5 Unsur Seni Tari: Gerak, Iringan, Tata Busana, Tata Rias, dan Properti Tari

Penari Cilik Seni Tari Remo Boletan Gagrak Anyar Khas Jombangan
Penari Cilik Seni Tari Remo Boletan Gagrak Anyar Khas Jombangan

Apakah Anda penikmat seni tari? Unsur-unsur tari apa saja yang menarik minat Anda saat menyaksikan sebuah pertunjukan tari? Seni tari yang biasa kita nikmati sejatinya melibatkan banyak elemen seni. Sebuah karya seni tari terdiri dari beberapa unsur di dalamnya. Unsur-unsur seni tari adalah gerak, iringan, tata busana, tata rias, dan properti tari.

1. Gerak

Secara umum gerak tari dapat dikategorikan dalam dua macam, yaitu gerakan maknawi dan gerak murni. Gerak maknawi adalah gerak yang mengungkapkan makna secara eksplisit. Gerak maknawi contohnya adalah gerakan orang memukul, gerakan orang menangis, dan gerakan orang marah.

Sedangkan gerakan murni adalah gerak yang fungsinya hanya untuk keindahan atau tidak mengandung maksud tertentu. Gerak murni ini tidak mempunyai maksud yang khusus tapi sebagai penghias tarian sehingga tampak lebih indah.

2. Iringan

Selain gerakan, iringan merupakan unsur lain yang tidak kalah pentingnya di dalam suatu karya seni tari. Fungsi musik dalam tari antara lain untuk memperkuat ekspresi gerak tari. Iringan musik juga berfungsi sebagai ilustrasi memberi suasana dan membangkitkan emosi pada penontonnya.

Dengan iringan musik maka penonton dapat dengan mudah memahami adegan-adegan atau gerakan-gerakan yang di peragakan oleh penari.

Desain musik dengan konteks tari adalah suatu komposisi musik yang didesain khusus untuk mengiringi, memperkuat ekspresi, memberi ilustrasi dan membingkai suatu garapan tari. Demikian dikatakan Rima Yuli Astuti (2009) dalam buku Apresiasi Karya Seni Tari.

Tari Nusantara biasanya menggunakan iringan tradisional yang berasal dari daerah tersebut, misalnya tarian dari Jawa menggunakan iringan musik dari daerah jawa. Tarian Betawi diiringi musik dari betawi dan seterusnya.

Adapun contoh iringan musik nusantara adalah lain gamelan, gambang kromong, tanjidor, saluang, tifa totobuang, dan talempong.

3. Tata rias

Tata rias artinya membentuk atau melukis muka agar sesuai dengan tema atau karakter tarian yang dibawakan. Tata rias merupakan permainan berdandan.

Seorang penari kadang-kadang berperan sebagai binatang. Penari juga bisa berperan sebagai pahlawan, petani bahkan nelayan. Tata rias dalam tari berfungsi untuk memperkuat imajinasi penonton tentang peranan tari yang dibawakan

4. Tata busana

Kata busana atau kostum adalah segala perlengkapan yang dikenakan oleh seorang penari. Fungsi kostum dalam tari hampir sama dalam tata rias yaitu membentuk emosi sesuai dengan peranan yang dibawakan.

Pemilihan busana tari biasanya didasarkan atas tema, pertimbangan artistik, serta keleluasaan penari dalam pergerakan. Tara rias dan kostum biasanya saling menguatkan.

5. Properti tari

Properti adalah segala perlengkapan dalam tari. Properti dalam karya seni tari kadang-kadang digunakan sebagai aksesoris penari, misalnya keris pada tari Jawa, Bali dan Sunda. Properti tari contoh lainnya adalah kipas pada tari Sumatera. Properti tersebut dikenakan oleh penari kemudian diambil apabila akan dimainkan.

Properti dipilih dan dipergunakan berdasarkan tema yang dimainkan. Beberapa jenis properti tari nusantara antara lain keris, pedang, tameng, tombak, gada, clundrik, sabit, kipas, kain sampur, lilin, piring, dan bokor.

Bagikan artikel ini melalui:

8 Replies to “5 Unsur Seni Tari: Gerak, Iringan, Tata Busana, Tata Rias, dan Properti Tari”

  1. Tulisan yang sangat bermanfaat sekali Mas . Terima kasih sudah banyak membantu kami pembicara amatiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *