Dimanakah Letak Rasionalitas Kegiatan Ekonomi Islam?

Masyarakat awam pada umumnya berpandangan bahwa ajaran Islam dipenuhi dengan klenik, magic dan hal-hal yang tidak rasional. Misalnya, mengapa ibadah sholat orang Islam menghadap kiblat, mengapa muslim melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan berbagai pikiran sejenis. Benarkah Islam tidak bisa dijelaskan secara rasional? Kalau bisa, dimanakah sisi rasionalitas muslim dalam kegiatan ekonomi?