Selling Is Dead: Manipulasi Dalam Penciptaan Kepuasan Pelanggan

Review buku Selling is Dead bagian kedua kali ini menghadirkan pembahasan seputar kepuasan pelanggan (konsumen) terhadap layanan produk atau jasa yang Anda tawarkan melalui internet.

Bebeberapa orang mengatakan bahwa menciptakan dan menumbuhkan rasa ketidakpuasan bersifat manipulatif. Begitu juga faktor kepuasan transaksi online dikira hanya angan-angan saja. Hal ini merupakan contoh yang baik tentang pengandaian yang jelas-jelas menjadi penghalang produktivitas penjualan yang lebih tinggi.Β Itulah sebabnya dalam melakukan penjualan Anda harus selalu kembali kepada psikologi pembeli untuk memperoleh jawaban atas beragam pertanyaan penjualan.

Penelitian menunjukkan bahwa psikologi pembeli pada tahap kepuasan adalah dapat dinilai dari ‘Apakah pelanggan memiliki masalah?’. Jika jawaban YA, maka seberapa penting masalah itu dan apakah kita harus bertindak terhadap masalah tersebut. Jika hal tersebut benar, Anda sebagai penjual produk atau jasa perlu bersikap responsif terhadap pembeli dengan cara membantu mereka mengatasi masalah tersebut.

Selling Is Dead: Manipulasi Dalam Penciptaan Kepuasan Pelanggan

Ragam Latar Belakang Konsumen Produk Online

Dengan memperhatikan hal tersebut, penulis buku ini tidak menyarankan manipulasi dalam bentuk apapun ketika mencari sumber permasalahan yang utama. Sebaliknya, Marc T. Miller dan Jason M. Sinkovitz menyarankan agar penjual mengembangkan dan menggunakan beragam kompetensi untuk menyelidiki hal-hal yang terkait dengan masalah pelanggan.

Hal penting yang patut diketahui penjual jasa di internet adalah pelanggan berasal dari beragam latar belakang yang berbeda. Nggak semuanya melek teknologi. Jangankan masuk member area, membuat email pun ada yang belum bisa. Oleh karena itu, dukungan penuh pengelola website penjualan diperlukan dalam melayani pertanyaan-pertanyaan sepele yang kerapkali merepotkan.

Meskipun sejak awal Anda memberi persyaratan agar member memiliki kemampuan dasar tertentu, dalam prakteknya selalu ada masalah kecil yang berpeluang mengganggu konsentrasi Anda. Dan ini adalah bagian layanan pelanggan yang menuntut kesabaran dan komitmen ekstra.

Bersikap Sebagai Konsultan, Bukan Pedagang Asongan

Penjual produk atau jasa di internet yang menerapkan praktek terbaik, seharusnya menjadi seorang konsultan dan entrepreneur di mata pelanggan, bukannya menjadi pedagang asongan. Maksudnya gimana? Mereka harus mampu membantu pembeli (bisa juga disebut member, konsumen, customer, klien, prospek dan lain-lain) saat mengidentifikasi masalah yang sebenarnya. Dan celakanya lagi kebanyakan klien tidak menyadari masalah tersebut dalam banyak hal.

Pengelola website penjualan produk dan jasa online juga harus pintar mengukur dan melakukan penghitungan masalah. Dalam banyak hal, juga dibutuhkan kemampuan menghubungkan masalah dengan beragam faktor yang terlibat sehingga klien memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang biaya yang sebenarnya dan biaya kolektif yang hadir akibat masalah yang muncul belakangan. Kalau perlu, Anda bisa memungut biaya ekstra untuk menangani masalah ekstra πŸ™‚

Jadilah Master di Bidang Yang Anda Tekuni

Jika penjual melaksanakan dengan tepat, biasanya pembeli akan sangat berterima kasih. Seringkali pembeli mengalami kesulitan untuk memahami dan menghubungkan masalah mereka beserta hal-hal lain yang terkait dengan masalah. Jika Anda telah menguasai niche yang Anda tekuni, saya yakin tahap identifikasi masalah bukanlah hal yang sulit. Sebaliknya, kalau saat memulai menjalankan bisnis online dasarnya belum kuat, Anda butuh jeda waktu untuk menambah kompetensi diri agar bisa diandalkan klien.

Jadi, apakah menciptakan dan menumbuhkan ketidakpuasan tergolong sebagai manipulasi? Tidak. Sama sekali tidak. Mereka yang beranggapan begitu hanyalah karena mereka belum memahami dan memiliki kesadaran tentang perilaku terbaik yang berhubungan dengan keterampilan menjual barang dan jasa melalui internet. Semoga artikel kali ini bermanfaat.

Enjoy blogging, enjoy writing!

Sumber gambar: picasaweb.google.com

12 Replies to “Selling Is Dead: Manipulasi Dalam Penciptaan Kepuasan Pelanggan”

  1. Kepuasan pelanggan berbanding lurus dengan perbaikan pelayanan kita dan kualitas produk kita… Dunia marketing memang sangat kompleks, itulah seninya..

  2. Menghadapi pelanggan adakalanya seperti menghadapi anak SD yang sedang belajar. Kata mantan bos saya : bersikaplah diri kita seperti diri mereka yang awam, Meskipun bagi kita sepele, belum tentu orang lain merasa hal yang sama dengan kita.

    btw, Ini mas Agus yang di CafeBisnis ya? ya ampun… baru tahu saia.. πŸ˜€

  3. Memang internet marketing membutuhkan penanganan yang agak berbeda dengan marketing konvesional, karena natara penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung. kepercayaan hanyalah modal satu-satunya untuk bisa terjadi suatu transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *