Ujian Bertahap Seorang Blogger

Saya tak akan berhenti memberi semangat buat kawan-kawan blogger pemula yang baru memulai langkah ngeblog. Yup! Saya yakin mereka memiliki semangat dan tujuan yang jelas. Mereka punya mimpi dan ingin mewujudkannya. Meski untuk menjadi nyata jelas bukan hal mudah, namun disitulah sebenarnya mereka diuji apakah mampu melewatkan satu tahun pertama ngeblog dengan lulus dan hasil memuaskan.

Masalah tak kunjung berhenti dan bervariasi sesuai tingkatan mereka melangkah. Yang pertama dan paling umum terjadi adalah masalah koneksi internet. Keluar masuk warnet bikin berat diongkos. Ini pernah saya alami juga bagaimana nggak enaknya menulis artikel yang dikejar-kejar sama billing warnet. Serasa baru masuk warnet, eh sudah harus bayar 2.500. Itu belum jatah blogwalking menyambangi teman-teman atau mengenalkan diri di komunitas yang baru.

Kalau lulus dari ujian warnet, berikutnya adalah menjaga konsistensi ngeblog. Punya laptop atau komputer dan modem belum menjamin seseorang rajin ngeblog. Bisa jadi waktunya akan habis untuk main-main di jejaring sosial, main games online, chatting dan lain-lain. Apalagi kalau belum pernah menghasilkan uang lewat internet, besar kemungkinan dia akan buru-buru menyerah dari blogging.

kenali hal apa saja yang menjadi tantangan blogger

Tantangan berikutnya kalau sudah pernah dapat recehan dari iklan adalah mengembangkan arah blogging. Kebingungan yang terjadi adalah membagi idealis sebagai blogger murni dan membangun kerajaan bisnis online yang berorientasi profit. Ini nggak mudah dilakukan. Kalau fokus ke Google Adsense nanti dapat komplain kok jarang nulis artikel. Sementara kalau nggak memonetasi rasanya belum bisa dianggap blogger beneran.

Langah berikutnya kalau sudah mantap di blogging adalah ujian mental, terutama dari lingkungan tempat tinggal atau komunitasnya. Biasanya tetangga kiri kanan rumah mulai bisik-bisik tak sedap tentang profesi blogger yang nggak pernah keluar rumah tapi bisa terus bisa hidup dengan layak. Eh, si A kok nggak pernah kelihatan berangkat kerja tapi banyak duit. Jangan-jangan dia ngepet. Atau kalau nggak gitu tantangannya dari komunitasnya. Tulisan Anda disabotase, di-hack, diserang black campaigne, mendiskreditkan dan sejumlah kekerasan mental lain.

Pelajaran yang mau saya bagi kali ini adalah jangan sia-siakan perjuangan masa lalu (duh, kayak penjajahan Belanda aja ya…) lalu terlena keadaan sekarang. Percayalah, saat satu kali Anda melangkah maju akan ada puluhan orang yang ingin menyeret langkah Anda ke belakang. Orang yang tidak suka dan sirik itu lebih banyak daripada yang menghargai kerja keras Anda. Kalau sudah gitu, saya lebih suka cuek menanggapinya. Peribahasa mengatakan: Anjing menggonggong, lempar aja pakai sepatu πŸ™‚

Setiap level pencapaian akan selalu membawa akibat positif dan negatif. Maka persiapkan diri Anda untuk menghadapinya sejak sekarang. Dan… Saatnya saya bilang: Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

58 Replies to “Ujian Bertahap Seorang Blogger”

  1. Ya itulah ujian seorang blogger, apalagi hidup di lingkungan yang tidak mengerti sama sekali tentang internet… pasang surut dalam ngeblog sering terjadi oleh para narablog. Karena aktivitas online terkadang harus diprioritaskan

  2. kocak wktu baca tulisan ini mas “Eh, si A kok nggak pernah kelihatan berangkat kerja tapi banyak duit. Jangan-jangan dia ngepet.” πŸ˜€
    pusing amat mikirin apa kta orang, amat aja g pusing….
    emng bner skali tu klau anjing menggonggong lempar sepatu aja, eh tapi sayang sepatunya, kalau ditimpuk batu aja gmn mz πŸ˜€

  3. Dengan usia blog baru 3 bulan lebih sedikit, saya harus membuktikan mampu menjadi blogger yang bertahan 1 tahun, 2 tahun bahkan lebih lama lagi.

    Menurut saya, setiap blogger harus memiliki idealisme yang tercermin dari konten blognya. Monetisasi pun seharusnya tak kontradiktif dengan idealisme ngeblog. Salah satu contoh suksesnya menurut saya adalah Jonru, yang mampu mengkompromikan idealisme ngeblog pada passion kepenulisan dengan monetisasi sesuai passion-nya tersebut.

  4. Pengalaman yang saya rasakan juga mas, tapi mungkin belum sampai hasilkan receh. Masih putar2 di masalah koneksi internet yang putus nyambung dan content blog yang harus terus fokus huff. πŸ™‚ tapi tetap semangat!

  5. kalau dihitung-hitung mungkin sudah 6 digit 0 yang sudah saya habiskan untuk ngebog Mas, ujiannya berat memang. Tapi saya tidak jera, dari blog gratisannya saya melangkah ke yang berbayar (biar keren…he..he..he…) .

    Recehan dari internet ? jujur saya memang belum pernah mendapatkan yang namanya recehan karena bisnis orientasi saya bukan recehan . Untuk membangun presentasi bisnis secara online saja saya membutuhkan puluhan jeti – so – target yang saya incar juga bukan recehan..he..he..he….

    Saya sekarang tinggal di kampung, akses internet saja susahnya minta ampun tapi masih banyak cara yang bisa ditempuh menuju ke Roma, tanamkan keyakinan bisa itu pada diri kita dan kita pasti bisa.

    Komentar ini bukan bermaksud sombong Mas, tapi memberi motivasi pada blogger lain, terutama yang masih muda ataupun pemula, saya yang sudah kepala 4 saja bisa kenapa yang lain tidak ?

  6. Pak saya mengadakan lomba kompetisi matematika untuk guru-guru dan umum, dalam rangka mengembangkan matematika. minta tolong di publikasikan mas … demi pendidikan indonesia hxxp://tp3l.wordpress.com

  7. mas, mustinya ada UAN Blogger nih! hihihi

    Saya suka dgn quote dr seorang teman bernama G, dia pernah menulis semboyannya, “Write Like Nobody’s Reading” dan “If I waited till I felt like writing, I’d never write at all.” Anne Tyler (Born 1941) Pulitzer Prize-Winning Novelist. Semoga saya bisa tetap konsisten ngeblog.

    EM

  8. Santai saja, tergantung sudut pandang, kalau mau bisnis ya dijadikan lahan bisnis, ndak masalah toh, kalau memang ndak ya ndak perlu dipaksakan :).

    1. yes, everythinhg back to the goals. setiap orang boleh memilih jalannya masing-masing. hanya saja saya yakin hasil yang akan kita dapat setimpal dengan pengorbanan. πŸ™‚

  9. sama seperti Mas Cahya katakan santai dan tidak perlu dipaksakan, mungkin itu yang banyak saya terima saran dari teman2…. yang penting semangat

  10. he-em mas, berasa banget dulu masih pake gratisan. kayaknya enak yg gratis2. tapi tetep berasa kurang profesional jadi bertahap tapi pasti akan bisa kok menjadi blogger prof nantinya.

  11. Saya setuju dengan apa yang bro katakan tentang ” Orang yang tidak suka dan sirik itu lebih banyak daripada yang menghargai kerja keras Anda”… Ada beberapa orang yang mengatakan kepada saya bahwa blogging itu hanya buang-buang waktu saja..

  12. di saat langkah anak berhenti di saat semangat ada di dasar keletihan eh nemu blog ini terima kasih mas agus..salam kenal untuk bloging yang lainnya

  13. inspiratif……….ternyata ujian terberat seorang blogger datang dari lingkungan keluarga. Yang mereka inginkan adalah bukti ( profit)

  14. Benar sekali, berasa sekali. Yang paling berasa susahnya nulis untuk posting.
    Tapi terus berusaha.
    Makasih mas Agus yang terus memberi semangat.

  15. Blog saya blum ada setahun nih mas.. kayaknya lagi di tahap menentukan mau jadi blogger murni apa sekalian bisnis online.

    Waktu awal nge-blog sih udah mewanti-wanti pokoknya blog saya murni dan non profit, ternyata godaan monetizing besar bgt, akhirnya pikiran saya berubah deh “Ah asal masih nyaman dilihat pengunjung, naro iklan dikit2 gpp lah..”

    Hehehehe.. labil nih πŸ˜€

  16. Semoga saya lulus dari ujian2 itu ( ngarep.com )
    Sekarang lagi semangat dan semoga tetap semangat.
    Salam kenal untuk semua.
    Mas Agus, terima kasih atas share2 dan motivasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *