Menenangkan Diri Dalam Alunan Lagu Dolanan Anak

Musik anak-anak
Musik anak-anak

Dunia anak selalu diliputi kegembiraan dan canda ceria. Tawa renyah mereka selalu mampu menggoda perhatian saya untuk lebih lama berlarut dalam lagu alami. Cublek-cublek suwong suwonge sing nggelenjer tak ijo royo royo sopo gelem melok aku. Lagu pembuka itu mampu menyeret imajinasi saya ke alam ilusi, mungkin masa puluhan tahun silam. Dinginnya hujan di malam ini sedikit terabaikan oleh lagu-lagu dolanan anak yang menjadi theme song Festival Dolanan Anak Jombang bulan lalu.

Irama-irama cepat berpadu dengan pecahan suara satu dan suara dua. Ternyata paduan suara anak-anak tidak kalah bagusnya dengan orkestra Erwin Gutawa. Pikiranku menari-nari diantara keyboard laptop dan playlist lagu anak-anak. Aku merasa riang kembali. Entahlah, sepertinya aku menemukan kembali duniaku yang hilang. Ibarat anak kecil yang mendapatkan kembali mainan gasing miliknya. Aku tidak ingin melepaskan ataupun sekedar meminjamkan kepada orang lain.

Monggo… monggo… monggo pinarakaken sekeco…. Suara sinden kecil itu melenakan ruang pendengaranku. Walau sinden kecil asal Kediri itu telah meninggal dalam kecelakaan maut tahun lalu, tetap saja magis suaranya memukau ruang dengar. Aku tahu ini adalah permintaan jiwa yang mendambakan kedamaian. Dalam lagu dolanan ku temukan kebutuhan akan permainan dunia. Playful world.  Tidak banyak permainan tersedia bagi orang dewasa selain permainan bercinta. Inilah alternatifnya.

Lagu dolanan anak yang jauh dari romansa percintaan orang dewasa seolah menebar sedikit oksigen pada udara yang dipenuhi polutan.  Semakin jarangnya penerbitan lagu-lagu bergenre anak setidaknya mendewasakan anak lebih cepat dari seharusnya. Kebrangas, demikian orang Jawa menyebutnya. Cobalah sekali-kali Anda mendengarkan lagu dolanan anak sesuai bahasa setempat. Jika Anda tidak menyukainya, atau tidak begitu familiar dengannya, itulah salah satu pertanda Anda tidak punya hati. Semoga terinspirasi.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Menenangkan Diri Dalam Alunan Lagu Dolanan Anak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *