Paribasan Kebo Bule Mati Setra, Wong Pinter Nanging Ora Ono Sing Mbutuhake

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan: Dongeng Putri Tandampalik dari Kerajaan Luwu
Cerita Rakyat Sulawesi Selatan: Dongeng Putri Tandampalik dari Kerajaan Luwu

Pemikiran masyarakat modern telah berkembang sedemikian pesat melampaui kecanggihan teknologi. Setiap kelompok masyarakat saat ini mengidentifikasikan diri sebagai perkumpulan manusia-manusia yang memiliki kecenderungan tertentu dalam berpikir, berperilaku dan menanggapi respons perubahan lingkungan. Ada masyarakat yang mengedepankan kepandaian dalam mencari pemimpin. Ada pula masyarakat yang mengutamakan kekuasaan sebagai landasan menemukan figur pemimpin idaman mereka. Continue reading “Paribasan Kebo Bule Mati Setra, Wong Pinter Nanging Ora Ono Sing Mbutuhake”

Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe, Tumandang Gawe Tanpa Duwe Melik

Permainan Kerjasama Tim dalam Pelatihan dan Upgrading Guru Genius Yatim Mandiri Tahun 2017 di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo
Permainan Kerjasama Tim dalam Pelatihan dan Upgrading Guru Genius Yatim Mandiri Tahun 2017 di Sekolah Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo

Setiap manusia memiliki tujuan hidup. Tujuan hidup itulah yang menggerakkan langkah manusia dalam aktifitas sehari-hari. Ada manusia yang tulus ikhlas bekerja untuk membantu orang lain. Ada pula manusia yang memiliki pamrih dalam setiap tindakannya. Untuk perilaku manusia jenis yang pertama, masyarakat Jawa memiliki paunen-unen yang berbunyi sepi ing pamrih rame ing gawe. Perumpamaan tersebut berarti wong kang tumandang gawe tanpa duwe melik. Jika peribahasa Jawa ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti orang yang bekerja tanpa pamrih. Continue reading “Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe, Tumandang Gawe Tanpa Duwe Melik”

Wong Yen Lagi Gandrung, Ora Peduli Mbledose Gunung

Jalan-jalan ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya
Jalan-jalan ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya

Cinta bisa membuat mata buta. Cinta mampu meniadakan hal yang ada dan mengadakan hal yang tiada. Masyarakat suku Jawa memiliki pepatah wong yen lagi gandrung ora peduli mbledose gunung. Tahukah Anda, sobat pembaca The Jombang Taste bahwa perumpamaan bahasa Jawa ini bukanlah asal bicara karena diangkat dari kejadian nyata di masyarakat. Begitu banyak manusia terjerat dalam cinta buta sehingga melupakan segala tatanan dan aturan yang berlaku dalam kehidupan. Continue reading “Wong Yen Lagi Gandrung, Ora Peduli Mbledose Gunung”