Menggigil di Ketinggian Telaga Sarangan Magetan

Griya Sakha - Villa Bergaya Minimalis Harga Murah di Kota Wisata Batu Malang
Griya Sakha – Villa Bergaya Minimalis Harga Murah di Kota Wisata Batu Malang

Pagi ini saya dan kawan-kawan guru dari UPTD Kecamatan Mojowarno mengikuti acara diklat di Hotel Merah 2 Sarangan Magetan. Inilah untuk pertama kalinya saya berkunjung ke Telaga Sarangan. Saya tidak pernah merencanakan perjalanan ke Sarangan. Tugas dinas dari sekolah memaksaku melangkahkan kaki kesana. Butuh waktu sekitar lima jam perjalanan dari Jombang ke tempat wisata di Magetan ini. Perjalanan yang panjang dan melelahkan ke obyek wisata di Kabupaten Magetan.

Namun segala rasa lelah terbayar saat sudah sampai di area Sarangan. Udara pegunungan yang dingin ditambah pemandangan alam yang bagus mampu menghilangkan segala penat selama perjalanan. Saya dan peserta lain menginap di Hotel Merah 2 Sarangan. Kebetulan saya mendapatkan kamar 309 yang berada di lantai 3 hotel yang bercat warna merah ini. Angin pegunungan yang dingin menerpa sekujur tubuh. Walaupun sudah berdiam di dalam kamar, udara dingin masih terasa menusuk tulang.

Malam hari selepas mengikuti rangkaian materi diklat saya dan beberapa orang kawan jalan-jalan menyusuri sepanjang jalan sekitar telaga. Jam sembilan malam sudah terlalu larut untuk jalan kaki. Untungnya masih ada sebuah rumah makan yang menjual sate kelinci Sarangan yang melegenda. Sate kelinci rasanya unik. Dagingnya lebih kenyal daripada sate ayam. Aroma sangit menciptakan sensasi wisata kuliner yang unik di Kota Magetan. Sate kelinci selalu menjadi primadona wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan.

Inilah cerita hari pertama liburan ke Telaga Sarangan…

Hari kedua berada di area wisata Telaga Sarangan berlangsung dengan cepat. Pagi-pagi saya dan dua orang kawan menyusuri area sekeliling danau buatan ini. Ada banyak kera bermain diantara dahan pohon-pohon di sekitar telaga. Saya sempat dibuat shock karena ulah salah satu pimpinan kera yang menunjukkan wajah pengusiran kepada saya. Saya bergegas menjauhi sekawanan kera yang pagi itu tampak terusik oleh keberadaan saya.

Keindahan Telaga Sarangan dihasilkan dari penampakan formasi kulit bumi berupa Gunung Lawu dan beberapa gunung yang melingkarinya. Banyak pendaki gunung berusaha menaklukkan puncak Gunung Lawu. Sebelum mencapai Gunung Lawu biasanya para pendaki mampir ke air terjun Tirtosari yang terletak di bawah Gunung Argopuro. Itulah satu rangkaian paket wisata petualangan di Kabupaten Magetan yang menarik untuk dicoba.

Menurut pengamatan saya, luas Telaga Sarangan hanya seperempat luas Waduk Selorejo. Kondisi telaga kurang bersih dengan adanya tumpukan sampah di beberapa pojok danau. Debit air Telaga Sarangan pun tidak terlalu besar. Musim kemarau yang panjang ternyata banyak mempengaruhi kumpulan air di Telaga Sarangan. Overall, saya tidak terlalu menikmati suasana danau Sarangan. Beberapa makanan kecil hasil kerajinan rakyat cukup mengobati kekecewaan saya. Hari yang cukup menyenangkan di akhir pekan bulan ini.

2 Replies to “Menggigil di Ketinggian Telaga Sarangan Magetan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *