Mereka Memanggilku Maha Patih

senyum dan semangat dalam hidup
senyum dan semangat dalam hidup

Entah apa yang terpikir dalam benak kawan-kawan saya ketika mereka mengenal karakter saya sepenuhnya. Saya hanya bisa menebak respons mereka. Ada teman kuliah yang berkata kalau saya ini orangnya selalu terlihat bahagia. Tapi jadi terdengar agak aneh ketika salah satu dari mereka memanggil saya dengan sebutan Maha Patih. Sebuah julukan yang terdengar sangat berlebihan dan mungkin terkesan kuno. Meski demikian, ada sedikit kebanggaan  yang saya rasakan.

Salah satu alasan yang mereka utarakan ketika memanggil saya sebagai Maha Patih adalah karena keberadaan saya dalam sebuah organisasi yang mungkin sedikit tidak biasa. Saya tidak berperan di barisan paling depan namun saya merasa sebagai bagian yang berperan penting dalam membentuk karakter organisasi. Pimpinan organisasi meminta saran-saran saya dalam mengambil kebijakan sulit. Tidak semua saran saya mereka pakai. Tapi mereka menganggap perlu untuk mendengar saran saya.

Ada sebuah momen yang tidak bisa saya lupakan ketika mantan pimpinan tempat kerja saya berkunjung ke kantor. Beliau berujar bahwa saya adalah sosok di belakang layar yang mampu menggerakkan laju organisasi. Mungkin terlalu berlebihan. Namun apapun komentar beliau terhadap karakter saya, itulah fakta yang harus saya terima. Pernyataan beliau diperkuat oleh komentar kawan-kawan saya yang lain. Entah apa motif mereka menyanjung saya setinggi langit. Saya tidak pernah terpengaruh.

Overall, saya meyakini hidup ini sebagai sebuah jalan keadilan yang benar-benar adil. Artinya, setiap manusia telah tercipta dan memiliki takdir yang unik untuk mewujudkan keharmonisan alam. Ada manusia yang terlahir sebagai perusak kedamaian, ada pula yang berperan sebaliknya. Nah, mungkin saya berada pada posisi di tengah-tengah. Saya lebih tepat disebut sebagai mediator. Saya tidak terlibat dalam konflik, namun saya mampu memberi warna agar konflik tersebut terleraikan.

Maha Patih. Sebuah panggilan yang terdengar indah, bahkan terlalu indah untuk anak muda jaman sekarang. Nama adalah doa. Semoga sebutan tersebut bisa menjadi saya sebagai orang yang benar-benar mampu bertindak dengan bijaksana dan mampu memberikan keadilan kepada setiap pihak. Enjoy blogging, enjoy writing!

One Reply to “Mereka Memanggilku Maha Patih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *