu dipakai menembak penjahat atau justru dipakai untuk merampok. Penulis bisa membuat buku, naskah drama, puisi, skenario, atau tulisan apapun yang mencerdaskan. Sebaliknya, penulis bisa memilih profesi yang cuma mengukur kesuksesan dari materi tanpa menimbang efeknya. Contohnya? Banyak, tidak perlu disebut satu-satu.

Sekali lagi, selamat datang di dunia penulis. Mari kita cerdaskan bangsa dengan sumbangsih pemikiran untuk kehidupan yang lebih baik.

Salam Sukses,

Sahrul Reza.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “Geliat Penulis Muda: Pertarungan Semangat, Visi dan Misi”

  1. Selamat pagi! Perkenalkan saya Brillianto. saya tertarik skali membaca bbrp tulisan di blog ini. Nah, apakah saya bisa mengambil tulisan ini utk di-share ke tmn2 saya. Ya, tentunya dg mncantumkan nama penulisnya. Mohon izin. Saya di bkjn21@yahoo.com.

    Terima kasih banyak,
    Brill

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *