Kemeriahan Lomba Kesenian Patrol di Mojowarno Jombang

Senyum santri TPQ Mojowarno Jombang
Senyum santri TPQ Mojowarno Jombang

Apa kabar sobat blogger Jombang? Tahukah kalian kalau setiap bulan Ramadhan Kabupaten Jombang memiliki acara perlombaan yang seru. Misalnya kemarin diadakan lomba Cerdas Cermat antar TPQ dan lomba patrol antar SMP ke-Kabupaten Jombang. Giliran hari minggu kemarin Karang Taruna Desa Mojowarno Kabupaten Jombang mengadakan lomba patrol. Lomba patrol bertujuan menggalakkan kembali budaya ronda malam yang hampir lenyap di masyarakat. Lomba ini diikuti banyak peserta yang berasal dari desa-desa di sekitar Mojowarno. Mereka berasal dari Mojowangi, Sidoluwih, Latsari, Mojoduwur, Penggaron, dan lain-lain.

Setiap kelompok patrol terdiri dari 7 sampai 12 orang yang berusia remaja hingga dewasa. Setiap personel memegang satu alat musik layaknya personel grup band. Alat musik yang mereka pakai beranek ragam dengan memadukan alat musik tradisional dengan alat musik modern. Kita bisa menjumpai kentongan (potongan bambu yang berlubang), jerigen bekas, drum, simbal, hingga alat musik elektone. Semua instrumen di atas umumnya dibawa dengan tangan sambil jalan kaki. Beberapa alat musik yang berat membutuhkan alat angkut supaya mudah memainkannya.

Lomba patrol di Mojowarno kali ini mengambil rute dari pertigaan Jalan Nolojoyo ke arah Pasar Mojowarno, lalu ke depan Kantor Polsek Mojowarno, pertigaan SMP Pancasila, depan Alfamart, hingga ke arah lapangan kecamatan Mojowarno. Para peserta patrol berjalan kaki sambil bergaya dan berdandan menarik. Tampilan mereka unik, kreatif, tapi juga membuat orang tertawa dibuatnya. Konsepnya pakaian patrol adalah memakai sarung, celana panjang, dan aksesoris lain yang sesuai dengan cara berbusana Islami.

Kombinasi Tembang Campursari dan Lagu Pop

Lagu-lagu yang dimainkan dalam lomba patrol pun mengikuti perkembangan musik terkini. Kita bisa mendengarkan lagu Sik Asik (Ayu Ting Ting), Bang Thoyib (Wali), Iwak Peyek (Trio Macan), Ada Apa Denganmu (Peterpan), Sedang Jatuh Cinta (Armada) dan beberapa lagu populer lainnya dengan iringan instrumen grup musik patrol. Tak ketinggalan mereka memainkan tembang-tembang dolanan dan campursari Jawa yang familiar di telinga masyarakat. Misalnya lagu Rek Ayo Rek, Sambel Kemangi, Yen Parak Isuk, Jangkrik Genggong, Ngamen, Pensiun Ngamen, dan lain-lain.

Acara yang dimulai jam setengah sepuluh malam itu berlangsung semarak sekali. Para penonton dengan sabar menunggu di sepanjang jalur yang dilalui lomba patrol, tentu saja dengan duduk di atas kendaraan masing-masing. Udara Jombang yang cenderung dingin di musim kemarau menjadikan kegiatan hiburan ini agak menyiksa, terutama bagi yang tidak sempat memakai jaket ketika berangkat dari rumah. Para orang tua dan anak-anak terhibur lagu-lagu meriah musik patrol setelah mereka pulang tarawih.

Lomba patrol seperti ini layak diapresiasi mengingat semakin maraknya budaya asing merasuki kehidupan generasi muda. Melestarikan budaya daerah merupakan tanggungjawab kita bersama agar anak-anak paham akar kepribadian bangsa mereka. Orang tua juga hendaknya memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada putra-putri mereka. Patrol mengajarkan kita untuk aktif menjaga keamanan lingkungan, melestarikan lagu-lagu daerah, sekaligus media sosialisasi antar warga. Mari cintai budaya daerah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *