Membangun Kemampuan Manajerial Blogger

Perkembangan dunia blogging makin seru diamati. Kalau dilihat dari kuantitasnya, makin hari ranah blogging makin sesak oleh para newbie yang mencoba peruntungan eksis di blogging. Tapi kalau ditinjau dari kualitasnya, saya yakin masih banyak yang belum mengoptimalkan blogging dalam arti yang sesungguhnya.

Saat blogwalking, sering saya jumpai blog yang terlantar. Nggak tahu apa pemiliknya sudah bosan ngeblog atau memang nggak sempat ngeblog karena kesibukan lainnya. Well, saya nggak mau ambil pusing apapun alasan mereka. Ngeblog kan suka-suka Anda. Mau pensiun dini juga boleh.

Nah, bagi yang masih berminat ngeblog untuk tujuan jangka panjang, inilah saatnya mengevaluasi kemampuan manajerial ngeblog Anda. Tak ubahnya sebuah perusahaan, ngeblog juga butuh hal-hal detail supaya target Anda tercapai. Konsepnya mirip dengan teori PDCA yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu.

Yang termasuk kemampuan manajerial dalam ngeblog diantaranya adalah :

1. Merencanakan dan memproduksi artikel yang akan diterbitkan.

Sebagian kecil blogger mempunyai kemampuan menulis artikel dalam waktu 5 menit langsung published. Namun sebagian besar lainnya, termasuk saya, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menulis sebuah artikel. Sehingga perlu waktu, tempat dan suasana khusus agar ide menulis mudah di dapat.

Hal ini kelihatannya sepele. Tapi banyak blogger gagal pada tahap ini karena salah menentukan prioritas. Ingat-ingat kuadran prioritas yang pernah dimuat dalam artikel Arief Maulana. Seperti itulah gambarannya. Aktivitas online itu jumlahnya banyak sekali. Dari yang penting, biasa hingga nggak penting banget. Kalau sudah terjebak kepada sosmed addicted, biasanya blog pribadi yang dikorbankan.

2. Mempromosikan tulisan secara cepat dan tepat.

Yang fresh from oven memang laris manis bak kacang goreng yang dijual di lapangan layar tancap. Artikel yang Anda tulis harus diberitahukan kepada kawan-kawan secepatnya. Percuma kalau artikel terbitnya sekarang tapi baru diumumkan minggu depan. Bagi blog dengan topik up to date, hal ini sudah basi. Nilai berita yang Anda tulis sudah usang dimakan waktu. Sangat mungkin pembaca telah mengetahui kabar tersebut dari portal berita yang timeline Twitter-nya mengalir setiap menit.

Selain itu, banyak sarana sebagai media promosi. Pilihan tergantung karakter masing-masing orang. Cara alami adalah dengan blogwalking sesaat setelah menerbitkan artikel. Atau kalau nggak mau ribet, Anda bisa memanfaatkan fasilitas update otomatis dengan script link agregator ataupun update otomatis dari twitterfeed dan feedburner.

3. Daya juang memotivasi diri sendiri.

Ini juga tidak kalah penting. Banyak blog dengan topik motivasi terlahir. Tapi anehnya, banyak juga admin blog nggak bisa memotivasi diri mereka sendiri. Lalu jadinya terdengar lucu. Gimana mau membangkitkan semangat ngeblog orang lain sementara blognya sendiri masih sering terbengkalai. Ironi memang.

Blogging itu penuh dengan ketidakpastian. Kondisi yang terjadi berkembang sesuai hukum alam. Kalau Anda tidak punya jiwa self motivator, siap-siap saja menyusul nasib kawan-kawan yang udah duluan pensiun dari blogging. Mau tetap semangat? Ingat-ingat tujuan awal Anda ngeblog. Kalau mau lebih semangat lagi, bangkitkan energi internal dan ekternal yang Anda miliki.

4. Kemampuan bekerjasama dengan blogger lain.

Siapapun tahu, jaman modern identik dengan tingkat persaingan yang tinggi. Baik bersaing dengan kawan sendiri maupun dengan penduduk bangsa lainnya. Namun tidak selamanya persaingan berwujud saling mematikan dan berdarah-darah. Daripada kalah jadi abu menang jadi arang, mending ngajak duet maut aja.

Salah satu bentuk kerjasama populer adalah dengan menjadi penulis tamu. Nggak ada ruginya menulis artikel dalam dashboard tetangga. Selain membuka peluang terbentuknya kerjasama yang lebih erat, hal ini lumayan menguji nyali lho. Karena itu nggak semua blogger berani melakukannya.

Jangan banyak pertimbangan kalau mau nulis di blog sebelah. Minimalkan ego dan lihatlah tujuan yang lebih besar sebagai ajakan maju bersama-sama, bukannya tertawa melihat kejatuhan kawan sendiri. Jadi single fighter itu sangat riskan lho.

Kesimpulannya…

Prinsip dasarnya adalah Anda menjadi manager bagi blog pribadi Anda, sehingga tanggung jawab itu melekat kepada pundak Anda. Bukan kepada sejumlah teknisi yang biasa merawat sebagian blog yang didanai jutaan rupiah per bulannya.

Bagaimana, ada yang bersedia menambahkan tips manajemen blogging lainnya?

Bagikan artikel ini melalui:

9 Replies to “Membangun Kemampuan Manajerial Blogger”

  1. Wah, bener mas, mungkin yang termasuk prinsip dasar adalah konsistensi kita nulis. hehe.. mas agus sering-sering mampir ke blog saya, insya Allah update terus.. kalo bisa dicoment ya, monggo tapi tapi kalo tulisannya awut-awutan, di “like”aja ya, mas biar kliatan klo pernah di baca orang..hehehehe…

  2. Thanks , I have recently been searching for information about this subject for ages and yours is the best I have discovered till now. But, what about the conclusion? Are you sure about the source?

  3. Un número creciente de con fabrica se han convertido en a realidad y, además, Agencias que específicos a calidad en en un solo en la parte superior de la que .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *