Ibadah Puasa Jalan Terus, Bergosip pun Masih Lancar

Kata-kata Mutiara Tentang Pakaian
Kata-kata Mutiara Tentang Pakaian

Puasa semestinya menjadikan diri kita lebih lebih bisa menahan diri dalam menjaga ucapan dan melakukan perbuatan yang tidak diharapkan oleh aturan agama. Meski demikian tidak semua umat muslim yang menjalankan ibadah puasa bisa mengendalikan pembicaraan mereka dalam berinteraksi dengan kawan-kawan dan kolega. Masyarakat milenial terbiasa untuk bergunjing di media sosial. Mereka membicarakan sifat-sifat orang lain, baik dari kejelekan maupun kebaikan sikapnya. Rupanya rutinitas bergunjing di media sosial masih berlanjut di bulan puasa ramadhan tahun ini. Bergunjing sambil menikmati sajian buka puasa bersama bukan hal yang aneh jaman now.

Sepanjang manusia masih memiliki keinginan untuk dihargai dan diperhatikan orang lain maka kebiasaan bergunjing akan tetap berlangsung. Secara alamiah manusia ingin menarik perhatian orang lain dalam hal pembicaraan maupun penampilan. Meski demikian mereka tidak melakukan secara terang-terangan maupun tatap muka. Keberadaan teknologi internet memudahkan masyarakat milenial untuk bergunjing melalui media sosial. Hasilnya pun lebih menghebohkan daripada bergosip secara manual. Cukup sebuah status untuk menciptakan sebuah kehebohan publik. Bahkan kadang kita tidak tahu status itu fakta atau hoax tapi kita terlanjur percaya begitu saja.

Pengguna internet zaman sekarang memiliki banyak kesempatan untuk bergunjing. Mereka membicarakan kejelekan orang lain di berbagai media sosial yang ia miliki. Cukup dengan membagikan sebuah status publik figur maka netizen lain akan segera memviralkan status tersebut kepada seluruh pengguna internet diseluruh dunia. Aspek kecepatan media sosial menjadi sangat penting saat ini. Hal ini semestinya menjadi pertimbangan kita saat menjalankan ibadah puasa untuk tidak cepat-cepat mengumbar kejelekan orang lain melalui media sosial. Kita harus bisa cek ulang kebenaran sebuah status sebelum membagikan kepada teman-teman dalam satu grup atau lebih.

Remaja perempuan dan ibu-ibu merupakan kelompok yang sering menggunakan jejaring sosial dan media sosial untuk membicarakan keburukan orang lain. Mereka sangat menggemari kegiatan ini. Tanpa terasa mereka melupakan fakta bahwa mereka sedang menjalankan ibadah puasa. Sungguh sangat disayangkan jika pahala puasa mereka akhirnya terkuras habis oleh tindakan kemaksiatan yang mereka lakukan karena membicarakan kejelekan orang lain di belakang orang tersebut. Lebih baik kita menahan diri untuk tidak berbicara daripada sekali berbicara tapi menyakitkan orang lain. Diam bisa berarti emas ketika terlalu banyak bicara justru menjadikan kita celaka

Ada aturan tidak tertulis kalau memang kita ingin mengkritik dan menasehati orang yang sedang melakukan kesalahan. Lakukanlah kritikan tepat di depan orang tersebut tanpa dihadiri oleh orang lain. Dengan demikian orang tersebut tidak akan tersinggung dan tidak akan merasa dipermalukan di depan umum. Itulah cara yang lebih etis untuk menunjukkan keburukan orang lain dalam pandangan kita. Semoga kita selalu bisa mengkoreksi diri sendiri untuk tidak membicarakan kejelekan orang lain karena sesungguhnya pada diri kita sendiri pun masih banyak kekurangannya.

3 Replies to “Ibadah Puasa Jalan Terus, Bergosip pun Masih Lancar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *