10 Karya Seni Pertunjukan Teater Daerah Asli dari Indonesia

Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49
Sholawat Seribu Rebana dan Musik Patrol di Hari Lahir UNHASY Tebuireng ke-49

Apa kabar sobat blogger Jombang dan pembaca setia The Jombang Taste? Komunitas blogger Jombang kembali mengulas ragam kekayaan budaya Nusantara yang tampak pada seni teater daerah. Pengertian seni teater daerah Nusantara adalah pertunjukan seni memainkan alat musik tradisional dan bermain drama yang dilakukan oleh seniman daerah di Indonesia dengan mengangkat tema cerita tertentu dan berisikan pesa moral tertentu kepada penonton.

Indonesia kaya akan seni teater tradisional yang mencirikan budaya daerah masing-masing. Setiap daerah memiliki ciri khas dan keunikan seni teater daerah sendiri. Berikut ini beberapa contoh seni teater tradisional daerah yang bisa Anda temukan di Indonesia versi MGMP Seni Budaya Kabupaten Jombang. Selamat membaca!

1. Ketoprak

Ketoprak adalah bentuk teater tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Kesenian ini sangat popular di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagian masyarakat Jawa Tengah menyebut ketoprak sebagai wayang wong atau wayang orang. Sebagai sebuah seni teater, ketoprak berisikan banyak lakon yang memainkan sebuah cerita.

Cerita ketoprak dapat mengangkat kisah heroik para pahlawan, cerita legenda Jawa, maupun cerita-cerita kontemporer yang mengangkat isu terkini. Kelompok seniman ketoprak pada umumnya bergabung dalam grup ketoprak. Kelompok ketoprak yang terkenal adalah Grup Srimulat.

2. Ludruk

Ludruk adalah seni teater tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Seperti ketoprak dan wayang orang, sebuah kelompok ludruk biasanya tinggal di sebuah tobong dan mengadakan pertunjukan keliling dari satu daerah ke daerah lain. Cerita Ludruk pada umumnya mengkisahkan para pejuang bangsa, misalnya cerita Ronggolawe, Sarip Tambak Oso, hingga Besut. Namun tak jarang Ludruk mengkisahkan peristiwa masyarakat sehari-hari dengan memuat amanat cerita tertentu.

Seni Ludruk berkembang dengan pesat di Jawa Timur. Beberapa kelompok seniman Ludruk yang pernah eksis adalah Ludruk Baru Budi, Ludruk Karya Baru, Luruk Mekar Jaya, dan lain-lain. Pertunjukan Ludruk biasanya diawali dengan tari Remo. Pada awal perkembangan seni Ludruk, para pemain Ludruk semuanya laki-laki. Sebagian seniman laki-laki memakai pakaian wanita untuk memerankan tokoh wanita. Namun dalam perkembangan Ludruk, pemain lakon wanita mulai diperankan seniman wanita asli untuk meminimalkan dampak transgender yang terjadi di kalangan seniman Ludruk.

3. Lenong

Lenong merupakan seni teater tradisional yang berasal dari Betawi, provinsi DKI Jakarta. Musik pengiringnya menggunakan gambang kromong, yaitu alat musik khas Betawi. Seni teater Lenong makin dikenal masyarakat luas karena Lenong mulai ditampilkan sebagai salah satu acara favorit di televisi pada era 90-an. Publikasi yang menarik ini memungkinkan seni teater Lenong dikenal bukan hanya oleh masyarakat Betawi, tetapi juga suku-suku lain di Indonesia.

Seni teater daerah bernama Lenong disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia dan strata ekonomi. Cerita Lenong umumnya fiktif dengan mengambil tema kehidupan sosial yang ada di masyarakat. Para pemain Lenong menggunakan bahasa Betawi dalam percakapan drama Lenong yang lucu, ceria dan mengundang gelak tawa. Meski lucu, pertunjukan seni teater Lenong menyampaikan pesan moral tertentu kepada penonton.

4. Seudati

Seudati adalah seni teater tradisional yang berasal dari Aceh yang berupa tarian berkelompok terdiri dari delapan orang. Seudati merupakan tari-tarian konfigurasi, seni bercerita, penyampaian sajak-sajak percintaan, dan cuplikan pendidikan keagamaan. Gerakan tari seudati yang kompleks namun kompak menghasilkan gerak tari yang unik dan memukau setiap penonton yang menyaksikan.

Seni teater daerah Aceh bernama seudati terdiri dari para penari dan pembaca narasi atau lirik cerita. Para penari umumnya berasal dari jenis kelamin yang sama, yaitu semuanya perempuan. Pembaca sajak-sajak percintaan adalah seorang lelaki yang berbicara dengan bahasa khas Aceh di sisi kanan penari dengan lokasi agak terpisah. Seudati menyampaikan cerita untuk direnungkan oleh para penonton sekaligus berfungsi sebagai media hiburan.

5. Didong

Didong merupakan kesenian rakyat yang sangat digemari masyarakat suku Batak dari tanah Gayo, provinsi Sumatera Utara. Kesenian ini dimainkan oleh kelompok pemuda yang terdiri dari 25 hingga 30 orang, yang duduk dalam satu lingkaran dan menyanyi bersama tentang berbagai persoalan. Kebersamaan para pemuda dalam bernyanyi menghasilkan penampilan seni teater yang kompak, kolosal dan atraktif. Tema-tema yang dipilih dalam seni pertunjukan didong pada umumnya berasal dari permasalahan sehari-hari.

Seni teater daerah Didong menunjukkan kerukunan hidup masyarakat Gayo dalam hidup bermasyarakat. Seni teater daerah berbahasa Batak ini mampu menjadi salah satu keunikan wisata daerah di Provinsi Sumatera Utara. Banyak wisatawan asing datang kesana untuk menyaksikan keunikan pertunjukan seni daerah yang bernama Didong.

6. Kentrung

Kentrung adalah pertunjukan rakyat yang berasal dari daerah Jawa Tengah bagian selatan. Menurut MGMP Seni Budaya Kabupaten Jombang, seni kentrung yang berkembang di Kabupaten Jombang berasal dari Kabupaten Nganjuk. Kentrung biasanya dimainkan setelah masa panen usai sebagai media hiburan bagi para petani yang telah bekerja keras menuai hasil tanam selama berbulan-bulan. Namun dalam perkembangannya, seni kentrung bisa hadir kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat, misalnya dalam hajatan pernikahan warga.

Pertunjukan kentrung dilakukan di alam terbuka dengan diiringi alat musik kendang, gong, dan rebana. Walaupun alat musik yang digunakan dalam pertunjukan kentrung termasuk sederhana, namun kesederhanaan kentrung mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang berbondong-bondong ke sumber suara kentrung. Masyarakat Jawa dari berbagai kelompok menyukai kentrung. Cerita kentrung berbahasa Jawa dan memuat nasehat-nasehat kehidupan.

7. Thek-Thek

Berikutnya, seni teater daerah yang berkembang di Nusantara adalah thek-thek. Thek-thek merupakan seni pertunjukan dari daerah Banyumas Jawa Tengah yang dimainkan setelah musim panen padi. Fungsi thek-thek hampir sama dengan kentrung, yaitu sebagai kesenian daerah yang mampu menghibur masyarakat setelah mereka bekerja di sawah. Hal ini memungkinkan seni teater thek-thek mengangkat cerita-cerita penuh makna dari peristiwa-peristiwa di masyarakat.

Pertunjukan seni teater dari Banyumas ini disebut thek-thek karena dilakukan di alam terbuka tanpa panggung dan menggunakan alat musik yang semuanya berasal dari bambu. Suara bambu yang dipukul para seniman menghasilkan suara gemertak seperti thak thek thuk sehingga disebut pertunjukan thek-thek. Sifat guyup-rukun masyarakat Banyumas tampaka pertunjukan seni teater daerah thek-thek. Mereka bukan hanya pintar mengolah tanaman di sawah dan ladang, tetapi seni daerah ini juga menunjukkan kemampuan masyarakat setempat dalam berolah seni drama tradisional.

8. Lompat Batu

Kalau selama ini Anda mengenal Lompat Batu sebagai seni olahraga, maka anggapan itu perlu diperbaiki. Lompat Batu merupakan kesenian rakyat yang berasal dari daerah Nias, Provinsi Sumatera Utara. Lompat Batu adalah salah satu seni teater daerah Nusantara yang memadukan kemahiran bermain drama sekaligus ketangkasan melompati tumpukan batu. Sehingga tidak mengherankan jika masyarakat umum mengenal Lompat Batu sebagai seni olahraga melompati batu.

Pertunjukan Lompat Batu pada umumnya diawali dengan seni drama masyarakat Nias. Cerita-cerita yang dibawakan pada umumnya diangkat dari kejadian nyata di masyarakat. Sebagai puncak dari pertunjukan drama, seorang seniman akan melompati batu sebagai simbol kemampuan mereka untuk tetap tegar dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup. Seni Lompat Batu adalah salah satu daya tarik wisata Pulau Nias yang terkenal sampai ke mancanegara. Banyak wisatawan domestik dan turis asing berkunjung ke Nias demi menyaksikan seni teater daerah Lompat Batu.

9. Sintren

Selanjutnya, Indonesia memiliki seni teater daerah yang berbalut dengan arom mistis sekaligus misterius. Sintren merupakan pertunjukan rakyat yang berasal dari pesisir utara Jawa Barat, terutama daerah Indramayu dan Cirebon yang kemudian menjadi kesenian pesisir utara Jawa. Pertunjukan ini menggambarkan seorang wanita yang sedang tidak sadar diri. Wanita yang berperan dalam pertunjukan sintren pada umumnya disebut sinden sintren. Unsur magis yang ditampilkan sintren merupakan keunikan seni teater daerah pantura ini.

Dalam adegan pertunjukan seni teater sintren terdapat seorang gadis yang menari dengan gemulai hingga dia kesurupan. Tak lama kemudian, sinden sintren tersebut dimasukan ke dalam sebuah kurungan ayam yang tertutup dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Setelah dibacakan mantra oleh seorang pawang sintren, kemudian kurungan dibuka kembali dan sang gadis telah melepaskan diri dari ikatan. Penonton pun dibuat keheranan oleh kemampuan sinden sintren yang berhasil melepaskan diri dari jerat tali walaupun dikurung di dalam kurungan.

10. Kancet Datut Julut

Pertunjukan seni teater daerah Nusantara berikutnya adalah kancet datut julut. Kancet Datut Julut merupakan seni pertunjukan teater daerah dari masyarakat suku Dayak Bakung. Seni teater daerah Kancet Datut Julut berupa gerakan-gerakan ritmis oleh 30 orang gadis Dayak dengan diiringi bunyi sampe, yaitu alat musik sejenis gitar yang memiliki tiga dawai, dan juga gong. Tarian ini dibawakan oleh para seniman Dayak sebagai puncak dari rangkaian tarian menyambut panen padi. Tarian ini menggambarkan rasa syukur masyarakat Dayak Bakung terhadap Tuhan karena hasil panen mereka melimpah.

Pesan moral yang ingin disampaikan oleh para seniman Kancet Datut Julut adalah semangat kegotong-royongan harus selalu dijaga dalam hidup bermasyarakat. Sementara itu, 30 orang gadis Dayak merupakan simbol kesucian hati masyarakat Dayak dalam menumbuhkan rasa terima kasih kepada Tuhan. Seni drama dan tari Kancet Datut Julut menjadi salah satu pesona wisata bagi Pulau Borneo yang asri dan alami.

Demikian 10 karya seni pertunjukan teater daerah dari Nusantara. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan Anda mengenai ragam budaya Indonesia. Mari kita cintai dan kita lestarikan budaya daerah sebagai akar budaya nasional!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

2 thoughts on “10 Karya Seni Pertunjukan Teater Daerah Asli dari Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *