Mengenal Proses Editing Sebuah Buku

Oleh: Vidzas Erdien

Apa yang Anda pikirkan katika mendengar kata editing dalam proses penerbitan sebuah buku? Apakah yang Anda pikirkan itu berkenaan dengan pembetulan kata-kata yang salah penulisannya? Ataukah berkenaan dengan pembenahan kalimat-kalimat rancu?

Berbicara tentang editing, memang tidak akan terlepas dari pembetulan kata-kata yang salah penulisannya dan pembenahan kalimat-kalimat rancu. Akan tetapi, editing tidak terbatas dalam kedua hal tersebut. Proses editing umumnya berkenaan dengan beberapa hal berikut.

  1. Telaah naskah berdasarkan segmen pasar; “Apakah naskah tersebut akan laku dijual atau tidak?” Untuk mengetahui hal ini, seorang editor perlu turun ke lapangan untuk mencari informasi mengenai buku-buku yang sedang jadi trend di pasaran. Penerbit-penerbit besar biasanya menempatkan petugas khusus di toko-toko buku berskala besar sebagai informan.
  2. Telaah naskah berdasarkan biaya produksi dan harga jual; “Apakah naskah tersebut memungkinkan untuk diterbitkan?” Dalam hal ini, seorang editor harus mampu menetapkan jumlah halaman (ketebalan) buku. Pertimbangannya, jika biaya produksi terlalu besar maka harga jual akan tinggi. Akibatnya, buku sebagus apa pun penjualannya akan lamban jika harganya mahal.
  3. Telaah sistematika penyajian materi. Dalam hal ini, seorang editor harus menelaah unsur logis naskah antarbab, antarsubbab, antarparagraf, dan antarkalimat. Materi antarbab, antarsubbab, antarparagraf, dan antarkalimat harus runtut dan  ada keterkaitan ide-tidak loncat-loncat.
  4. Telaah paragraf. Teorinya, satu paragraf hanya memiliki satu ide pokok, yaitu satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Anda tentu sudah sangat paham mengenai hal ini.
  5. Telaah kalimat. Dalam hal ini seorang editor harus mampu menyajikan kalimat efektif dan mudah dipahami. Keterbacaan kalimat ini berkaitan dengan jumlah kata dalam setiap kalimat. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat usia atau tingkat intelejensi pembaca. Contohnya: Untuk murid kelas I dan II SD, panjang kalimat adalah 3 sampai 5 kata; Untuk murid kelas III SD, panjang kalimat adalah 5 sampai 7 kata; Untuk murid kelas IV dan V SD, panjang kalimat adalah 7 sampai 9 kata; Untuk murid kelas VI SD, panjang kalimat adalah 9 sampai 11 kata. Panjang kalimat ini akan mempengaruhi tingkat keterpahaman kalimat, makin panjang sebuah kalimat akan makin sulit untuk dipahami. Tidak percaya? Buktikan sendiri!
  6. Telaah kata. Hal ini berkaitan dengan pemilihan kata-kata yang tepat  dan kebenaran penulisan kata-kata tersebut.

Itulah sekilas proses editing sebuah buku yang saya ketahui selama ini. Semoga bermanfaat! Jika Anda mempunyai informasi baru tentang hal ini, saya tunggu sharingnya di sini 😀

_____________________________________________________________

Sekilas Penulis

Vidzas Erdien dilahirkan di Kota Intan, Garut, pada pertengahan tahun 1978. Menempuh pendidikan tinggi Program Pendidikan Bahasa Arab-Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah lulus kuliah, Vidzas mengajar di beberapa sekolah, baik swasta maupun negeri; kemudian terjun ke dunia penerbitan sebagai tenaga editor buku-buku pelajaran. Saat ini aktif menulis buku-buku pelajaran Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda, sambil belajar menekuni bisnis online.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

6 thoughts on “Mengenal Proses Editing Sebuah Buku”

  1. Wah, saya jadi tahu tentang edit-mengedit buku. Saya mau tanya, apakah dalam proses editing itu editor langsung boleh memperbaiki atau harus dengan persetujuan si pembuat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *