Limpahan Ide Menulis di Sekitar Kita

Salah satu pemikiran Albert Einstein favorit saya adalah tidak ada penemuan yang benar-benar baru di dunia ini. Apa yang dikatakan orang sebagai penemuan paling mutakhir abad ini, sebenarnya tidak lebih dari upaya penyempurnaan beberapa eksperimen terdahulu.

Begitu pula yang saya alami dalam blogging. Artikel-artikel dalam arsip blog ini pun tak lebih dari secuil kilatan ide saya dalam menangkap dan mengolah berbagai rangsangan yang masuk melalui mata, telinga dan praktek lapangan. Melalui proses reimaging (penggambaran ulang peta pemikiran) yang kadang bikin mumet kepala, maka terlahirlah kalimat posting. Lalu, dari mana saja asal pemikiran saya? Berikut ini di antaranya.

Great Quotes from Great People.

Yang pertama tentu saja pemikiran dan pengalaman para tokoh sukses dan terkenal yang saya baca dari buku dan jurnal ilmiah. Kalimat-kalimat yang terdengar dahsyat di telinga seolah menyihir saya untuk secara sukarela menggerakkan tangan dan memainkan imajinasi terpendam dalam blogging.

Latar belakang mereka pun beragam. Dalam ilmu fisika, saya terinpirasi Hukum Kelembaman Newton untuk menulis artikel moment yang tepat untuk kebangkitan diri. Untuk bidang manajemen korporat, artikel ngeblog dengan Konsep PDCA terlahir waktu saya menjalani meeting koordinasi awal tahun ini.

Dan masih banyak artikel lain hasil pengembangan ide liar kalau bidang-bidang di luar blogging saya usung ke dalam blogosphere. Tidak semuanya nyambung sih, karena kadang saya kesulitan mengambil perumpamaan yang cocok dengan realita ilmu ngeblog. Tapi pembaca nggak ambil pusing, asal ada benang merah antara quotes yang saya comot dengan topik yang sedang dibahas, oke-oke aja tuh.

Perkembangan Internet dan Komunitas Dunia Maya

Internet telah mempertemukan saya dengan banyak kawan dengan berbagai keanekaragaman yang ada. Perbedaan budaya, usia, gender, agama, suku, status social, tingkat pendidikan, orientasi hidup, idealisme dan lain-lain adalah sebuah fakta yang membingungkan sekaligus menyenangkan.

Meski tak jarang menimbulkan miskomunikasi lintas kepala, sejauh ini saya bisa menikmati kehidupan jejaring social yang banyak memberi ide penulisan artikel blog. Bagi yang rajin memantau timeline Twitter saya, pasti tahu bagaimana ruwetnya menyaring informasi yang memberi ratusan ide menulis.

Ssst, ini rahasia ya. Tak jarang saya menyelipkan curcol dari Twitter ke dalam artikel blog. Ini terjadi saat saya benar-benar nggak bisa menahan serbuan perang ide yang memberondong otak. Walaupun masih ada unsur emosional, tapi kalau dibungkus dengan rapi pakai bungkus kado warna-warni, dijamin nggak ketahuan belangnya deh.

Infotainment dan Reality Show

Jujur saya jarang nonton televisi, tapi kalau lagi kumat bisa nonton hingga berjam-jam dari sore sampai malam. Itupun saya pilih acara yang bisa menyegarkan pikiran. Mengikuti berita perkembangan kasus artis, reality show pencarian bakat, komedi OVJ, Realigi, balap F1 adalah beberapa diantaranya.

Saya suka acara-acara tersebut karena aksi yang dilakukan adalah alami dan apa adanya, bukan olah acting di bawah pengarahan sutradara. Sehingga apa yang terjadi bisa saya bandingkan dengan kehidupan nyata diri saya, sekaligus jadi latihan seru untuk menambah kosakata baru menurut perkembangan anak gahul. Yaaa, sebagian besar pembaca kan suka berita yang fresh from oven.

So, waktu nonton televisi jangan cuma ngiler lihat penampilan sexy si penyanyi, tapi amati pula konsep yang sedang dipakai oleh panitia acara. Kalau mau lebih jeli, apakah memungkinkan mengadaptasi konsep bisnis entertainment ke dalam bisnis online. Misalnya, meniru lipsing Keong Racun Sinta dan Jojo untuk membangun popularitas.

Semua bisa jadi ide menulis, asal…

Jadi pada dasarnya ide menulis itu bukan hasil pikiran Anda pribadi. Terlalu berlebihan kalau mengklaim semuanya hasil brainstorming dalam ruang private individu. Peran serta pihak lain masih sangat besar. Dan ide tersebut bisa datang kapan saja, dari mana saja dan dimana saja. Apa yang Anda lihat, Anda dengar dan Anda rasakan adalah input yang berharga untuk diolah lebih lanjut dalam baris kata-kata.

Kuncinya satu, pintar-pintarlah melakukan personifikasi (perumpamaan) dan analisa terhadap satu kejadian yang Anda alami. Personifikasi memicu kreatifitas daya imajinasi otak kanan Anda, sedangkan aktifitas analisa membantu melatih perkembangan alam berpikir otak kiri.

Biar kata blogging adalah aktifitas online yang absurd, Anda tetap bisa mengadaptasi apapun yang ada dihadapan untuk dituangkan ke dalam artikel. Kalau hal ini bisa Anda latih, saya yakin yang namanya kekeringan ide menulis nggak bakalan muncul dalam sejarah blogging Anda di masa depan.

Bagaimana dengan Anda? Cerita dong pengalaman seru mengadaptasi peristiwa dan pemikiran orang lain.

One Reply to “Limpahan Ide Menulis di Sekitar Kita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *