Perkembangan Jenis-jenis Pers di Indonesia

Tips Fotografi Pemula - Mengenal macam-macam aksesoris kamera
Tips Fotografi Pemula – Mengenal macam-macam aksesoris kamera

Hallo sobat blogger Indonesia? Apa pendapat Anda mengenai citra dunia pers di Indonesia saat ini? Bagaimana perkembangan dunia pers di Indonesia? Serta, karakter atau jenis pers apakah yang sedang eksis di masyarakat sekarang?

Ada yang menganggap bahwa pers kita sudah larut dalam iklim dan irama kapitalisme global. Dalam kapitalisme global, pers tidak berbeda dengan sebuah perusahaan yang selalu mengejar keuntungan maksimal dengan investasi minimal. Dengan logika industri dan perusahaan, apa pun akan disajikan pers selama hal itu bisa dijadikan sebagai komoditas. Tak jarang, pers melupakan dampak sosial dari publikasi sebuah berita.

Ada juga yang berpendapat pers kita sudah berada di luar jalur atau kebablasan. Demi pers, apa pun akan ditulis, dilaporkan, diberitakan, dan disebarluaskan. Kemudian pers akhirnya berubah drastis dari semula mengundang simpati, tapi ternyata akhirnya malam menjadi pemicu gelombang antipati di masyarakat.

Memiliki Segmentasi Pembaca Tersendiri

Untuk mengenali lebih jauh masalah pers, kita dapat menganalisis pers berdasarkan kualitas dan wilayah sirkulasinya. Haris Sumadiria dalam buku Menulis Artikel dan Tajuk Rencana mengelompokkan pers menjadi tiga jenis, yaitu pers berkualitas, pers populer dan pers kuning. Tiga jenis pers tersebut dibutuhkan oleh masyarakat sesuai jenis informasi yang dibutuhkan.

Masing-masing jenis pers memiliki ciri khas, baik dalam hal bahasa yang digunakan untuk menulis maupun segmentasi pembacanya. Pers berkualitas menekankan penyajian bahasa berita yang rasional untuk kalangan menengah ke atas. Pers populer mengadaptasi gaya bahasa yang sedang berkembang di masyarakat untuk pembaca menengah ke bawah. Sedangkan pers kuning lebih banyak mengumbar seks, kriminal dan konflik saat menyajikan berita untuk pembaca dari kalangan bawah.

Meski terdapat pembeda jenis pers namun dalam kenyataannya ketiga-tiganya laku di masyarakat. Mengapa? Karena kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman status ekonomi, lingkungan sosial, dan tingkat pendidikan memungkinkan setiap jenis pers memiliki segmentasi tersendiri. Di luar faktor edukasi, masyarakat memiliki selera tulisan yang berbeda-beda sehingga ketiga jenis pers masih bisa eksis sampai sekarang.

Semoga tips dan informasi penulis artikel bersama blog The Jombang Taste ini bisa berguna untuk setiap penulis lepas, ghost writer, freelancer writer, dan ghost writer di Indonesia. Ayo berkarya dan berekspresi melalui tulisan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *