Manusia Sebagai Makhluk Individu, Sosial dan Budaya

Explore Wonosalam Menjelajah Obyek Wisata Air Terjun Grojogan Asmoro - Foto Kristanto
Explore Wonosalam Menjelajah Obyek Wisata Air Terjun Grojogan Asmoro (Foto: Kristanto)

Orang perseorangan bisa berarti satu orang atau lebih sebagai kumpulan. Seorang individu yang terpisah dari yang lain (menurut http://kbbi.web.id/individual) adalah suatu kesatuan yang utuh dari orang lain. Artinya individu sebagai pribadi yang berbeda. Manusia sebagai individu dan sebagai masyarakat sulit untuk dipisahkan dari manusia lainnya.

Sejak lahir hingga dewasa, manusia selalu bergantung dan membutuhkan orang lain dalam setiap aktivitas hidupnya, bahkan ketika dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, tepat sekali jika dikatakan bahwa manusia adalah organisme individu dan masyarakat yang selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Manusia adalah subjek dari kesadaran dirinya sendiri. Dengan kemampuan ini, manusia akan menemukan keberadaan dirinya di sekitar orang-orang yang mengelilinginya. Dengan kata lain, orang akan dapat membedakan diri mereka dari segala sesuatu kecuali diri mereka sendiri.

Selain itu, orang tidak hanya akan memiliki kemampuan untuk berpikir tentang diri mereka sendiri dan lingkungan alam mereka, tetapi juga akan menemukan bahwa alam tempat mereka tinggal adalah bagian dari kehidupan mereka. Kesadaran diri manusia merupakan perwujudan dari kepribadian manusia.

Makhluk Individu

Manusia, sebagai individu atau sebagai manusia, adalah realitas sejati dari kesadaran manusia. Manusia sebagai individu adalah unit yang tidak dapat dipisahkan, dan tidak seperti manusia lainnya, mereka unik dan mandiri.

Sebagai individu, manusia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara aspek material dan spiritualnya. Mereka unik karena setiap orang berbeda. Perbedaan ini berkaitan dengan sikap, kemampuan berpikir, minat dan bakat, dunia dan cita-citanya. Manusia kembar umumnya tidak pernah memiliki hal yang sama.

Setiap orang memiliki dunia dan tujuan hidupnya masing-masing. Setiap orang berusaha untuk secara sadar mengekspresikan keberadaan mereka, ingin menjadi diri mereka sendiri dan bebas terhadap sesuatu. Manusia adalah subjek dan tidak boleh dilihat sebagai objek, karena semua manusia dapat menempati posisi, penampilan, masuk, berpikir, bertindak bebas, dan bertindak bebas (Sumantri, 2015).

Makhluk Sosial

Manusia sebagai masyarakat berarti orang dalam kehidupan selalu terhubung satu sama lain dan membutuhkan orang lain. Orang-orang selalu hidup bersama dalam masyarakat. Setiap orang memiliki tujuan untuk hidup dengan dunianya sendiri, tetapi setiap orang juga memiliki dunia dan tujuan bersama.

Seseorang dapat memperkuat eksistensinya dengan hidup bersama orang lain. Ada pengaruh timbal balik antara individu dan masyarakat. Di sisi lain, itu juga berdampak pada individu masyarakat. Masyarakat diciptakan oleh individu dan kemajuan. Resesi masyarakat ditentukan oleh individu yang membangunnya. Dengan kata lain, semua manusia adalah sebagai individu, dan terdapat hubungan timbal balik antara manusia sebagai individu (Sumantri, 2015).

Mengapa orang sebagai individu dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain dalam masyarakat? Efek dari korelasi ini adalah bahwa orang berinteraksi dengan orang lain dan berbagi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri. Kebutuhan dasar kehidupan manusia sebenarnya merupakan nilai-nilai sosial yang dihargai oleh manusia lainnya.

Telah ditunjukkan bahwa nilai sosial secara fungsional digunakan untuk pengembangan kehidupan manusia dan dapat dipahami sebagai nilai manusia lainnya. Nilai sosial dapat berupa orang, barang, barang, binatang, sikap, perilaku, perilaku, gagasan dan perasaan, serta pandangan dan gagasan (R. Hermawan dan K. Rukandi, 2006).

Manusia sebagai suatu masyarakat bergantung dan senantiasa membutuhkan orang lain dalam tumbuh dan berkembang dalam lingkungan sosialnya. Semua aspek lingkungan sosial mempengaruhi tidak hanya individu tetapi juga orang lain dalam lingkungan sosial.

Sedangkan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak merupakan bagian penting dari lingkungan sosial yang berhubungan langsung dengan individu. Masyarakat sekitar merupakan lingkungan sosial yang dikenal yang tumbuh dan mempengaruhi pembentukan kepribadian anak.

Makhluk Budaya

Mengapa manusia disebut makhluk budaya? Dikatakan bahwa manusia adalah makhluk budaya karena budaya sebenarnya dipelajari dalam masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kita dapat memikirkan apa yang menurut kita baik dan perlu diteruskan ke generasi berikutnya, dan apa yang perlu diubah dan ditingkatkan oleh perusahaan dalam budaya.

Budaya tersebut diwariskan kepada generasi berikutnya. Jadi setiap orang tumbuh dengan cara yang berbeda. Individu dalam suatu masyarakat belajar dari orang-orang di sekitar mereka cara-cara tertentu dalam berbicara, berpikir, bertindak dan bertindak dalam masyarakat itu. Manusia adalah makhluk pribadi, sosial dan budaya pada saat yang sama.

Sumber: Modul 4 Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Sosial SD (PPG PGSD 2019)

Bagikan tulisan ini:
Diterbitkan
Dikategorikan dalam Seni Budaya

Oleh Agus Siswoyo

Teacher in real life, story teller and Indonesian blogger.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *