Meriahnya Pawai Miniatur Truk di Wedani Desa Badang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang

Malam ini penulis berkesempatan langsung menyaksikan Pawai Miniatur Truk untuk pertama kali. Acara pawai komunitas miniatur truk Jombang berlangsung di Dusun Wedani Desa Badang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Kegiatan pawai miniatur truk dimulai selepas sholat isya’, yaitu pukul 19.00 WIB. Kopi darat (kopdar) para penyuka hobi miniatur truk di Jombang ini berlangsung meriah di jalanan Dusun Wedani.

Sebagaimana kebanyakan acara hiburan di kampung, pawai truk-truk kecil dengan sound system menggelegar itu diramaikan oleh para pedagang kaki lima (PKL). Para PKL menjajakan beragam barang dagangan mulai dari makanan, pakaian, mainan anak, hingga penyewaan arena bermain anak. Penulis hadir di Wedani sejak pukul 18.00 WIB untuk menghindari kemacetan jalan. Tak urung, penulis harus memperlambat laju kendaraan bermotor agar sampai di lokasi rumah saudara.

Ribuan orang memadati rute pawai miniatur truk. Berdasarkan pengamatan penulis, peserta pawai miniatur truk di Wedani kali ini berjumlah tak kurang dari 150 unit miniatur truk. Pawai dimulai pukul tujuh malam dan baru selesai pukul sembilan malam. Para peserta pawai miniatur truk membentuk kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri dari empat sampai tiga puluh orang anggota.

Setiap anggota kelompok komunitas miniatur truk memiliki tugas tersendiri. Seorang anggota bertugas di barisan paling depan untuk menyeret tali yang tergantung pada mobil truk berukuran kecil. Sementara itu dua atau tiga orang anggota bertugas mengatur mixer suara salon atau sound system. Puluhan orang anggota lainnya berseragam rapi bertugas menari seiring dengan suara musik yang menghentak-hentak jantung.

Gambar Ilustrasi Alunan Musik
Gambar Ilustrasi Alunan Musik

Uniknya, sebagian besar tim pawai miniatur truk memutar lagu yang sama. Beberapa lagu dan musik yang diputar dalam kopdar komunitas miniatur truk kali ini adalah Kau Yang Kupuja-puja, Apakah Ini Cinta, dan musik dugem khas karya DJ. Warga Wedani dan sekitarnya memadati jalanan desa untuk menyaksikan kemeriahan kopdar miniatur truk ini. Para orang tua pun tak ragu mengajak anak-anak mereka untuk hadir di lokasi kegiatan.

Pawai miniatur truk di Wedani ini bukanlah lomba, hanya kopdar saja. Oleh karena itu ratusan tim miniatur truk membanjiri jalanan desa. Sepertinya kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Desa setempat. Hal itu terlihat dari kekompakan dan kenyamanan para panitia pelaksana dalam menyukseskan acara kopdar komunitas miniatur truk di Jombang ini.

Masyarakat Jombang membutuhkan hiburan gratis dan menyenangkan di masa pandemi ini. Mungkin sebagian besar orang tua sudah merasa sangat lelah menjalani berbagai kesulitan hidup di masa pandemi. Wajar saja mereka sangat menyukai keramaian masa seperti pawai miniatur truk ini. Anak-anak kecil mereka ajak untuk menyaksikan.

Pada sisi lain, para remaja memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri dalam gerak dan tarian. Setahun terakhir ini komunitas patrol modern Jombang mulai menghentikan kegiatan mereka. Praktis, para remaja menginginkan kegiatan pengganti yang bisa mengundang perhatian masa. Melalui pawai miniatur truk inilah remaja dan wanita muda menunjukkan kemampuan mereka dalam menari.

Bagaimana dengan perkembangan komunitas miniatur truk di sekitar tempat tinggal Anda? Apakah mereka juga sering mengadakan acara kopdar miniatur truk seperti halnya di Jombang? Silakan berbagi pengalaman pada kolom komentar di bawah ini.

Bagikan tulisan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *