Kaitan Antara Kebebasan Dan Disiplin Diri Fulltime Blogger

Lebih banyak disiplin bukan berarti lebih sedikit kebebasan. Disiplin diri dan bekerja pintar akan menghasilkan produktifitas diri dalam bekerja.

Ide menulis artikel ini muncul saat saya sedang menulis artikel yang membahas efek badai matahari, terutama saat menghadapi efek badai matahari yang sempat mengganggu sistem komunikasi di bumi. Anggapan yang berlaku saat ini adalah profesi pebisnis online dan fulltime blogger sangat bebas dalam hidupnya. Kenyataannya, mereka memang bebas mengatur waktu dalam hidup, namun tetap harus memiliki disiplin diri untuk bekerja di internet.

Dalam proses pendewasaan, kita semua telah berkali-kali mengalami pengarahan melalui berbagai bentuk disiplin. Sebagai seorang anak kecil, masih ingat waktu masih sekolah dasar, kita duduk di bangku yang diatur dalam sebuah deretan dengan bangku-bangku lain. Kita tidak diperbolehkan berbicara. Kita harus tetap duduk disitu kecuali diberi ijin untuk berdiri oleh bapak atau ibu guru.

Lebih dari itu, kita harus pulang pada waktu tertentu dan tidur pada waktu tertentu, meskipun mungkin kita belum merasa lelah. Bagi yang berasal dari keluarga anggota keluarga TNI/Polri, mungkin Anda pernah mendapatkan perlakuan jenis disiplin yang lain yang lebih keras, yaitu disiplin militer. Dalam pendidikan dasar, jiwa kita seolah dikunci, dilucuti semua identitas pribadi kita dan dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan standard tingkah laku tertentu yang dibuat oleh institusi pendidikan tempat kita menimba ilmu.

Disiplin Diri - Jonas Sulzbach Photo dan Wallpaper for Mister International Pageant 2011
Disiplin Diri - Jonas Sulzbach Photo dan Wallpaper for Mister International Pageant 2011

Disiplin Diri Tidak Selalu Menyakitkan

Dengan pengalaman-pengalaman tersebut sebagai acuan, tidaklah mengherankan bila perkataan disiplin diri mengandung arti negatif bagi banyak orang, termasuk sebagian pebisnis online. Walaupun kita percaya bahwa cara tersebut akan memberi manfaat bagi kita, perasaan kita selalu menghubungkan disiplin dengan kehilangan kebebasan pribadi. Jiwa kita merasa terkekang dan tidak leluasa berekspresi.

Kita cenderung menganggap bahwa kebebasan dan disiplin bagi seorang fulltime blogger menunjukkan dua ujung dari suatu deret yang berurutan. Kelebihan yang satu berarti kekurangan bagi yang lain. Namun bila kita melangkah mundur dan mengulas kebebasan dan disiplin secara obyektif, maka akan menjadi jelaslah bagi kita bahwa kasusnya bukan yang ini.

Kali ini saya mengambil referensi dari salah satu penulis buku best seller Amerika. Jack Collis dan Michael Le Boeuf menuliskan dalam buku How To Unlock Your Real Potential bahwa kebebasan dan disiplin tidak dapat dipertukarkan. Keduanya dapat muncul dalam berbagai kombinasi di kehidupan. Contoh penerapannya adalah:

Dalam pemerintahan diktator terdapat kebebasan yang rendah dengan disiplin yang tinggi. Peran penguasan sangat dominan sehingga rakyat hampir tidak memiliki kebebasan.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan memiliki kebebasan yang rendah dengan sedikit disiplin. Tingkat kejahatan makin tinggi sehingga warga kota perlu waspada ketika berada di luar rumah.
Bagi masyarakat yang tinggal di pulau tropis, mereka memiliki kebebasan yang tinggi dengan disiplin yang rendah. Hal ini disebabkan karena kehidupan relatif mudah dijalani dengan sumber daya alam yang melimpah.

Displin Diri - Jonas Sulzbach for Andre Kim Photo
Displin Diri - Jonas Sulzbach for Andre Kim Photo

Fulltime Blogger Juga Bisa Terapkan Disiplin Diri

Lalu, adakah kebebasan tinggi yang didapatkan dari disiplin diri tinggi untuk seorang fulltime blogger dan pebisnis online? Masih menurut Jack dan Michael, kondisi tersebut sangat mungkin terjadi dalam kehidupan fulltime blogger dan pebisnis online saat ini. Keadaan ini akan terjadi bila seorang pebisnis online mampu melaksanakan disiplin diri. Dia menetapkan tujuan-tujuannya sendiri, merumuskan suatu strategi dan melaksanakan perintah pada diri sendiri.

Seorang fulltime blogger maupun pebisnis online seharusnya mampu memprogram dirinya sendiri untuk memperoleh kepuasan atas kebutuhan-kebutuhannya sendiri. They are single fighters dan bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup mereka. Mereka belajar memanfaatkan waktu dan energi yang dimiliki sebaik-baiknya. Lalu hasilnya, dia mampu bekerja dengan jangka waktu tertentu dengan hasil lebih produktif dari awal.

Semoga artikel kali ini bisa memberi inspirasi bagi teman-teman fulltime blogger dan pebisnis online dalam menumbuhkan disiplin diri. Disiplin diri tidak hadir begitu saja. Kita perlu membiasakan hidup disiplin sejak sekarang atau akan kalah oleh kompetisi bisnis online. Bagaimana dengan pengalaman Anda dalam menjalankan disiplin ngeblog? Silakan berbagi di kolom komentar.

Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

10 thoughts on “Kaitan Antara Kebebasan Dan Disiplin Diri Fulltime Blogger”

  1. Bayangan saya juga begitu mas. Kebebasan waktu bagi seorang fulltime blogger harus dibayar juga dengan kedisiplinan yang ketat. Dan justru tantangan paling berat adalah proses menuju hal tersebut.

  2. I agree that it is important to have self-discipline in maintaining a blog. Sometimes, I found it difficult to balance my priorities and keeping a blog. Maybe I am missing my freedom of having more time with myself when I started blogging. But I guess it takes a matter of time to be able to achieve and maintain self-discipline in oneself whether in blogging or in life. Thanks for the insights.

  3. Dalam segala aspek hidup, disiplin selalu membawa manfaat. termasuk menjadi blogger yang disiplin. Coba tanya orang yang sukses dalam sebuah aspek kehidupan, sebagian besar mereka menerapkan disiplin dengan baik bahkan dijadikan visi dan misi kerja mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *