Kebiasaan: Pelayan Setia dan Majikan Kejam

Kebiasaan adalah suatu perbuatan atau aktifitas yang secara terus menerus dilakukan. Kebiasaan juga merupakan pola pikir yang terjadi berulang-ulang, dan sering tanpa disadari, yang menghasilkan sikap tertentu. Sangat tepat jika Aristoteles dari Yunani mengatakan bahwa “kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang”. Karena itu, kemenangan bukanlah suatu perbuatan melainkan kebiasaan.

Karena kebiasaan merupakan pola pikir atau perbuatan yang berulang-ulang secara konsisten, kebiasaan menjadi faktor yang menentukan apakah seseorang bisa efektif memanfaatkan waktu. Untuk mendapatkan sukses, Anda harus menjadi manusia efektif dengan kebiasaan yang efektif.

Hubungan Kebiasaan Efektif dan Hukum Kelembaman (2)

Pelayan Setia atau Majikan Kejam

Anton Irianto dalam buku Born to Win menyatakan bahwa kebiasaan efektif akan menjadi pelayan setia yang dengan setia membantu pemiliknya untuk tumbuh berkembang dan sukses. Sebaliknya, kebiasaan yang tidak efektif akan menjadi majikan yang kejam yang tanpa belas kasihan memaksa pemilik kebiasaan itu untuk melakukan hal-hal buruk, yang bahkan merusak dirinya sendiri, dan mendorong untuk menjadi gagal bahkan menderita.

Contoh kebiasaan efektif (pelayan setia) dan akibatnya adalah: membaca memperluas wawasan, olahraga membuat tubuh sehat dan memiliki stamina prima, rajin berdoa mampu menentramkan hati, bangun pagi membuat kita tidak tergesa-gesa, tegas dalam bersikap menjadikan Anda tidak terlarut dalam segala permasalahan dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan lain-lain.

Sedangkan contoh tindakan tidak efektif (majikan kejam) dan akibatnya adalah: berpikir negatif membuat orang jadi pesimis, sikap emosional jadi mudah tersinggung dan banyak musuh, perbuatan tidak jujur bisa mengakibatkan kehilangan kepercayaan, egois menjadikan diri merasa paling benar dan menjerumuskan kepada kesombongan, tidak percaya diri bisa menutup kemungkinan terbukanya berbagai potensi diri, dan lain-lain.

Hubungan Kebiasaan Efektif dan Hukum Kelembaman (1)

Alah Bisa Karena Biasa

Setelah tahu bahwa setiap perbuatan berpotensi menjadi kebiasaan, sekarang pilihan ada pada diri Anda, mau membangun kebiasaan untuk menciptakan pelayan-pelayan setia atau membangun kebiasaan yang akan menciptakan majikan kejam. Peribahasa mengatakan “alah bisa karena biasa”. Anda mampu melakukan hal-hal hebat karena sebelumnya telah menyiapkan diri dengan melakukan kebiasaan efektif dan fokus kepada tujuan.

Untuk menghentikan kebiasaan yang sudah terlanjur tertanam dalam seperti berpikir negatif, menunda-nunda, marah-marah, egois, boros, dan sebagainya, benar-benar diperlukan upaya keras dan sungguh-sungguh, lebih dari sekedar kemauan. Memang hal ini tidak mudah dilakukan dan akan selalu ada godaan untuk kembali ke kebiasaan lama. Namun kalau Anda bisa mengatasi godaan tersebut hasilnya bagi Anda akan luar biasa.

pelayan setia dan majikan kejam

Hukum Kelembaman

Memulai kebiasaan baik memang berat dan butuh energi lebih, seperti halnya hukum kelembaman yang terjadi pada jalannya sebuah kereta api. Pada awalnya, kereta api bergerak lambat dan berat saat mulai jalan meninggalkan stasiun. Pada saat itu dibutuhkan tenaga yang besar sekali. Namun setelah beberapa saat melaju akan terasa lebih ringan, dan kereta dapat bergerak lebih cepat dengan tenaga lebih sedikit.

Demikian pula upaya untuk menghentikan kebiasaan tidak efektif, atau sebaliknya upaya membangun kebiasaan efektif. Hanya pada saat mulai upaya itu terasa sangat berat dan benar-benar dibutuhkan kerja keras dan sungguh-sungguh. Ayoย bangun kebiasaan efektif dalam blogging, maka kebiasaan itu akan membangun sukses besar bagi Anda. Mungkin bukan untuk saat ini, siapa tahu tahun depan nikmat sukses itu baru Anda rasakan.

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

76 Replies to “Kebiasaan: Pelayan Setia dan Majikan Kejam”

  1. Wah iya nih mas.. Dalam blogging saya sendiri belum bisa menerapapkan kebiasaan2 positif yang selalu mendorong saya untuk selalu bersemangat dalam ngeblog… Dulu biasa nulis kalau malem, sekarang kalau udah sehabis kerja dah kecapean jadinya… Males2an mau nulis…
    Makasih motivasinya mas…

  2. bicara soal kebiasaan ga akan pernah lepas dari yang namanya pikiran bawah sadar.
    Apa yang kita biasain akan masuk ke pikiran bawah sadar dan otomatis menggerakkan tindakan kita. Orang yang membiasakan diri dengan kebiasaan (+) maka kecenderungannya akan berbuat dan menghasilkan hal-hal yang positif juga, bahkan sampai sebuah keberhasilan diraih.. dan juga sebaliknya.

  3. Saya malah lagi punya masalah dalam hal sering menunda-nunda waktu, pernah mencoba tuk merubah, tapi ya kayak mana, rasanya itu bener-bener susah cz ya memang gitu kebiasaannya. .
    tapi semoga setelah membaca artikel mas, dan mencoba menerapkannya dapat perlahan membantu saya keluar dari permasalahan ini.

    1. Seperti halnya laju kereta api yang saya tuliskan di atas. Awalnya memang berat dan menguji kesungguhan kita. Kalau nggak bisa menghadapi sendiri, mas Widodo bisa minta bantuan keluarga dan orang-orang terdekat supaya mereka turut mendukung. Setidaknya memberi semangat supaya bisa berubah. ๐Ÿ™‚

  4. Its like you read my thoughts! You look as if know such a lot related to this, similar to you wrote the book in it or some thing. I believe that you can do with some pics to drive your message home a bit, but other than that, this is actually great blog..

  5. simply all new to blogging and definitely loved youre web site. Most likely I will bookmark your site . You certainly possess exceptional articles. Thanks for sharing with us your blog.

  6. I’d figure out your blog the actual dreamland! Whilst Santa claus knocks from our door soon after per year, a person weblog is open up the complete year D amazing!

  7. I just desired to write down a comment to be able to say thanks to you for all those fantastic hints you’re giving out only at that web site. My personal lengthy internet search offers at the end of your day already been paid with great facts to exchange with my personal site visitors. We d report that a lot of us readers are undoubtedly endowed to live inside a significant website along with lots of fantastic experts along with beneficial pointers. I feel extremely fortunate to possess come across all pages and posts and look toward a lot more thrilling times reading right here. Thank you once again for all the details.

  8. I revelled reading it. I need to recite further by this subjectโ€ฆI am appreciative the time and effort you put in your blog, because it is apparently one great set where I can attain allocation of reusable info..

  9. Very good day, this is the really superb website, Iโ€™ve plummeting in adore studying many of the posts and threads contained after the location, sustain the nice work as well as hope to learn a lot more exciting articles from the time to come.

  10. Kebiasaan: Pelayan Setia dan Majikan Kejam | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I was recommended this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my problem. You’re wonderful! Thanks! your article about Kebiasaan: Pelayan Setia dan Majikan Kejam | Catatan Motivasi Blogging Indonesia Best Regards Rolf Veronica

  11. Kebiasaan: Pelayan Setia dan Majikan Kejam | Catatan Motivasi Blogging Indonesia I was suggested this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my problem. You’re amazing! Thanks! your article about Kebiasaan: Pelayan Setia dan Majikan Kejam | Catatan Motivasi Blogging IndonesiaBest Regards Cassetta

  12. Thanks for making the effort to speak about this, Im fervently about this and I appreciate learning this subject. Make sure you, as you acquire information, make sure you revise this website with increased info. Ive found it very useful. There has to be charging stations everywhere.

  13. Mother in law, rearranged, spells woman Hitler’ and from that comment I can only suggest that if you’re ever unfortunate enough to stay at her house, you avoid the shower.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *