Menjadi Single Fighter (Lagi)

Teruslah berdakwah sampai Allah berkata saatnya pulang.
Teruslah berdakwah sampai Allah berkata saatnya pulang.

Jalan hidup manusia tidak ada yang tahu. Sekarang berada disini, belum tentu besok. Mereka yang dulu menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang Anda, tidak menjamin esok masih bersama. Hati manusia terus berubah, sama halnya dengan pergantian siang dan malam mengikuti perputaran bumi pada porosnya.

Selalu siapkan jiwa untuk tumbuh bersama alam semesta. Siapkan nyali untuk mampu tampil berani. Demikianlah perjalanan panjang saya bersama TPQ Al Mujahiddin. Menjadi lakon tunggal sungguh menjadi pusat perhatian. Setiap gerak Anda memjadi sangat berarti. Setiap pemikiran Anda dapat berimplikasi pada perubahan tingkah laku orang-orang di sekitar Anda.

Penulis menjalani peran sebagai pengajar tunggal di lembaga keagamaan ini selama tujuh bulan terakhir. Semua terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Semua guru lain memilih memperjuangkan ekonomi mereka daripada berjibaku dengan setumpuk buku dan suara anak-anak yang memecahkan telinga.

Tidak ada justifikasi benar dan salah dalam lingkaran pendidikan non formal. Kami semua mengawali langkah atas dasar bekerja secara ikhlas dan bakti sosial. Kalaupun kemudian arah pemikiran mereka berubah, itu konsekuensi logis perkembangan pola pikir dan tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup. Tentu setiap individu memiliki pertimbangan khusus mengapa ia melepas proses pengabdian masyarakat dan fokus pada keluarganya.

Pada titik inilah penulis sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk mengabarkan berita baik masa depan Islami. Setiap teriakan anak di senja hari di kelas-kelas pembelajaran adalah lantunan doa yang akan menarik tangan penulis dari dasar neraka. Kepada anak-anak itulah penulis menggantungkan harapan bisa terbawa ke surga. Meski tak jarang mereka berulah melakukan beragam aksi untuk menarik perhatian orang dewasa, inilah proses pendidikan akhlaq.

Menemukan takdir kehidupan tidaklah semudah mencari sebuah sendok diantara tumpukan piring makan. Ketika Anda sudah menemukan takdir itu, maka jalanilah dan tekunilah selama aksi Anda bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat. Pandangan miring dari orang lain tentu akan hadir seiring makin besarnya tekad Anda untuk melangkah. Jangan patah semangat dan lihatlah betapa bangsa ini banyak berharap aksi nyata Anda di tengah masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui:

3 Replies to “Menjadi Single Fighter (Lagi)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *