Mengundang Keberuntungan, Menggapai Impian

Sudah ngeblog ngalor-ngidul tapi merasa belum beruntung? Bisa jadi itu cuma anggapan yang salah terhadap diri sendiri. Atau bisa juga karena Anda salah memilih langkah? Apapun penyebabnya, ada baiknya Anda baca artikel kali ini. Pembahasan ini sudah sering nampang di berbagai blog, baik dalam maupun luar negeri. Mungkin Anda sudah bosan membacanya. Hahaha. Tak apalah. Makin sering dibaca, sebuah konsep makin merasuk ke dalam pikiran. Yuk kita bahas satu demi satu.

Memvisualisasikan mimpi.

Banyak cara bisa digunakan untuk memvisualisasikan mimpi menjadi sebentuk kesuksesan. Salah satunya adalah menumbuhkan perasaan yang kuat pada diri Anda sendiri: “Ini benar-benar akan bekerja dan saya harus bekerja keras untuk hal itu.” Cara ini disebut membawa kendaraan mimpi ke jalur positif.

memaksimalkan keberuntungan mencapai impianNamun ujian sebenarnya justru berlangsung setelah beberapa waktu ke depan. Yaitu bagaimana menjaga visualisasi itu tetap berkobar dan tidak terpengaruh hambatan di kiri dan kanan. Hal ini dapat bekerja jika Anda tidak mengizinkan pikiran untuk kembali ke jalur negatif.

Gunakan tekad, bukan kekedar imajinasi.

Bagi sebagian besar orang, termasuk saya, lebih mudah untuk jatuh ke dalam fantasi berpikir dan bukannya fokus dan diarahkan berpikir tentang tujuan hidup kita. Duh, musim hujan gini memang asyik berkhayal di atas kursi empuk sambil menghabiskan setoples camilan kesukaan. Bila hal dilakukan sampai esok hari, saya yakin keadaan Anda tidak akan berubah. Yang ada malah tubuh makin gendut karena penimbunan kolesterol yang berlebihan.

Mari memilih berpikir positif daripada pikiran negatif tentang nasib kita dan kesempatan yang akan datang. Katakan pada diri sendiri “Aku bisa dan akan melakukan hal ini.” Lepaskan sifat perfeksionis. Saat Anda sedang sibuk menunggu untuk hal-hal untuk menjadi sempurna, maka Anda melakukan sedikit atau bahkan tidak sama sekali terhadap perkembangan potensi dan kesempatan yang Anda miliki.

Ubahlah perspektif Anda dalam memaknai keberuntungan.

Keberuntungan sering dianggap sebagai sesuatu yang berada jauh di awang-awang, di luar kendali pribadi kita. Memang benar bahwa rizki, jodoh dan ajal manusia sudah ada yang menentukan. Keterlibatan invisible hand juga kerapkali terjadi dalam kehidupan orang-orang sukses. Namun yang saya maksud adalah Anda mengambil alih sepenuhnya tanggungjawab untuk  masa depan Anda sendiri.

Jangan mengharapkan sesuatu (atau seseorang) yang beruntung untuk mendatangi Anda, menularkan keberuntungannya dan memperbaiki kehidupan Anda. Menunggu kedatangan keberuntungan dan bukannya menciptakan adalah ibarat permainan pasif seorang pemain bola penyerang. Kemungkinan dapat umpan manis tetap ada, namun jadinya justru sebuah pertandingan yang membosankan.

Aktif menjemput bola dapat membawa Anda untuk konsisten berpikir positif. Dalam hal ini erat kaitannya dengan selalu melihat sisi baik keberuntungan orang lain sebagai hasil dari “pilihan” daripada “nasib”. Menjadi sukses adalah hak setiap orang, bukan?

Berani mencoba, kreatif dan inovatif.

Kisah pseudoscience si Bejo (dalam bahasa Jawa, Bejo berarti orang yang beruntung) menginspirasi banyak orang, termasuk saya. Saya sering heran mengapa ada orang yang tangannya rajin uwil-uwil, selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan baru atau utak-atik yang sudah ada. Tapi disinilah justru kelebihan si Bejo. Berani ‘menginvestasikan waktu’ untuk bermain-main dengan otak kanan di tengah dominasi pemikir otak kiri.

Kadang kita tidak pernah tahu dibalik main-main itu tersimpan alasan bagi Tuhan untuk memberikan rizki kepada kita. Entah secara langsung maupun tidak langsung, dengan perantara orang lain maupun hasil karya tangan sendiri. Memiliki karakter unik dan mampu memberi warna berbeda adalah sebuah langkah bagus menyedot perhatian orang lain untuk mengalirkan rejeki kepada kita.

Bayangkan berada dalam perlombaan dan seseorang di depan menang.

Jangan pernah menyatakan “Aku sudah kalah dan kehilangan masa depan.” Suntikkan motivasi diri dengan ledakan positif thinking yang kuat untuk menciptakan keberuntungan Anda sendiri. Bahaya yang terjadi kalau mental sudah down adalah bisa merembet kepada hal-hal lain yang lebih vital. Bermula dari sebuah pernyataan kalah, bisa jadi Anda akan kalah sepanjang hidup.

Kalau mau berpikir agak ekstrim, jangan mau memiliki prestasi menjadi nomor dua. Mengutip salah satu kalimat terkenal: “Tetaplah menjadi yang terbaik dan lebih baik lagi” (pesan bijak Lutvi Avandi dalam buku Produk Gratisan Membuat Saya Kaya Raya). Ini adalah salah satu alasan mengapa produk informasi yang dikelola oleh beliau (dan kebetulan saya berada dalam manajemen tersebut) sampai detik ini masih eksis dan diminati banyak pebisnis online pemula dalam menimba ilmu. Padahal banyak bisnis jualan ebook yang mulai berguguran akhir-akhir ini.

Apapun bidang yang sedang Anda tekuni, jika Anda mampu melakukannya maka lakukanlah sebaik-baiknya. Keberuntungan memang bukan mutlak bisa Anda pastikan, namun Anda bisa memperbesar peluang datangnya keberuntungan sehingga Tuhan mempercayai Anda untuk memegang amanah mengelola sebagian rizki  secara tepat. Good luck!

Enjoy blogging, enjoy writing!

44 Replies to “Mengundang Keberuntungan, Menggapai Impian”

  1. Memaknai keberuntungan, itu yang menarik. Menurut saya sih keberuntungan itu adalah momen saat kesempatan datang dan kita siap untuk itu. Metode jemput bola bagus, sepanjang ada observasi kemampuan diri mengenai jenis bola mana yg kudu dijemput.

    Mengenai paragraf terakhir: jangan pernah mau jadi nomor dua. Yup, bener. Coba, apa dunia mencatat siapa orang kedua yg menginjak bulan? Siapa orang kedua yang bisa mengelilingi bumi? Tak ada. Semua pasti mengingat orang yang pertama. So, setuju. Be the first, but also the best tentunya.

    Ok deh, mari menjemput mimpi2, semoga kita beruntung! 🙂

    1. menjadi nomor satu memang bukan hal mudah, tetapi juga bukan hal mustahil. siapa berani ambil inisiatif, dia akan mampu leading. seperti slogan sebuah produk rokok, other can only follow…. 🙂

  2. saya lebih kena pada point Gunakan tekad, bukan kekedar imajinasi. dan Berani mencoba, kreatif dan inovatif

    semoga saya bisa menerapkannya 🙂

  3. Dari dulu saya memang percaya dengan kata “keberuntungan ” . sisi positifnya adalah saya juga percaya, kalau keberuntungan itu harus “diusahakan” datangnya….gak mungkin bisa datang jika kita tidak berusaha “menghadirkannya “..

  4. Saya coba menanggapi poin terakhir sekaligus masalah keberuntungan. Semua orang pasti pinginnya menjadi nomor 1 atau menjadi yang terdepan. Jika tidak bisa mengapa harus nglokro? Bukankah dengan tampil unik dan berbeda pun kadang juga sudah cukup, kok untuk bisa menembus ketatnya persaingan.

    Tidak usah berkecil hati jika kita sudah berusaha tapi tetap belum berhasil. Yang terpenting terus berusaha dan berusaha dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan. Saya sampai saat ini masih percaya yang namanya dengan faktor keberuntungan karena banyak kemudahan dalam hidup saya, justru saya peroleh juga lewat kebetulan (Lucky). Bukan begitu, Mas Agus Siswoyo? 🙂

    1. yup, kesimpulan yang mantab. kalau keberuntungan tidak datang hari ini, bisa jadi esok hari. Tuhan Maha Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memberikan rizki.

  5. kata guru matematika saya : tidak ada keberuntungan semuanya tergantung pada usaha dan peluang..

    kata guru agama saya : kita adalah orang yang beruntung karena dilahirkan normal..

    wkwkwkwk

    1. kalau guru biologi pasti bilang peruntungan adalah hasil persilangan kromosom X dan Y dalam sebuah rahim ibu 🙂

  6. sudah bisa nge-blog adalah juga keberuntungan, bertemu dengan mas-mas dan mbak-mbak bloggerist adalah juga keberuntungan, tinggal bagaimana bersikap dan mensikapinya, mau belajar ya beruntung dapat ilmu, mau berkomentar ya semoga beruntung komentarnya diterima wkwkwkw

  7. artikelnya bagus banget,jadi kepengen bisa nulis kayak mas agus ada tips ga mas biar nulisnya terarah gitu deh…

      1. sepanjang pengalaman saya, kursus menulis hanya memberikan kontribusi sesaat. paling lama satu bulan. sedangkan yang utama tentu saja keinginan kuat untuk selalu belajar menjadi lebih baik.

    1. supaya bisa menulis terarah, satu hal yang harus dimiliki adalah tujuan. tetapkan tujuan ngeblog sejak sekarang.

  8. Kuncinya yaitu keseimbangan antara dream (impian), tekad yang kuat, action nyata, plus kesabaran. Betul nggak mas?

    Oya, mungkin ada baiknya antara kalimat pengantar pada awal paragraf disesuaikan dengan isi artikel ini. Awalnya kan menyinggung masalah blogging. Tapi pada bagian isi ternyata pembahasan secara umum. Jadinya kurang fokus dan kurang spesifik.

    1. oops! baru nyadar nih. hehehe…
      makasih sudah diingatkan.

      mau saya sih mengambil contoh yang umum-umum saja supaya pembaca lebih mudah mencerna isi kalimat. mungkin ke depannya ada baiknya saya buat lebih spesifik lagi.

  9. Mas, saya banyak menemukan “berani mencoba, kreatif tetapi takut gagal”, akhirnya hanya mimpi mendapatkan keberuntungan.

    1. gagal ngeblog nggak bakalan masuk penjara kok mas. hahaha…
      bebaskan pikiran waktu menulis. masalah benar dan salah itu bisa diperbaiki sambil jalan.

  10. Padahal banyak bisnis jualan ebook yang mulai berguguran akhir-akhir ini.

    saya baru belajar bikin ebook seperti yang diajarin pak Lutvi, lah kok udah berguguran, gimana yang newbie… T_T

  11. Sangat insfiratif mas,
    mumpung masih di awal tahun, semoga masih ada keberuntungan untuk kita..

    Templetenya sangat asyik nih mas, 😀

  12. Mengundang keberuntungan dan menggapai impian…
    Ini seperti teori Law of Attraction dimana “konon” jika kita membayangkan apa yang menjadi cita2/harapan/keinginan kita terus menerus dan seakan-akan itu benar2 terjadi maka hal itu akan terjadi
    yeah tentu saja dengan kerja keras dan do’a…

    1. pembahasan The Law of Attraction pernah saya tulis dalam salah satu artikel blog ini. kurang lebih begitulah. apa yang kita pikirkan dengan seksama, kemungkinan besar akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *