Menumbuhkembangkan Blogging di Tengah Ketidakpastian Masa Depan

bagaimana menentukan pilihan terbaik dalam hidup
bagaimana menentukan pilihan terbaik dalam hidup

Satu hal mendasar yang patut disadari bahwa pertumbuhan adalah sesuatu yang seharusnya terjadi. Secara normal,Β entah cepat atau lambat ia akan terbentuk seiring perjalanan hidup seseorang. Tidak mungkin seumur hidup kita menjadi balita dan menggantungakan diri kepada yang lebih tua. Akan tetapi dalam proses perkembangan tersebut terdapat hambatan yang telah dan akan dialami. Baik yang berasal dari dalam diri seseorang maupun dari lingkungan tempat tinggalnya. Hambatan

Begitu pula dalam blogging. Apapun alasan yang melatarbelakangi Anda menulis artikel blog, seharusnya kegiatan ngeblog berjalan ke arah yang ingin dicapai. Misalnya: tersalurkan opini, pendapatan naik, tampil di halaman pertama search engine, juara kontes, dikenal publik serta sejumlah tujuan lainnya. Kalaupun sudah malang melintang ngeblog tapi belum ketemu hasilnya, ya harap legowo. Mungkin peruntungan Anda bukan disini. Bisa jadi dunia offline adalah tempat terbaik buat Anda.

Lalu bagaimana cara kita tumbuh di tengah ketidakpastian ini? Mungkin di luar sana ada beragam teori yang membahas hal ini. Kalau mau menambahkan silakan ditulis di kolom komentar. Kali ini saya menulis berdasarkan pengalaman pribadi.

Yang saya lakukan supaya tetap eksis ngeblog adalah melihat faktor kekuatan dan kelemahan yang saya miliki serta kesempatan dan ancaman yang ada di sekitar lingkungan tempat saya tinggal.

Bingung membaca kalimat tadi? Selamat deh. Itu artinya Anda tertarik topik kali ini. Yuk lanjut bacanya…

Kekuatan (mungkin lebih tepat disebut kemampuan atau modal) yang saya miliki nggak jauh beda dengan kawan-kawan. Untuk faktor Β internal misalnya: punya laptop dan koneksi internet, bisa beli domain dan sewa hosting. Plus sedikit sifat nekat menceburkan diri dalam lingkungan baru yang asing dan menantang nyali. Contohnya waktu awal ngeblog saya promosikan diri dengan nulis artikel di sejumlah blog senior seperti Mas Hengky, Fadly Muin, Arief Maulana, Tri Wahyudi dan lain-lain.

Sedangkan untuk faktor eksternal saya suka menguji kemampuan bersaing dalam tekanan tinggi dengan mengikuti sejumlah kontes ngeblog. Biar lebih semangat, saya pilih yang ada hadiah uang jutaan atau gadget yang lagi nge-trend. Hahaha. Matre banget ya. Nggak semuanya menang sih, tapi lumayan buat menambah jam terbang. Nah, untuk kelemahan diri saya, rahasia dong. Nggak etis buka aib sendiri di hadapan media. Kalau di blow-up papparazi bisa berabe.

Setelah saya sadar kelemahan dan kelebihan yang saya miliki, maka selanjutnya ditentukan strategi yang tepat untuk membawa blogging ke arah yang lebih baik. Salah satunya yang saya anggap berhasil adalah waktu saya bikin acara kontes menulis yang berlangsung marathon selama 3 bulan. Di situlah konsistensi saya diuji. Mau jadi blogger beneran atau numpang lewat. Dan alhamdulillah saya masih bisa menulis hingga detik ini.

Kesimpulannya, untuk tumbuh berkembang dalam ngeblog maka yang perlu kita lakukan adalah fokus pada kekuatan dan kelemahan yang ada, mengetahui berbagai kesempatan dan ancaman yang ada, mempertahankan kekuatan finansial (baca: hemat berbelanja) dan tentu saja melakukan perbaikan secara berkesinambungan melalui proses peningkatan kemampuan secara individu maupun kerjasama dengan blogger lain.

Semua itu dapat terjadi kalau kita bersedia terus belajar. Belajar dari mana saja? Bisa belajar dari pengalaman diri sendiri maupun orang lain, belajar dengan kegiatan membaca, bergabung dengan komunitas yang tepat, menghadiri acara kopdar sesama blogger atau kalau perlu mengikuti pelatihan yang sesuai dengan bidang yang kita tekuni.

Semoga tulisan kali ini bisa membantu kawan-kawan lebih semangat ngeblog untuk investasi masa depan dan nggak buru-buru berhenti ngeblog kalau lagi nggak mood. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan dengan contoh narsis di atas.

Enjoy blogging, enjoy writing!

49 Replies to “Menumbuhkembangkan Blogging di Tengah Ketidakpastian Masa Depan”

      1. Selain sebagai ajang “mengasah” kelimuan saya di bidang marketing, saya juga memang meniatkan ini sebagai ajang komunikasi dan bersilaturrahim dengan teman teman dari berbagai penjuru Indonesia. sehingga semakin memperkaya wawsan juga dan gak cepat pikun…

  1. Yup mas,emang kemantaban tekad akan menjadikan seseorang tetap survive dlm menghadapi tekanan yg menerpa. .
    Hmm,saya sbnrnya juga pgen jd pnulis,tp gaktau bagaimana harus mengawalinya.

    1. yup, setuju banget! dimulai dari hal kecil akan terkumpul menjadi pencapaian besar.
      eh, Satrya minggu ini masuk artikel review lho. cekidot ya. koreksi kalau ada info yang nggak sesuai. πŸ™‚

  2. Semuanya akan berpulang lagi kepada niatan dan motivasi awal seseorang ngeblog. Mau pasti atau tidak pasti masa depan, kalau motivasinya kuat ya blogging jalan terus. Kalau ga kuat, justru karena itu kudu main-main ke blog motivasi blogging macam blognya mas agus ini πŸ˜€

  3. Mempunyai banyak temen narablog salah satunya seperti mas Agus ini bisa menjadi penyemangat untuk lebih serius ngeblog dengan menyajikan artikel-artikel terbaik kita. Sambil jalan sambil belajar menulis yang baik. Tulisan-tulisan narablog lain bisa menjadi inspirasi tulisan kita berikutnya. Semoga makin eksis mas…

  4. Kalau saya buat blog semacam permainan saja, yah biar terasa enjoy aja. kalau di anggap pekerjaan, bisa cepat bosan mengejar deadline postingan, haha.. πŸ˜€
    Terima kasih penyemangatnya mas.. πŸ˜†

  5. Faktor kekuatan dan kelemahan, itu yang menarik. Didasari oleh setiap dari kita adalah individu yang unik, maka pertumbuhan itu semestinya merujuk pada kekuatan/kelemahan tadi. Memang alami, tapi jika kita fokus pada penambahan kekuatan dan meminimalisasi kelemahan, niscaya pertumbuhan akan terakselerasi dengan cepat. Sehingga perubahan maupun ketidak pastian di masa depan tak akan berpengaruh besar, karena secara tidak langsung kita sudah siap akan hal itu.

    Prepare ourself, expect the unexpected. Begitu saya kira.

  6. Keren… untuk blogger nubie seperti saya, tulisan ini tentu sangat memotivasi.
    saya sih sebenarnya pengennya ngeblog biar hobby nulis saya tersalurkan, dan gak ada minat sama sekali dengan mencari keuntungan didunia blog. Untuk saat ini mungkin bakalan seperti itu, gak tahu entar.. (siapa tahu saya berevolusi menjadi monster yang serakah dan menghalalkan segala cara dalam mendapatkan keuntungan dari dunia blog | Lebay)…
    mulai sekarang saya bakalan nyoba nentuin masa depan blog saya… apakah tetap seperti sekarang ataukah akan menjadi ladang bisnis saya… btw, salam blogging mas!! nice article…

  7. Untung aja dulu awal 2008 ada pelajaran ngeblog di sekolah,sampai sempat ikut kompetisi ngeblog dan karena efek ketagihan ngeblog sampai sekarang masih tetap bertahan.Walau saya terkadang suka dengan yang pasti-pasti aja πŸ˜€

  8. Wah pake analisis SWOT nih.. hehehhe…
    bisa, bisa, tapi tujuan ngeblog yang mas sebutin belum terencana untuk blog pribadi saya, cuma buat belajar nulis dan merangkai kata, syukur kalau ada yang baca.hehe..Masih mencari fokus istilahnya, supaya nanti kalau punya blog monetize nggak bingung mau update. Prosesnya memang lama, tapi bener kata mas Agus , “ngeblog untuk investasi masa depan” πŸ˜€

  9. Bertumbuh dan berkembang dalam ketidakpastian…judul yang sangat menantang dan menggelitik pikiran. Paradoks yang memaksa untuk membuat sudut pandang dari dua dimensi yang berbeda namun sarat dengan aura optimistis.

  10. Pingback: Blogging Tanpa Tujuan Adalah Sebuah Kerugian « Artikel «

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *