Pilih Satu Kursi Untuk Kau Duduki

Choose your chair
Choose your chair! Tidak mungkin engkau menduduki dua kursi sekaligus.

Mustahil mendapatkan tempat dua kursi dalam sekali duduk. Tubuhmu tidak akan mampu terbagi pada satu waktu yang sama. Choose one chair! Demikian Pavarotti pernah berujar. Dia pernah kebingungan menentukan masa depannya apakah akan menjadi tukang pembuat roti handal seperti ayahnya. Ataukah dia menekuni bakat dan minatnya sebagai penyanyi. Masa-masa yang dipenuhi dilema dijalaninya selama beberapa tahun.

Walaupun pada akhirnya Pavarotti telah membuktikan ketepatan pilihan pada dunia tarik suara, semua itu tidak berlangsung begitu saja. Terdapat sejumlah pertimbangan yang membawa langkahnya menjadi salah seorang penyanyi tenor paling terkenal dalam sejarah. Antara logika dan emosional, segala keraguan bercampur aduk. Dan di dalam kekalutan itulah suara hati nurani berbicara lebih keras daripada sirine kereta api.

Menentukan sebuah kursi yang akan menjadi tempat duduk terakhir sangat beresiko. Kegagalan dan kesuksesan adalah dua keping logam yang berjalan beriringan. Dan hanya ketekunan sikap dan sedikit keberuntungan yang dapat menghasilkan kesuksesan memilih kursi. Pilihlah satu kursi. Waktu dan tenagamu tidak akan terbuang percuma karena memperjuangkan dua kursi yang belum kamu dapat salah satunya.

Semoga terinspirasi. Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *