Peranan Harapan, Informasi dan Komunikasi dalam Motivasi

Saya baru sadar kalau motivasi adalah hal yang sangat membosankan. Saya ingat betul, pada tahun pertama ngeblog ini saya sudah menulis sekitar 212 buah artikel bertema motivasi. Tapi pembahasan tentang motivasi nggak ada habis-habisnya. Ada saja yang problem yang terlintas di kepala maupun hasil curhat kawan-kawan blogger.

Hal ini tidak lain karena motivasi nggak ada hubungannya dengan popularitas, nyali, pangkat ataupun kewenangan yang dimiliki seseorang. Seolah berseberangan dengan mitos yang berkembang di dunia kerja, sebenarnya Anda tidak perlu menggunakan kekuasaan untuk membangkitkan rasa takut dan menjadi motivator efektif.

Malah lebih baik kalau Anda tidak menganggap diri sebagai orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam hal ‘menyadarkan’ orang lain dengan berbagai cara motivasi. Pikiran semacam ini yang seringkali mendatangkan kesulitan dalam aktiftas berbagi semangat ngeblog.

Perpaduan Harapan, Informasi dan Komunikasi

Motivasi lebih erat kaitannya dengan harapan, informasi dan komunikasi. Tiga hal tersebut saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Gambaran sederhananya sebagai berikut:

  • Anda optimis masih ada harapan untuk maju dan mendobrak kelemahan diri lalu ditunjang limpahan informasi untuk mencapai target yang dimaksud. Hal ini akan sia-sia bila tidak dikomunikasikan dengan baik. Proses dan gaya penyampaian yang tidak bagus malah bisa menimbulkan miskomunikasi.
  • Skenario kedua, Anda punya informasi yang lengkap dan terpercaya dan mampu mengkomunikasikan berbagai ide dengan lancar. Keadaan ini pun tidak membawa manfaat bila Anda tidak mampu menumbuhkan harapan akan datangnya masa depan yang lebih baik.
  • Nah, kemungkinan ketiga adalah Anda bisa memotivasi dengan efektif hingga membangkitkan gairah ke otak bawah sadar. Ditambah dengan lihai ngobrol tukar pendapat. Keadaan inipun tidak akan ngaruh kalau ternyata obrolan tersebut tidak memuat informasi yang cukup dalam hal teknik-teknik pencapaian target.

Waduh, kok ribet ya. Gimana kalau ketiganya nggak komplet? Ya dikompletkan dong. Sisi mana yang masih kurang ya itulah yang perlu dibangun. Kalau merasa minim info, ya sering-sering aja Gugling. Kurang mampu berkomunikasi, coba aktif cuap-cuap di forum. Merasa nggak punya harapan hidup, curhat ke Mama Dedeh kali yeee. Eh, maksudnya sering-sering main ke blog motivasi. Terutama blog ini.

Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat bagi saya pribadi untuk lebih banyak belajar dalam hal berbagi semangat dengan kawan-kawan. Sekaligus saya berharap Anda bisa mempraktekkan isi artikel ini untuk membangun motivasi diri. Let’s do it and good luck!

Enjoy blogging, enjoy sharing!

2 Replies to “Peranan Harapan, Informasi dan Komunikasi dalam Motivasi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *