Jalan Awal Penulis

Oleh: Eko Ghesi Bardiyanto

Hayo teman-teman sekarang menulis menggunakan apa? jika teman-teman menjawab dengan blog maka teman-teman memiliki kesempatan untuk menjadi penulis tenar loh.

Loh kok bisa? yah bisa, karena kalo kita mempublikasikan tulisan kita dengan blog maka akan lebih mudah dibaca oleh orang-orang, bahkan mungkin bisa menjadi lebih terkenal dari para penulis yang sudah membuat bukunya sendiri.

Dengan kita menulis di blog maka akan banyak limpahan pembaca yang akan membaca tulisan karya kita. Bayangkan lahan potensial pengguna jasa internet di Indonesia saja sudah jutaan, kalo 1/4nya aja ngebaca tulisan kita, kotornya sudah ada ratusan ribu orang yang membaca bukan. Dan itu bukan merupakan hal yang tidak mungkin.

Namun yang hendak saya bahas disini adalah bagaimana jalan awal kita dalam menjadikan tulisan kita enak untuk dibaca oleh para blogger yang berseliweran di dunia maya sebagai langkah awal memanfaatkan blog dalam menulis. Bagaimana caranya? Keep Reading Brothers….

Seseorang dalam menjalankan hidup sudah pasti harus memiliki rasa ketertarikan terhadap hal-hal yang memang membuat minatnya tergugah. Begitupun dengan kehidupan para blogger yang berniat menjadi penulis, hal ini tentu haruslah dimiliki sebagai langkah awal dalam menjejakkan jemarinya di dunia blogging.

Ketika orang itu telah mantap dengan menjejakkan jari jemarinya di dunia blogging maka selanjutnya………

Sebelum lanjut, coba teman-teman jawab pertanyaan berikut :

Apakah menulis merupakan kebutuhan atau keinginan, bagimu?

*Jawaban ada di akhir artikel, tapi jawab dulu yah jangan nyontek 🙂

Ketika hal antara keinginan vs kebutuhan telah terjawab dan sudah menjadi pilihan teman-teman, maka kita harus memiliki arah serta tujuan dalam menulis. Dan tentukan dari awal bahwa memang tujuan anda adalah menjadi penulis yang baik dengan begitu imajenasi serta angan-angan kita akan memberikan ribuan jalan untuk mencapai tujuan tersebut, karena mimpi merupakan tambang dalam menulis.

Namun itu semua hanya akan menjadi hambar tanpa didukung HATI yang tenang, karena ketika kita sudah merasakan ketenangan di hati, maka dengan sendirinya kita akan dengan mudah menjiwai apa yang sedang kita lakukan, begitu pula dalam menulis. Silahkan teman-teman mencoba menulis dikala hati sedang tidak tenang, pasti teman-teman akan susah mengeluarkan ide untuk menulis. Selain itu hal ini dapat pula menurunkan kualitas tulisan [hal yang pernah saya rasakan]. Dengan menjiwai tulisan maka akan dengan mudahnya pembaca memahami tulisan kita karena tulisan tersebut merupakan gambaran jiwa tersirat.

Ketika semua itu telah menyatu maka akan timbul sebuah karya yang siap untuk dipublikasikan baik dalam bentuk buku atau dalam bentuk tulisan di blog kita, dimana menurut saya blog lebih efektif karena kita tidak akan tahu berapa banyak orang yang akan membacanya dan disinilah peranan blogging. Sepintar-pintarnya kita dalam menulis kalau tidak melakukan publikasi tulisan dan membangun brand terhadap para blogger lain maka sudah pasti yang membaca akan sedikit, jadi jangan malas dalam blogging.

Namun masih ada hal yang dapat menjadikan terhentinya langkah anda untuk menjadi penulis yang baik dan dalam hal ini saya pun masih mengalaminya yaitu krisis percaya diri [PD]. Karena tidak sedikit penulis yang masih terkekang dalam belenggu pikiran negatif terhadap karyanya sendiri. Dan untuk menjadi seorang penulis maka kita harus PD tapi asal jangan kepede-an, kan “segala hal yang berlebihan tidak baik”.

 

 

*pilihan jawaban dari pertanyaan diatas
A. Jika jawaban anda menulis adalah sebuah keinginan silahkan urungkan niat anda menjadi penulis. Karena orang yang melakukan segala hal hanya karena keinginan hanya memiliki sifat sesaat dalam dan dalam menulis dibutuhkan ketekunan. Misalnya anda memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan dari blogging, tapi itu hanyalah sifat sesaat yang ada. Karena bila kita menemukan cara yang lebih baik dalam memperoleh penghasilan yang lebih besar bukan tidak mungkin jika keinginan tersebut akan sirna dan lenyap tanpa berbekas. Karena tanpa kesungguhan, suatu keinginan takkan dapat terealisasi selain itu sebuah keinginan bersifat dinamis [selalu berubah].

B. Berbeda dengan Kebutuhan, jika anda cenderung merasa menulis merupakan feel ini yang anda rasakan, maka anda merupakan calon penulis yang baik, kenapa? karena ketika seseorang menjalankan hal karena kebutuhan maka dia akan bergerak dengan kemauan dan itu menjadikan dasar alasan untuknya agar tetap berusaha untuk memenuhinya kebutuhannya karena ketika kebutuhan terpenuhi kepuasan batinlah yang didapatkan.

5 Replies to “Jalan Awal Penulis”

  1. Saya menulis karena kebutuhan, bro. Kalau enggak gitu blog saya bisa telantar donk. Makanya saya selalu sempet-sempetin buat nulis. Tapi tentu saja topik yang saya tulis yang sesuai dengan kesukaan dan keinginan saya. Nah loh?!! =D

    1. @dimasangga, yah itu mah sebuah batas kewajaran bagi pemilik blog kan sesuai kata hati bagaimana isi dari blog yang kita kelola. yang terpenting atidak ada rasa terpaksa nulis juga pasti kita enjoy…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *