Hubungan Antara Motivasi dan Kemampuan Diri

Sebagai bagian dari Support System sebuah produk Panduan Belajar WordPress, setiap hari saya berkesempatan chatting dengan kawan-kawan blogger pemula melalui Yahoo Mesenger. Saya selalu geregetan dengan antusiasme dan passion yang mereka tunjukkan. Terlihat sekali adanya upaya untuk ambil peran lebih banyak dalam jagad dunia maya di Indonesia.

Namun untuk menuju ke arah situ jelas bukan hal mudah. Besarnya semangat tidak selalu menggiring kepada peningkatan kemampuan diri. Ibarat sebuah mobil yang baru keluar dari showroom dengan muatan BBM penuh. Hal ini tidak akan berarti banyak jika mereka tidak tahu kemana arah lokasi yang dituju. Akhirnya potensi dahsyat yang mereka miliki terpendam oleh kebingungan mereka sendiri.

Untuk belajar bagaimana membangkitkan kemampuan orang lain, mari kita mulai dengan memperhatikan dua hal, yaitu motivasi dan kemampuan diri. Hal pertama yang perlu kita pahami adalah motivasi dan kemampaun sangat erat terkait satu sama lain dan tak terpisahkan. Mereka bukan satuan yang terpisah. Mereka bahkan seringkali berbaur satu sama lain.

Itulah sebabnya jika sesuatu sulit dilakukan, mungkin tingkat kesulitannya tinggi atau sangat membosankan, memang hal tersebut dapat menurunkan motivasi diri. Siapa yang rela tiap hari memeriksa daftar pengunjung blog? Siapa yang mau bercapek-capek mengedit artikel lama yang dianggap sebuah blunder dan tidak relevan dengan topik blog terkini? Atau pertanyaan lebih sederhana lagi, siapa yang masih rajin blogwalking menuju blog yang sama selama tujuh hari berturut-turut?

Inilah pertanyaan pertama yang perlu kita jawab: kalau suatu pekerjaan sukar atau tidak menyenangkan atau membosankan, apakah itu termasuk masalah kemampuan atau motivasi? Seseorang tidak bisa melakukan aktifitas blogging dan akibatnya dia tidak termotivasi untuk melakukannya.

Seolah Tidak Ada Hari Esok

Menurut teorinya sih, kalau seseorang bisa melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak melakukannya, hal itu disebabkan karena tidak termotivasi. Pertanyaan metaforis yang sering diajukan untuk keadaan seperti itu adalah: โ€œKalau kepala mereka ditodong dengan senapan, dapatkah mereka melakukannya?โ€ Kalau jawabannya ya, itu artinya mereka bisa tetapi tidak termotivasi.

Kalimat menggelitik yang tertulis di atas menarik dibahas. Kalau suatu pekerjaan memang tidak mungkin dilakukan, jelas itu adalah masalah kemampuan. Mudah saja contohnya. Dan ini juga saya alami akhir-akhir ini. Misalnya, Anda berusaha sebaik-baiknya untuk mengerjakan penulisan satu artikel blog tiap dua hari tetapi tidak bisa menyelesaikan tepat waktu. Hal ini tidak berkaitan dengan motivasi.

Namun jika pekerjaannya sulit, tidak menyenangkan atau membosankan, kita perlu berpikir tentang masalahnya secara lebih detail. Ini bukan murni masalah kemampuan. Hal itu adalah masalah yang terdiri dari gabungan beberapa masalah dengan unsur motivasi dan kemampuan.

Begitulah cara kedua unsur itu bertemu. Dalam jangka pendek, kalau suatu pekerjaan tidak disenangi tetapi masih ada kemungkianan berhasil, kita bisa menciptakan โ€˜tekanan bautanโ€™ supaya pekerjaan bisa diselesaikan. Dalam jangka panjang, kita perlu mencari jalan untuk menghilangkan beberapa hal yang menjadikan pekerjaan itu tidak menyenangkan. Atau kita harus berusaha memotivasi orang agar mau membantu memotivasi diri kita. Hehehe. Sepertinya kalimat terakhir tidak perlu Anda baca.

Bagikan artikel ini melalui:

23 Replies to “Hubungan Antara Motivasi dan Kemampuan Diri”

  1. apa yah..
    sebenarnya kemampuan diri bisa diperoleh karena ada motivasi kuat untuk mencapai titik tertentu. tapi tidak menjamin untuk sebaliknya.

    seorang yang memiliki kemampuan lebih tapi tidak tergerak untuk mencapai sesuatu, sama saja NOL.

    1. saya sependapat dengan mas Fadly, artinya berbekal minim namun punya semangat tinggi bisa jadi motivasi untuk menjadi lebih baik (ngacadiri, hehe)

    2. Benar Mas, Motivasi adalah akar dari semuanya, punya kemampuan ataupun tidak jika tidak diiringi motivasi yang kuat sama aja jalan ditempat. jika motivasi yang tidak ada bagaimana caranya mengasah kemampuan.

  2. Artificial Pressure memang bagus untuk mendorong seseorang agar lebih serius dan lebih fokus lagi dalam menjalankan upaya -upaya pencapaian mimpi-mimpinya. Saya jadi ingat dulu waktu kecil diberi tulisan di kamar : Hari ini mengaji,besok tidak !

  3. Wkwkwkwk jadi ingat kata Squidward, "Kalau kamu bisa melakukannya esok hari untuk apa kamu lakukan hari ini" wkwkwkwk.

  4. saya adalah seorang yang sangat awam di dunia blogging, dulu waktu awal2 belajar sy bisa seharian penuh belajar di depan kompie…..maklum belajar sm Pak Oto dan Pak Didak, kdg ditemani sm Mbah Gugel….never feel too old for learn.

  5. Kemampuan diri bisa diasah, Yang terpenting menemukan motivasinya dulu. Apa tujuan akhirnya. Kalau tujuan akhirnya jelas, seiring perjalanan, bisa sambil upgrade kapasitas diri.

  6. Betul mas Agus, motivasi dan kemampuan diri harus sinkron agar hasil yang didapat bisa baik dan tepat waktu.

    Namun yang saya alami adalah ketidak konsistenan.
    ๐Ÿ™

  7. YUp, yg terpenting bagaimana memotivasi diri sendiri, ๐Ÿ™‚ sy selalu berusaha memotivasi diri dengan membaca artiekel, website, ataupun blog seperti blog ms agus ini ๐Ÿ™‚ inspiratif thanks…

  8. This is very interesting, You are a very skilled blogger. I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your great post. Also, I have shared your web site in my social networks!

  9. Thanks for discussing superb informations. Your internet site is so awesome. I’m impressed by the details that you have on this site. This reveals exactly how properly you understand this particular subject. Saved this site web page, is for more content articles. You, my friend, ROCK! I found only the data I currently searched everywhere and simply could not come across.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *