Menghindari Memberi Nasehat Instan

Ketika kita mendengar ada orang yang menghadapi hambatan menggali kemampuan, biasanya kita langsung memberi saran. Kita bahkan tidak memikirkan efeknya. Yah, mungkin saja kita berpengalaman dan tahu bagaimana jalannya segala sesuatu. Jadi ketika kita melihat masalah, kita langsung menyingsingkan lengan baju dan mulai membenahi ketidakberesan ini. Hal itu merupakan respons otomatis. Begitu melihat ada masalah, bing, gerbang terbuka. Dan lidah kita bergerak lalu berkata-kata.

Ketika orang datang kepada Anda dan mengatakan bahwa mereka sudah kehabisan akal buat maju, bisa dipastikan Anda akan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Bukankah mereka meminta Anda untuk memberi tahu apa yang harus mereka lakukan? Meskipun demikian, langsung terjun dan memberikan jawaban tidak selalu merupakan tindakan cerdas.

Dalam beberapa kesempatan, saya menilai hal ini justru bisa menimbulkan ketergantungan berpikir yang bisa menggiring para pemula menjadi bodoh secara klinis. Mungkin kalimat ini terdengar agak kasar, tapi saya tidak mendapat padanan kata yang lebih tepat. Yang sering terjadi adalah mereka lebih memilih jalan pintas mencari kesuksesan. Dan ini adalah hal yang maklum terjadi, apalagi kalau Anda mengelola web affiliasi yang memandu banyak pebisnis online pemula membangun dasar-dasar penting untuk langkah mereka.

Mereka lupa satu hal: proses. Tidak akan ada angka 9 kalau kita tidak memulai dari 0, 1, 2 dan seterusnya. Proses tidak saja menambah pengetahuan pada satu bidang yang kita geluti. Proses juga mampu mematangkan sikap kita untuk lebih bijak memilih keputusan-keputusan yang lebih kompleks dan mengambil sudut pandang dari berbagai level bidang kerjasama. Melupakan proses sama dengan mempercepat pematangan kulit luar padahal dalamannya masih mentah. Orang Jawa bilang matang kebrangas.

Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk berproses dan ada waktu untuk berpanen. Selamat menikmati proses sesuai dengan waktu kita masing-masing. Selamat berjuang!

Bagikan artikel ini melalui:

45 Replies to “Menghindari Memberi Nasehat Instan”

  1. Yang saya alami, bukan hanya dunia blogging. Ketika seseorang mengalami suatu masalah, banyak yang memberi saran. Namun, sang pemberi saran tidak memiliki pengetahuan mengenai masalah yang dihadapi.

    Akhirnya bukanlah penyelesaian masalah, tapi timbul kembali masalah.

  2. semua butuh proses. Betul sekali tuh mas, ngga bisa langsung dapat nilai sembilan tanpa melewati 1,2,3 dst. Sama seperti kata bapakku, untuk mencapai sesuatu ada step by step, ada A, B, C, tidak bisa langsung Z.
    Sayangnya orang Indonesia suka segala yang serba instant itu 🙁 Padahal sudah tahu mie instant dan foto polaroid tidak bagus dan tidak tahan lama

    EM

  3. Terkadang memang dalam urusan tertentu orang akan cenderung lebih melihat hasil, Namun kebanyakan lebih mengutamakan melihat proses baru hasil. Seperti halnya perekrutan karyawan pasti akan melihat portofolionya baik karya yang sukses maupun yang gagal.. Banyak orang yang malu untuk menampilkan portofolio kegagalannya namun jika dilengkapi dengan kesuksesan setelah itu akan memberikan nilai yang lebih untuk kita…

  4. baiklah mas, tulisan mas ini adalah ttg saya, kemarin saya pun sdh melakukan mengulang lagi dari modul 1 , hehehe saya memang galau , terimakasih ya…. gara2 saya mas jadi update blog baru…. hehehe…. maaf dan terimakasih hehehe

    1. Hahaha…
      Bukan kok! Ini nggak ada hubungannya dengan mbak Amalia. Suwer deh…! 🙂

      Kejadiannya terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Ada salah satu ponakan minta dibantu carikan kerja di Surabaya. Lama-lama saya pikir yang banyak usaha malah saya, dia cuma nunggu hasil. Jadinya saya merasa ini yang butuh kerjaan aku atau dia ya. 🙂

  5. Saya sering tergiur melihat beberapa orang sukses dan ingin sekali seperti mereka, namun ternyata untuk meraihnya bukan pekerjaan mudah dan itu sering tidak di lihat. Mari semangat untuk meraih kesuksesan

  6. Mungkin akan lebih pas jika kita mampu membangkitkan … semangat dan kreativitas mereka untuk menyelesaikan masalah nya .. karena sesuatu solusi yang berasal dari dalam diri kita jauh lebih efektif …

  7. Ping-balik: Menghindari Memberi Nasehat Instan | Panduan Blogger Pemula
  8. Ping-balik: Menghindari Memberi Nasehat Instan « Motivasi Blogger
  9. Ping-balik: Menghindari Memberi Nasehat Instan | Catatan Blogger Kota Jombang
  10. Yang lebih ironis jika kemudian jadi seperti lilin. memberi cahaya terang disekitarnya namun akhirnya terbakar habis.
    Mencoba andil mengatasi masalah tapi dia sendiri terjerumus dan mungkin menjerumuskan orang lain ke dalam masalah baru.

  11. pernah belajar pengalaman dari pak anthony dio martin, beliau berkata hati2 terhadap “killer statement” dimana mereka mencoba menjatuhkan komitmen kita untuk tetap berjuang dengan kata-kata dan kalimat paling halus sekalipun, bahkan mendekati nasihat, dan saran. Walau relevansinya tidak pernah teruji terbukti, namun kalau kita goyah, akan tertelah mentah-mentah nasihat-nasihat itu. hehe, setau saya itu mas, jadi tetap harus punya filter dan pegangan hidup yang baik, benar, dan kuat.

  12. Aku pikir ga ada salahnya langsung memberikan solusi atau saran. TAPI… tentu bukan saran atau solusi yang sifatnya instan. Aku pribadi lebih suka menuntun mereka dari tahapan yang paling dasar. Bukan metode short cut yang memang bisa kalau kita sudah di level yang lebih baik. Tujuannya biar mereka merasakan prosesnya. Dan dari proses mereka belajar banyak. Karena kita-kita juga berada di posisi sekarang ini, adalah hasil dari proses.

  13. Ada ‘analogi usang’ yang mungkin tepat menjelaskan hal ini, ‘jangan memberi ikan, tapi berilah alat pancing’. Memberi ikan adalah analogi untuk seorang ‘guru’ yang menyediakan semua fasilitas sehingga si ‘murid’ malah termanjakan dengan fasilitas tersebut, terbiasa berpikir dan bertindak instan dan ujung-ujungnya tak tangguh menghadapi berbagai masalah. Memberi alat pancing adalah analogi untuk seorang ‘guru’ yang membimbing ‘murid’-nya menjalani proses yang wajar untuk meraih kesuksesan, di bidang apapun. Cara ‘memberi alat pancing’ inilah yang akan mampu menghasilkan ‘murid’ yang dewasa dan tangguh.

  14. kalau saya pribadi ketika dihadapkan dengan masalah ya terus terang aj klw mampu ya bilang mampu dan kalau gak bisa ya saya angkat tangan hehehehe..salam kenal mas – mas blogger saya blogger baru neh…… d tunggu kedatangannya d blog saya..

  15. I’m not positive the place you are getting your information, however good topic. I must spend a while studying much more or working out more. Thanks for fantastic information I was searching for this info for my mission.

  16. untuk menyelesaikan suatu masalah ada baiknya kita melihat dari sisi masalah itu sendiri dan jangan kita berpatokan dari sudut pandang kita melihat masalah itu hal seperti itu bukan menyelesaikan tapi malah menambah masalah jadinya dari 1 meter eh jadi satu km….jauh bang

  17. This is really fascinating, You’re a really skilled blogger. I have joined your feed and appear forward to seeking much more of your wonderful publish. Also, I have discussed your site in my internet sites!

  18. I’ve learn a few excellent stuff here. Certainly worth bookmarking for revisiting. I surprise how a lot effort you place to create this type of excellent informative website.

  19. Hi my friend! I wish to say that this article is awesome, great written and include approximately all vital infos. I would like to look extra posts like this .

  20. Ping-balik: Naroko
  21. Ping-balik: prada pink
  22. Ping-balik: denali hoodie north face

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *