Kini Kau Baru Tahu Rasanya Sakit Diabaikan

image

Pahami percakapan orang lain dengan seksama. Dengarlah keluh-kesah itu dengan telinga terbuka lebar. Kemampuan Anda menangkap gejala-gejala permasalahan adalah daya selidik ampuh untuk mencegah timbulnya huru-hara di masa depan. Sebagai pemimpin, jangan sampai Anda menyesal dengan seribu duka pada saat ditinggalkan punggawa perang. Anda adalah penanggungjawab arah laju organisasi.

Seringkali Anda dapatkan seorang isteri mengomel di pagi hari pada suaminya. Pa, ini musim penghujan. Kalau berangkat kerja jangan lupa bawa jas hujan. Dengan seenaknya si suami menjawab. Ah mama ini kayak peramal saja. Mana mungkin hujan lha wong cuaca cerah. Tak lama waktu berlangsung, hujan pun turun dengan deras. Anda basah kuyup di atas motor. Sampai rumah tidak ada orang.

Anda flu dan demam. Isteri keluar kota mendadak. Malam itu Anda berusaha menghadapi demam sendiri. Belum lagi hujan deras berlanjut hingga semalam suntuk. Anda baru menyesal semua telah terjadi. Terlambat. Keluh-kesah Anda tidak berguna. Itulah resiko mengabaikan nasehat orang lain. Anda meringkuk di sudut kamar sambil bergumam, ah andai saja tadi pagi aku menuruti saran isteriku.

Kini kau baru tahu rasa. Bagaimana rasanya sakit hati karena saran baik telah diabaikan. Semua perilaku memiliki timbal balik, entah sekarang maupun di akhirat kelak. Kesombongan Anda dalam mengabaikan orang lain pasti memberikan pengaruh secara positif terhadap kinerja Anda di masa depan. Sayangi orang-orang terdekat Anda sejak sekarang. Semoga terinspirasi.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *