Hiduplah Dalam Batas-batas Harimu

Hindari mengejar tujuan yang secara tiba-tiba terlintas dalam pikiran dengan jarak waktu yang masih jauh. Fokuskan diri hanya menyelesaikan pekerjaan yang jelas dan nyata di hadapan.

Salah satu kesalahan manusia adalah menanggung beban masa depannya yang masih jauh pada saat sekarang ini. Bila seseorang berangan-angan, maka pemikirannya beralih ke ruang tanpa batas. Dan dengan segera, bisikan-bisikan dan beragam prediksi mendatangi pemikirannya yang mengambang itu. Kemudian mengubahnya menjadi kekhawatiran yang melelahkan dan kebimbangan yang mencengkeram.

Mengapa kita jadi oleh keraguan dan dibuat gelisah oleh kekalutan? Hiduplah dalam batasan harimu. Itulah yang dikatakan oleh Muhammad al-Ghazali dalam buku Change Your Life, Change Your Self!. Dalam salah satu halaman buku ini diceritakan Dale Carnegie telah membuat sejumlah eksperimen yang melibatkan orang-orang sukses. Mereka adalah orang-orang yang tidak terpengaruh perkiraan masa depan, tapi mampu mencurahkan perhatian kepada kondisi mereka saat ini dan menyelesaikan masalahnya.

Waktu Yang Tercuri

Dengan cara yang cerdas ini mereka, mereka mengamankan kondisinya saat ini sekaligus hari esoknya. Karena hidup dalam batasan hari ini bukan berarti apatis terhadap masa depan, maka perhatian dan pemikiran seseorang akan hari esoknya adalah sebuah pemikiran yang baik dan rasional.

Ada perbedaan antara perhatian dan kekhawatiran akan masa depan, antara mempersiapkan diri menghadapinya dengan berlebih-lebihan dalam menyikapinya. Lalu bedakan pula antara kesadaran untuk beraktifitas pada hari ini dengan kecemasan untuk menghadapi hari esok. Waktu sekarang ini adalah fondasi yang baik untuk keberhasilan masa depan. Oleh karena itu hendaknya kita bisa membuang kecemasan.

Mencuplik salah satu syair lama dari Arab, “Apakah Anda tahu bagaimana usia seseorang dicuri darinya? Dia lalai dari waktunya saat ini karena memperkirakan apa yang akan terjadi di hari esoknya, dan selalu seperti itu hingga ajalnya tiba, sedang tangannya kosong dari kebaikan.”

Semoga menginspirasi!

27 Replies to “Hiduplah Dalam Batas-batas Harimu”

  1. Wah, saya malah biasanya mengejar yang terlintas di benak saya. Misalnya saya mau baca buku A atau nonton film B, pastinya langsung deh :D.

    Bukankah ada peribahasa yang mengatakan, jangan menunda apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk esok :).

  2. ini tau ubahnya dengan tulisan saya dulu mas, Mati Karena Goal Sendiri. Seringkali kita terlalu fokus sama apa yang jauh di depan sana. Masa depan, goal yang besar, dsb. Dan akhirnya malah mules memikirkannya dan malah ga bertindak sama sekali.

    Cukup buat satu parameter atau goal yang gede sekali saja di masa mendatang. Kemudian baru dibreakdown jadi tindakan yang bisa dimaksimalkan dari hari ke hari. Dan saya kira apa yang mas Agus tuliskan disini bisa menjadi salah 1 poin gimana kita bisa ber- CARPE DIEM. 😀

  3. wah mas,kalau pandangan hidup orang jepang yg punya cita-cita bahkan sampai punya target lebih dari umurnya,itu gimana ya?

  4. ya kalo diajak let’s have fun together sama Ridho Roma, maunya se begitu, fun sama blog everyday tanpa gangguan, tapi … nasib ini terlibat kegiatan organisasi yg offline , perlu waktu untuk meleburkan keg offline masuk dalam tulisan online… semoga saja… , *setengah geregetan*

  5. Wah… tulisan ini membunuh semangat dan rencana saya mas, bagaimana ini? Saya udah pikirkan matang2 soal masa depan, dan sebentar lagi akan saya mulai,
    Apa kita harus berhenti untuk bermimpi?
    Bukankah mimpi dan angan-angan yang besar itu yang sering kali menjadi kenyataan dalam hidup?
    Dalam sebuah buku mengatakan: “Celakalah bagi orang yang tak punya mimpi… ”

    hemm…

  6. membaca artikel ini seolah menghentikan langkah saya untuk menatap hayalan dan kembali pada realita yang ada dgn maksimal..thnx mas agus…. saya patut belajar banyak neh ilmunya dari mas agus…

  7. Inspiratif buat saya. Saya termasuk orang yang terlalu memikirkan dan menjadikan kejadian2 yang belum saya alami menjadi momok ketakutan buat saya.
    Lebih baik kita melakukan dan mengerjakan pekerjaan2 yang nyata di hadapan kita. Thanks for share Mas Agus

  8. Postingan di atas menjadi bahan renungan saya. Bagaimana saya menjalani kehidupan ini ???? angan2 selama ini kadang tdk dapat di ukur oleh kemampuan. Dan tidak menyadari hal2 kecil di depan mata ternyata memiliki pengaruh besar terhadap masa depan…. Thanks Sharing y mas

  9. First off, I wish to thank you in the outstanding as well as informative access. I will need to admit which usually, We havent noticed concerning this information. We now have noticed quite a few new information with regard to cause. Thanks plenty with regard to giving this particular effective and interesting information. We’re waiting pertaining to other thrilling articles due to you against the closest long term.

  10. I lately arrived all through your posting and therefore are already examining along. I need to communicate my personal admiration of the crafting ability and capability to help to make target audience study through the use of the starting to the finish. I would like to research newer articles and also to write about my personal ideas with you.

  11. terkadang saya bagus bagi kita untuk menganggap semuanya akan baik-baik saja. tidak perlu cemas masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *