Bimbingan Konseling Kelompok untuk Pengentasan Masalah Kenakalan Pelajar

Permainan kerjasama tim berperan membantu siswa lebih mengenal potensi diri sendiri dan menghargai orang lain.

    Permainan kerjasama tim berperan membantu siswa lebih mengenal potensi diri sendiri dan menghargai orang lain.

Beragam tingkah laku pelanggaran tata tertib sekolah seringkali dilakukan secara kelompok, bukan perorangan. Hal ini didasari oleh fenomena keterikatan individu usia sekolah dasar dengan kelompoknya secara emosional. Oleh karena itu perlu adanya layanan bimbingan konseling secara kelompok. Menurut Prof. Achmad Juntika Nurihsan (2006), layanan bimbingan konseling siswa secara berkelompok pada siswa sekolah dasar dimaksudkan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. Pendampingan ini dapat juga dipergunakan sebagai acuan siswa untuk pengambilan keputusan lebih jauh. Continue reading “Bimbingan Konseling Kelompok untuk Pengentasan Masalah Kenakalan Pelajar”

Masih Perlukah Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar?

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang – Kegiatan permainan ini bermanfaat menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan membiasakan bersikap adil kepada orang lain.

Hari ini masih membahas bimbingan konseling siswa? Mungkin Anda merasa judul artikel ini tidak penting. Simpan dulu pendapat Anda. Silakan amati kondisi lingkungan sekitar Anda. Apakah masih ada pelajar yang hobi membolos sekolah? Berapa banyak siswa yang terlibat aksi tawuran antar pelajar? Seberapa sering pelajar tercyduk sedang merokok di warung kopi? Jika beberapa fenomena di atas tidak Anda jumpai, selamat! Namun sepertinya mustahil kita menemukan nol kenakalan remaja saat ini. Artinya, sepanjang masih ada perilaku pelanggaran aturan oleh pelajar, selama itu pula peran bimbingan dan konseling diperlukan untuk siswa.

Menurut Profesor Dr. Achmad Juntikan Nurihsan (2006) pelayanan bimbingan dan konseling perlu diselenggarakan di sekolah dasar (SD) agar pribadi dan segenap potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang secara optimal. Layanan bimbingan di SD perlu disesuaikan dengan berbagai kekhususan pendidikan di sekolah dasar, terutama yang menyangkut karakteristik peserta didik, tujuan pendidikan, dan kemampuan pelaksananya yaitu guru kelas. Continue reading “Masih Perlukah Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar?”