Sejarah dan Asal-usul Seni Drama Tradisional Coke’an dari Jombang

Contoh alat musik tradisional Jawa berupa patrol tradisional kenthongan
Contoh alat musik tradisional Jawa berupa patrol tradisional kenthongan

Apa kabar sobat blogger Jombang? Blog The Jombang Taste kembali menyapa Anda melalui artikel sejarah seni dan budaya asli Kabupaten Jombang. Artikel sebelumnya telah membahas perkembangan seni Ludruk di Kabupaten Jombang dan pada artikel ini Anda saya perkenalkan kepada seni drama tradisional Coke’an. Bagaimanakah sejarah dan asal-usul lahirnya kesenian Coke’an yang berkembang di Kabupaten Jombang?

Coke’an termasuk seni tradisional adalah milik bangsa Indonesia yang harus di kembangkan dan dilestarikan khususnya seni-seni tradisional yang ada di Kabupaten Jombang. MGMP Seni Budaya Kabupaten Jombang menjelaskan bahwa Ki Anom Suroto adalah salah satu seniman Indonesia yang mempopulerkan Coke’an. Ki Anom Suroto adalah dalang kondang dari Surakarta yang banyak berjasa dalam melestarikan kebudayaan Jawa. Beliau adalah legenda hidup yang banyak memberi pengaruh terhadap kaderisasi seniman muda Indonesia.

Diceritakan bahwa pada jaman dahulu raja-raja di Jawa mengundang para seniman untuk menghibur para keluarga raja. Seniman-seniman itu juga diundang dalam acara-acara keluarga terutama di dalam keraton. Pertunjukan musik tradisional dimainkan oleh kerabat keraton dengan memainkan peralatan yang sederhana yang terdiri dari kendang, siter dan gong. Para penabuh alat musik itu dibantu oleh beberapa orang waranggono untuk melantunkan sastra-sastra jawa dengan diiringi peralatan yang sederhana dan pendek.

Kata pendek dalam bahasa disebut cekak dan jelas akhirnya secara umum masyarakat menamakannya coke’an. Dengan peralatan yang sederhana dan bisa di bawa kemana-mana, raja-raja di Jawa memanfaatkan seni coke’annuntuk mengetahui gerak-gerik musuh terutama para penjajah. Sekali lagi, peran seniman tidak bisa diabaikan begitu saja dalam usaha merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, baik pada era kolonialisme Belanda maupun para masa penjajahan Jepang.

Pada 21 Juni 2003 berdiri kelompok Coke’an di Jombang dengan nama Renggo Wiromo dan kelompok ini dipercaya untuk mengisi acara setiap hari Jum’at di radio Suara Jombang dengan durasi 2 jam yaitu pukul 20.00-22.00 WIB. Kelompok seniman Jombang ini selama 3 tahun berturut-turut menjadi salah satu idola pendengar setia stasiun radio di Kabupaten Jombang tersebut.

Selain seni Coke’an, di Jombang juga berkembang seni Kentrung pimpinan Bapak Badri tahun 1930. Seni kentrung berasal dari kota Nganjuk. Seni tradisional ini pertama kali dikenalkan dan dikembangkan oleh Bapak Badri kepada masyarakat Jombang sekitar tahun 1990. Keberadaan musik kentrung sampai sekarang masih ada dan dilestarikan khususnya di Desa Jatimenok Kecamatan Tembelang dibawah pimpinan Bapak Sanawi. Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan Anda tentang kekayaan budaya Nusantara.

3 Replies to “Sejarah dan Asal-usul Seni Drama Tradisional Coke’an dari Jombang”

  1. kesenian memang harus dilestarikan ya mas, seiring perkembangan zaman, kesenian memang sudah mulai pudar bahkan anak sekarang pada gak tahu kesenian kota atau desanya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *