Langsung pada pokok pembahasan. Saya tertarik memantapkan niat Arief Rizky Ramadhan untuk mengubah imej lama dengan imej baru yang lebih tepat. Selama ini kita mengenal sosok dik Arief (sengaja saya tambahkan kata dik supaya nggak kacau dengan panggilan Arief senior) dengan nama bebegendut.
Dalam pergaulan antar blogger, nama dan imej tersebut menjadi bahan ledekan dalam beberapa ruang diskusi. Ada yang menyorot hobi mengoleksi boneka Linux, ada pula yang merasa risih dengan artikel BeOL di blog mas Hengky. Continue Reading »
Sampai detik ini saya masih tidak percaya bahwa posting game Facebook masih menyedot perhatian dan komentar dari teman-teman blogger. Meski sempat dicap sebagai posting nggilani, toh tidak menyurutkan rasa penasaran mereka terhadap isi tulisan tersebut.
Walaupun Oom JS yang saya tunggu-tunggu reaksinya tidak kunjung datang, saya tetap bersyukur saat melihat antusias para komentator yang berlomba-lomba mengkritisi posting tak biasa tersebut .
Dan efeknya memang langsung terasa. Baik di blog ini, inbox facebook saya maupun inbox gmail kebanjiran pertanyaan newbie. Rata-rata pertanyaannya sama: adakah tips khusus supaya posting kebanjiran komentar. Continue Reading »

Salah satu tolak ukur blog populer bisa dilihat dari banyak sedikitnya kunjungan. Apalah artinya ngeblog kalau tidak ada kunjungan. Lebih khusus lagi komentar. Bagi saya, komentar adalah sumber terbesar munculnya semangat ngeblog .
Selain itu, posting blog dapat menjadi wadah diskusi yang cukup interaktif dengan adanya nested comment. Bisa saling membalas komentar gitu…
Namun, tidak semua komentar serta-merta membawa kemajuan bagi perkembangan hidup mati blog. Ibaratnya, ada yang bisa menjadi vitamin yang berguna memelihara kerja tubuh. Namun adapula yang mampu berubah jadi racun disaat kita lengah.
Apa saja jenis komentar itu? Continue Reading »