Memaksimalkan Peran Teknologi Informasi di Tengah Pandemi

Information overload. Conceptual image of male and female figures with an array of television images that are breaking over them in a wave. This image may represent the concept of information overload, where too much information is provided and it becomes difficult to select what is needed.
Memaksimalkan Teknologi Informasi di Tengah Badai Pandemi

Pandemi corona merebak di Indonesia sejak pertengahan Maret 2020 lalu dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk mengatasi dampak buruk pandemi COVID-19 di Indonesia. Upaya penyelamatan kesehatan nasional terus dilakukan Pemerintah mengingat pandemi ini telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Bidang yang terdampak pandemi mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, sistem birokrasi pemerintah, hingga tata kelola aktifitas peribadahan umat beragama.

Pemerintah Kabupaten Jombang secara resmi telah membentuk Posko Siaga Corona di setiap desa sejak awal April 2020. Posko serbaguna tersebut berlokasi di gedung-gedung lembaga pendidikan milik pemerintah. Posko dijaga oleh petugas selama 24 jam dalam sepekan. Tujuan pendirian posko ini adalah untuk memantau mobilitas penduduk yang masuk maupun keluar dari wilayah desa tersebut. Informasi kedatangan warga tamu wajib dilaporkan kepada petugas posko. Setiap kepala desa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pertukaran informasi perkembangan wabah COVID-19. Kebijakan ini masih berlangsung sampai tulisan ini diterbitkan.

Penulis merupakan salah satu petugas jaga posko yang bertugas sekali dalam sepekan. Penulis dan rekan-rekan sesama petugas menyadari betul betapa kepanikan sempat melanda masyarakat Jombang di awal pandemi ini berlangsung. Media televisi dan portal berita online rajin menyampaikan perkembangan informasi jumlah penduduk Indonesia yang terdiagnosa positif mengidap virus corona. Pemberitaan jumlah pasien corona hilir-mudik memenuhi topik utama media utama di Indonesia. Sungguh, pemberitaan tersebut sangat mempengaruhi psikologis penduduk Indonesia.

Selalu ada hikmah tersembunyi dari kehadiran sebuah musibah. Bersamaan dengan merebahnya wabah virus corona, praktisi teknologi informasi tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Kebijakan social-distancing, work from home, dan home learning semakin memacu mereka untuk menghadirkan pembaruan yang memudahkan kinerja manusia terdampak pandemi. Lantas, bagaimana cara memaksimalkan peran teknologi informasi di tengah pandemi?

Umat Kristiani mengikuti ibadah online (Gambar diambil dari www.liputan6.com)
Umat Kristiani mengikuti ibadah online (Gambar diambil dari www.liputan6.com)

Trend Baru Ibadah Online

Warga dunia berusaha meningkatkan imun sekaligus iman mereka selama masa karantina pandemi berlangsung. Tubuh memerlukan asupan nutrisi makanan dengan gizi beragam dan seimbang. Sedangkan jiwa kita membutuhkan rangkaian ibadah agama untuk memenuhi kebutuhan ruh. Teknologi informasi berperan penting dalam mempermudah aktifitas ibadah umat beragama ketika tempat-tempat ibadah mulai ditutup untuk mencegah massa berkumpul. Sebagai akibatnya, muncul trend baru umat beragama melaksanakan ibadah secara online dengan dukungan jaringan internet yang memadai.

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno sebagai gereja tertua di Jawa Timur ditutup sementara dari aktifitas peribadatan sejak April lalu. Jemaat gereja mengikuti ibadah online melalui live streaming Youtube. Setiap keluarga berkumpul di ruang tengah rumah mereka masing-masing untuk mengikuti misa pekan suci paskah tahun 2020. Bagi keluarga lanjut usia (lansia) yang tidak memiliki perangkat komputer atau tidak mampu mengoperasikan smartphone android memilih untuk bergabung dengan tetangga sebelah rumah. Aktifitas ibadah tetap dapat berjalan khidmat meski dilakukan pembatasan jarak dan pembatasan jumlah kumpulan jemaat.

Perhelatan tradisi Unduh-unduh GKJW Mojowarno yang semula akan dilaksanakan pada Mei 2020 pun harus ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Beruntung saat ini telah hadir teknologi informasi yang memudahkan bagi panitia pelaksana melakukan komunikasi intensif dengan tenant, seniman pengisi acara, media massa, dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan festival Unduh-unduh. Penundaan Festival Unduh-unduh tidak menghalangi animo masyarakat Kristen di Jombang untuk bersedekah di tengah pandemi. Event wisata religi di Kabupaten Jombang ini diharapkan dapat terlaksana tahun ini meskipun harus berada di bawah pengawasan protokol kesehatan yang ketat.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk membatasi kumpulan massa di tempat terbuka, sebagian umat Islam di Indonesia untuk pertama kalinya tidak melaksanakan sholat Jumat. Kegiatan sholat tarawih di bulan Ramadhan tahun ini pun dialihkan ke rumah masing-masing penduduk. Para kepala keluarga mulai belajar menghafal bacaan surat-surat pendek dalam kitab suci Alquran dengan bantuan aplikasi Alquran dalam smartphone android mereka. Tidak terhitung betapa banyak cerita lucu dibalik pengalaman suami menjadi imam sholat tarawih pertama kali di rumah mereka.

Tabligh akbar dan pengajian umum di desa-desa telah dilarang pelaksanaannya. Para da’i tidak kehilangan akal. Mereka melaksanakan kajian online melalui siaran langsung Facebook, Youtube, dan IG TV. Kita semua tidak menyangka perubahan pola ibadah masyarakat muslim Indonesia akibat pandemi ini. Teknologi informasi semakin memudahkan para juru dakwah melakukan syiar agama hingga pelosok kampung berbekal beragam saluran media sosial yang ada. Kebiasaan masyarakat muslim Indonesia mengikuti kajian online berlangsung sejak awal pandemi berlangsung dan semakin semarak pada bulan puasa Ramadhan tahun ini. Trend dakwah online pun menjadi pilihan utama para mubaligh dalam menyebarkan ajaran agama Islam.

Telekonferensi pembina pramuka dan pelatih pramuka Kwarcab Jombang dengan aplikasi Zoom
Telekonferensi pembina pramuka dan pelatih pramuka Kwarcab Jombang dengan aplikasi Zoom

Belajar di Rumah Saja

Pendidikan adalah bidang yang paling terdampak pandemi kali ini. Pelajar dan mahasiswa dilarang hadir dan berkumpul di sekolah. Sebagai gantinya, mereka dihadapkan pada cara baru belajar di rumah (home learning). Home learning berlaku untuk pelajar mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah kejuruan, hingga mahasiswa perguruan tinggi. Santri pondok pesantren pun dipulangkan ke kampung halaman mereka selama beberapa bulan terakhir ini.

Para orang tua yang memiliki anak kecil mulai merasakan betapa tidak mudahnya menjadi guru dadakan selama masa pandemi ini. Mereka memiliki tugas tambahan untuk menemani putra-putri mereka selama mengerjakan tugas pembelajaran di rumah. Beruntunglah saat ini telah hadir limpahan layanan teknologi informasi yang mendukung terlaksananya pembelajaran di rumah. Berbekal smartphone yang mereka miliki, orang tua turut mempelajari materi sekolah anaknya dan mengalami sistem belajar baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Penutupan sekolah-sekolah di Indonesia tidak berarti menghentikan proses pembelajaran para pelajar. Pemerintah Republik Indonesia melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) telah menghadirkan program Belajar dari Rumah. Acara belajar di TVRI ini berlangsung pada pagi hingga siang dengan dukungan penuh jaringan televisi milik pemerintah di 34 provinsi di Indonesia. Kemudahan belajar melalui media televisi ini dapat mengatasi permasalahan tidak tersedianya jaringan internet di desa-desa terpencil. Anak-anak tinggal menyalakan pesawat televisi di rumah mereka, menyimak materi pelajaran sesuai jenjang pendidikan, dan mencatat hasil belajar di buku tulis mereka.

Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menangani pendidikan dan anak-anak (UNICEF) mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran di rumah selama Pandemi. UNICEF mengembangkan materi-materi pembelajaran yang bisa diakses di luar jaringan (offline). Bahkan UNICEF melakukan survei secara rutin melalui pesan singkat SMS untuk menyerap permasalahan pendidikan di masa pandemi. Survei tersebut melibatkan para guru, orang tua, dan anak-anak dan memberikan masukan berharga dalam pembuatan kebijakan pendidikan di masa pandemi.

Pembelajaran Berbasis Internet

Kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka antara guru dan murid tidak dapat dilakukan selama kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung. Aktifitas pengajaran telah beralih kepada pemanfaatan teknologi informasi dengan berbasis koneksi internet. Selama empat bulan terakhir ini para pelajar telah terbiasa mengerjakan tugas belajar di rumah dengan memanfaatkan aplikasi android berupa WhatsApp, video konferensi Zoom, video konferensi Skype, Google Classroom, adu ketangkasan Quizizz, Ruang Guru, menonton video Youtube, maupun beragam aplikasi bimbingan belajar online lain. Beragam layanan teknologi informasi tersebut berperan cukup penting dalam membantu tugas guru mengajar jarak jauh.

Penulis pun telah memberlakukan sistem penugasan secara online untuk siswa-siswa Kelas VI Sekolah Dasar selama mereka mengikuti Ujian Sekolah (US). Para pelajar dari Kelas I sampai Kelas V pun melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara daring selama sepekan terakhir. Pelaksanaan US dan PAT secara online ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah pendidikan sekolah dasar di Indonesia. Para siswa mengikuti ujian secara online dengan bimbingan orang tua masing-masing. Kalau bukan pandemi ini, mungkin orang tua pelajar di Indonesia selamanya tidak akan pernah mengenal beragam aplikasi teknologi informasi di bidang pendidikan.

Kabar baiknya adalah lembaga pendidikan di Indonesia saat ini telah menganggarkan biaya untuk pemenuhan kebutuhan koneksi internet para siswa. Sebagian besar sekolah membagi-bagikan kuota internet secara gratis kepada guru dan siswa selama masa home learning berlangsung. Uniknya, saat ini telah menjamur layanan koneksi internet wifi antar rumah penduduk sehingga kebutuhan siswa terhadap sarana pembelajaran daring dapat terpenuhi. Anak-anak pun terlihat sangat adaptif terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk belajar di rumah selama masa pandemi.

Trend pembelajaran secara online pun merambah ke bidang-bidang pelatihan yang dulu dianggap hanya bisa dilaksanakan secara tatap muka. Pembina Pramuka dan Pelatih Pramuka Kwarcab Jombang telah melaksanakan diskusi melalui aplikasi video konferensi Zoom pekan lalu. Salah satu usulan dalam diskusi tersebut adalah pelaksanaan kursus pembina pramuka secara online. Pengurus organisasi pramuka Kwarda Jawa Timur merespons baik usulan tersebut dan saat ini sedang menyusun materi dan petunjuk teknis pelaksanaan kursus pembina pramuka secara online. Disinilah teknologi informasi berperan dalam mengubah paradigma berpikir pendidikan dan kepelatihan yang semula baku dan bersifat dogmatif menjadi lebih fleksibel dan adaptif.

Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free
Membangun komunitas di internet bermanfaat bagi Anda untuk menjalankan bisnis online di masa pandemi.

Saatnya Berbisnis Online

Penerapan PSBB selama masa pandemi ini menyebabkan banyak perusahaan tidak dapat beroperasi secara penuh, bahkan sebagian perusahaan harus ditutup selamanya. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pun tidak terelakkan. Tak terhitung sudah berapa ribu karyawan telah dirumahkan sejak April 2020 lalu. Jumlah PHK dapat terus bertambah seiring perpanjangan masa berlaku PSBB di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia. Era new normal yang digadang-gadang mampu mengembalikan sektor ekonomi pun belum menunjukkan dampak yang cukup berarti selama dua pekan ini.

Sebagai seorang pekerja di perusahaan swasta, Anda tentu tidak boleh berdiam diri menghadapi gelombang PHK yang setiap saat dapat mengancam Anda. Mulailah memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun dasar-dasar bisnis online. Anda dapat menggunakan puluhan situs jual-beli online untuk berdagang beragam barang kebutuhan hidup. Manfaatkan juga sosial media Facebook, Instagram, dan Twitter untuk mempromosikan produk sekaligus mendekatkan brand Anda dengan calon pembeli potensial. Anda pasti tidak akan melupakan peran vital WhatsApp dan Telegram dalam menjangkau pembeli lebih mudah, cepat dan berbiaya murah. Cukup klak-klik kirim pesan. Pada tahap ini teknologi informasi telah berperan mengubah kemampuan seorang pedagang amatir dapat menjadi lebih mahir berjualan secara online.

Potensi bisnis online terbaik bisa Anda dapatkan dengan membangun sendiri situs web blog pribadi. Anda membutuhkan sebuah domain dan layanan hosting untuk mulai menulis dan membangun komunitas yang sesuai dengan topik blog Anda. Mula-mula, Anda lakukan cek domain untuk memeriksa ketersediaan domain yang Anda inginkan. Anda bisa menggunakan nama Anda atau nama produk Anda sebagai nama domain. Selanjutnya, Anda perlu memilih layanan hosting murah dengan dukungan Customer Service (CS) yang handal selama 24 jam. Kemudahan menghubungi CS penyedia hosting sangat membantu Anda mengatasi masalah yang tiba-tiba muncul saat Anda mengelola situs web blog pribadi.

Penulis telah menekuni aktifitas menulis artikel di blog pribadi ini sejak tahun 2009 lalu. Setelah melalui proses panjang ngeblog di WordPress, penulis telah merasakan banyak manfaat dari kegiatan blogging. Manfaat membangun web blog pribadi adalah menyalurkan hobi menulis, media bertukar pikiran dengan pembaca dari seluruh dunia, membangun jaringan bisnis dan pertemanan, dan kesempatan mendapatkan penghasilan di internet. Ada banyak jenis bisnis online yang bisa Anda pilih dengan membangun web blog pribadi. Mulai dari berjualan barang dan jasa, bisnis afiliasi, iklan pay per click, jasa content placement, sampai dengan menjadi brand ambassador sebuah produk terkemuka. Teknologi informasi mampu berperan mengubah kehidupan Anda yang semula bukan siapa-siapa menjadi lebih dikenal dan diperhitungkan dalam pergaulan.

Bekerja di rumah terasa menyenangkan dan lebih aman di masa pandemi.
Bekerja di rumah terasa menyenangkan dan lebih aman di masa pandemi.

Keuntungan Bekerja dari Rumah

Bekerja di rumah menjadi pilihan terbaik bagi Anda untuk tetap produktif di tengah masa pandemi ini. Anda dapat meminimalkan resiko tertular COVID-19 dengan melakukan aktifitas bekerja di rumah saja. Libatkan peran penting teknologi informasi dalam mendukung pekerjaan Anda tetap berjalan efektif selama pandemi. Selain itu, bekerja di rumah memiliki banyak keunggulan dibandingkan jika Anda harus pergi kerja ke kantor setiap hari. The New York Times mengulas sejumlah keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari aktifitas bekerja dari rumah. Berikut ini keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari work from home:

1. Lebih Sedikit Waktu di Jalan

Texas A&M Transportation Institute telah melakukan penelitian terhadap perilaku pekerja di Amerika Serikat. Para pekerja di Negeri Paman Sam menghabiskan waktu setidaknya 54 jam per tahun terjebak dalam kemacetan berkendara di jalan raya. Mereka juga sangat beresiko mengalami stres, masalah kesehatan pernafasan, hingga terdampak polusi yang ditimbulkan oleh aktifitas berkendara di jalan raya. Anda tentu tidak ingin mengalami kondisi tersebut, bukan?

Masa pandemi memberikan kesempatan bagi Anda untuk meninggalkan hiruk-pikuk kemacetan di jalan raya. Bekerja dari rumah tidak membutuhkan waktu berkendara di jalan raya. Anda dapat memulai aktifitas bekerja lebih cepat ketika dibutuhkan. Anda juga tidak membutuhkan biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebih. Selain itu, Anda pastinya merasa lebih bugar karena terhindar dari pengaruh buruk polusi udara, polusi suara, dan tergoda mencicipi junk food.

Pahami juga bahwa penyebaran virus corona lebih banyak terjadi di luar rumah. Dengan mengurangi waktu berkendara di jalan raya dan beraktifitas di luar, Anda sudah mengurangi resiko tertular COVID-19. Sebagai timbal-baliknya, Anda dapat memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan olahraga ringan di rumah. Manfaatkan aplikasi android untuk mendapatkan panduan berolahraga ataupun video senam aerobik di Youtube untuk menjaga kebugaran tubuh. Limpahan manfaat teknologi informasi yang mengelilingi Anda dapat menjadi modal yang bagus untuk memiliki tubuh sehat di masa pandemi.

2. Lebih Produktif Bekerja

Nicholas Bloom dari Stanford University telah mengadakan penelitian terhadap para pekerja agen perjalanan China pada tahun 2014. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bekerja di rumah dapat meningkatkan produktifits hingga 13 persen. Peningkatan produktifitas bekerja adalah pertimbangan penting bagi setiap pimpinan perusahaan dalam mengembangkan manajerial yang handal. Gunakan aplikasi manajemen waktu dan perencaan kerja yang tersedia di Play Store, misalnya Sectograph, TimeTune, Time Management, Time Planner, dan lain-lain. Peran teknologi informasi pada level ini mampu menjadikan Anda manusia yang disiplin bekerja dan tidak terjebak oleh rutinitas hidup yang monoton.

Efisiensi bekerja di rumah dapat tercipta karena para pekerja terhindar dari gangguan-gangguan menyenangkan yang hanya bisa mereka temui di kantor. Gangguan bekerja itu antara lain kesempatan bergunjing dengan rekan kerja, penawaran produk-produk terbaru disertai diskon dan promosi, godaan makan siang di luar, hingga konflik antar pekerja yang timbul selama interaksi tatap muka. Sesekali mungkin Anda perlu melakukan meeting secara online menggunakan aplikasi video konferensi Zoom ataupun Skype agar koordinasi antar setiap lini perusahaan dapat dilakukan dengan benar. Teknologi informasi benar-benar berperan membantu Anda untuk tetap berkomunikasi secara efektif meski dilakukan secara jarak jauh.

Anda tidak perlu khawatir mendapatkan gangguan anak-anak selama bekerja di rumah. Anda dapat mengatur jadwal kerja lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kebiasaan dan pola hidup anak-anak. Anda tentu sudah paham kapan anak-anak sarapan pagi, bermain, makan siang, tidur siang, hingga melaksanakan penugasan belajar dari guru sekolah mereka. Anda hanya perlu membangun komunikasi efektif dengan anak-anak sehingga mereka dapat sepenuhnya paham dan mendukung orang tuanya bekerja di rumah selama masa pandemi.

3. Lebih Sedikit Biaya Hidup

Anda patut berterima kasih kepada perusahaan ataupun lembaga tempat Anda bekerja jika mereka memberikan kesempatan Anda bekerja dari rumah. Bekerja di rumah bermanfaat mengurangi biaya hidup Anda. Anda bisa mengurangi biaya pembelian bahan bakar kendaraan, tidak perlu membayar biaya parkir kendaraan, dan juga terhindar dari pengeluaran-pengeluaran mendadak yang seringkali didorong oleh emosi sesaat.

Salah satu biaya hidup yang sering tidak diperhitungkan saat bekerja di luar rumah adalah pembelian makanan cepat saji dan aneka junk food lezat di cafe. Nongkrong santai di cafe bersama rekan kerja memang menyenangkan dan berguna membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Namun seringkali saat Anda asyik ngobrol Anda akan terlena hingga lupa waktu dan menghabiskan pengeluaran yang sebenarnya bisa dikendalikan.

Masa pandemi ini memaksa Anda untuk bekerja lebih produktif di rumah sekaligus menghemat pengeluaran di tengah kesulitan ekonomi. Anda akan lebih mawas diri dalam berbelanja. Anda akan terpacu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan utama keluarga daripada membeli beragam barang aksesoris yang seringkali tidak berguna tapi Anda tidak mau kalah gaya dibanding rekan kerja.

Segala peran dan manfaat teknologi informasi dapat Anda raih dengan mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi. Bersyukurlah jika Anda diberikan kesempatan oleh perusahaan untuk bekerja di rumah. Itu artinya Anda memiliki lebih banyak waktu luang untuk keluarga. Namun bila Anda terpaksa harus melakukan aktifitas di luar rumah selama masa pandemi ini pastikan Anda memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat dan rajin beribadah kepada Tuhan. Semogga kesuksesan dan kebahagiaan selalu menyertai Anda di masa pandemi ini.

 

Bagikan tulisan ini:

21 Replies to “Memaksimalkan Peran Teknologi Informasi di Tengah Pandemi”

  1. Sepakat sekali pak. Masa pandemi ini bukan halangan untuk berhenti belajar. Guru harus kreatif bikin konten belajar online yang menyenangkan. Libatkan orang tua sebagai pembimbing belajar anak di rumah.

    1. teknologi informasi ibaratnya seperti pedang bermata ganda. pada satu sisi mungkin teknologi informasi sangat membantu kita tetap produktif di masa pandemi. namun pada sisi lain kemudahan ini bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kriminal.

  2. Buat emak2 blogger se-Indonesia Raya jgn takut nggak bisa makan. Rejeki itu sdh ada yg ngatur. Tugas kita mah terus berusaha. Perkara barang dagangan laku gak laku itu belakangan. Pikiran hrs tetap happy biar keluarga rukun.

  3. misa online memang bisa dilakukan di rumah. tapi bagaimanapun juga ibadah di dalam gereja lebih menyenangkan. ibadah online di rumah kadang bikin sebel kalau koneksi internet tiba-tiba putus ketika sedang serius mengikuti doa. mudah-mudahan virus corona segera kabur dari indonesia biar kita bisa ibadah lagi seperti semula.

  4. Di zaman sekarang kebutuhan koneksi internet rumah tangga sudah menjadi kebutuhan pokok layaknya makanan dan minuman. setiap hari orang tua dan anak-anak sama-sama membutuhkan internet untuk mengerjakan tugas harian mereka. Mau gak mau fakta ini hrs kita terima.

  5. Lebaran Idul Fitri tahun 2020 ini menjadi awal mula bagi kebangkitan bisnis online yang di motori oleh ibu-ibu rumah tangga. Perdagangan yang dulunya harus dibuka melalui lapak atau toko dengan biaya operasional yang besar kini bisa dilakukan dengan mudah dalam genggaman smartphone Anda. Yuk kita brdoa mudah-mudahan new normal ini bisa menjadi awal bisnis online yang lebih baik dan perspektif di masa mendatang.

  6. ortu nggak perlu khawatir anak-anak mereka nggak bisa belajar efektif di masa pandemi. masa pandemi ini telah mengajarkan budaya baru belajar lewat link google form dan video conference zoom. kelak anak-anak tumbuh menjadi generasi millenial yg lbh tahan banting. percaya deh.

  7. Perlu diingat juga bahwa kemudahan pemakaian teknologi informasi menghasilkan biaya tambahan. Paling tidak, saat bekerja di rumah kita butuh koneksi internet yang andal dan perangkat smartphone yang performanya mumpuni. Barangkali dari bantuan dana sosial covid 19 yang digulirkan oleh pemerintah bisa sedikit mengurangi dampak negatif di bidang ekonomi keluarga.

  8. Dibilang bermanfaat sih ada manfaatnya juga mengingat anak-anak mengerjakan tugas sekolah berbekal smartphone yang mereka miliki. Tapi lama-kelamaan aktivitas belajar secara online bisa mengurangi sensitifitas anak-anak dalam berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya.

  9. teknologi komunikasi jaman skrg bisa mendekatkan yg jauh dan menjauhkan yg dekat. asikin aja selama kita bisa hidup sehat, makan kenyang, tidur nyenyak, dan kuota internet penuh.

    1. Pendidik zaman sekarang harus banyak menggunakan teknologi informasi dalam mendidik murid-muridnya. Bukan karena untuk sekedar gaya-gayaan, tetapi memang pola hidup anak-anak zaman sekarang tidak pernah melepaskan diri dari smartphone. Mereka dapat mengakses banyak informasi yang lebih luas dibanding dengan apa yang disampaikan oleh guru.

  10. bisnis online tetap bisa berjalan di masa pan demi ini karena promosi melalui internet tidak tergantung oleh kemacetan lalu lintas maupun pengiriman barang. jadi pinter pinternya kita untuk melakukan strategi promosi yang kreatif dan menarik calon pembeli.

  11. Kids jaman now lbh mudah menerima pembaruan cara belajar di internet. Pak Guru gak usah khawatir murid2nya bodoh. Mereka semua pintar menurut takarannya masing2.

  12. Masa pandemi yang sekarang terjadi di Indonesia tidak bisa kita prediksi kapan berakhirnya. Bahkan prospek bisnis di Indonesia di masa pandemi nasibnya sama galau seperti halnya murid-murid sekolah yang harap-harap cemas menunggu Kapan mereka masuk sekolah.

  13. Menurutku tidak masalah pemberlakuan sistem belajar di rumah dengan menggunakan teknologi informasi. Asal tau aja ya, sekarang sekolah-sekolah yang didanai oleh pemerintah dapat menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk penganggaran pemenuhan kebutuhan kuota internet untuk guru-guru dan murid-muridnya. Jadi Nikmati saja masa pandemi Ini selagi kita masih bisa makan minum dan tidur dengan nyenyak di rumah bersama keluarga.

  14. Tulisan sebagus ini sayang utk dilewatkan. Emang beda ya tulisan based on true story sama tulisan robot. Kalo nulis bebas begini jadi enak dibaca.

  15. Kita bisa menjumpai hanya sedikit blog pribadi yang mau membahas tips belajar di masa pandemi. Mas Agus adalah salah satu blogger senior yg konsisten nulis sejak dulu. Salut utk ketekunannya dlm mendalami blogging. Saya berharap semangat ngeblog ini bisa ditularkan kpd rekan2 guru lain.

  16. Teknologi bkn menjadi sumber masalah. Manusis sendiri yg salah. Pandemi ini bisa kita lawan dgn ilmu dan iman.

  17. Emak emak yg tinggal di desa sekarang dipaksa utk paham teknologi informasi demi anak2 belajar di rumah. Ada sisi baiknya utk percepatan modernisasi. Tp biaya utk maju juga tdk sedikit.

  18. Walaupun saat ini sudah banyak beredar perangkat yang didukung oleh teknologi informasi yang canggih tapi pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih banyak yang lebih menyukai bertransaksi di pasar tradisional. Pola perdagangan konvensional tatap muka tidak bisa kita hilangkan begitu saja mengingat Indonesia lebih menyukai sistem guyub rukun dan gotong royong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *