Kelenturan Sikap Vs Ketegasan Diri

image

Mengadaptasikan perilaku berdasarkan kebutuhan masyarakat adalah sebuah keharusan. Mustahil kita bisa mendapatkan kenyamanan dengan pemaksaan karakter diri. Semua harus dikompromikan. Namun sejauh mana kita harus menyesuaikan diri dengan tidak mengubah karakter asli? Disinilah seni kehidupan memainkan perannya. Kelenturan sikap diperlukan bersamaan dengan ketegasan diri dalam berjalan sesuai keyakinan. Pengendalian diri mutlak diperlukan. Bukan untuk menghindari masalah, tapi untuk menciptakan keharmonisan bersama.

Contoh mudah dalam hal ini adalah bagaimana Anda membawa diri dalam berorganisasi. Perang kepentingan dan perebutan pengaruh politik akan selalu mewarnai sejarah perjalanan organisasi. Anda selalu punya pilihan untuk menolak atau menerima pengaruh itu. Berpikirlah untuk tujuan jangka panjang. Sadari segala konsekuensi yang mungkin hadir di kemudian hari.

Korban politik dan korban perebutan kekuasaan. Mungkin saja Anda akan termasuk di dalamnya. Anda tidak akan menyadari betapa langkah Anda sedemikian jauh tersesat sampai Anda tersadar telah melampaui batas kelenturan sikap. Tanggap terhadap perubahan bukan berarti Anda harus menggadaikan harga diri. Tidak. Anda tetap harus menjunjung nama baik Anda tanpa harus menghambakan diri pada orang yang dholim.

Jangan lupakan orang-orang yang selama ini telah mendampingi Anda. Mereka adalah para penasehat paling bijak untuk mengukur seberapa jauh Anda membuka pikiran dan terbawa arus kehidupan. Mereka adalah penilai paling obyektif. Ingat, Anda tidak bisa menilai diri Anda dengan benar kecuali Anda bernyawa ganda. Semoga terinspirasi

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *