Paribasan Jawa: Tut Wuri Handayani

Lomba Agustusan antar Mahasiswa UNHASY Tebuireng
Lomba Agustusan antar Mahasiswa UNHASY Tebuireng

Salah satu peribahasa dalam Bahasa Jawa yang terkenal adalah Tut Wuri Handayani. Arti Tut Wuri Handayani dalam bahasa Jawa adalah: Menehi kalonggaran lan uga menehi pepeling amrih becik. Kata-kata bijak bahasa Jawa tersebut memiliki makna memberikan kebebasan dalam berperilaku sekaligus memberikan nasehat bijak agar perilaku tersebut tetap terarah. Filosofi tersebut terdapat dalam dunia pendidikan dimana anak-anak diberikan kebebasan menentukan masa depan mereka namun tetap dalam pengarahan guru dan pengajar. Continue reading “Paribasan Jawa: Tut Wuri Handayani”

Saloka: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe

Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli - Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli
Sejarah dan Teknik Permainan Olahraga Bolavoli – Gambar pemuda sedang bermain olahraga bola voli

Apa kabar sobat blogger Jombang dan blogger Indonesia? Kita bertemu lagi dengan artikel bahasa Jawa bersama The Jombang Taste. Salah satu kalimat dalam bahasa Jawa yang terkenal adalah Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe. Apakah arti peribahasa Jawa tersebut?

Jika Anda ingin berkontribusi dalam pembangunan di masyarakat maka hendaknya partisipasi tersebut dilakukan dengan kerja keras, tekun dan tanpa pamrih. Masyarakat Jawa menyatakan dalam saloka (pepatah Bahasa Jawa) “Sepi ing pamrih, rame ing gawe.” Dalam bahasa Jawa, peribahasa tersebut berarti: “Tumandang gawe tanpa duwe melik.” Maknanya, bekerja keras tanpa memiliki pamrih apapun. Semua bentuk pengorbanan dilakukan semata-mata untuk kepentingan bersama. Continue reading “Saloka: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”

Bebasan: Yuyu Rumpung Mbarong Ronge

Buka Puasa Bersama Bank Jombang dan Yatim Mandiri KCP Jombang
Buka Puasa Bersama Bank Jombang dan Yatim Mandiri KCP Jombang

Bebasan Jawa kang unine “Yuyu rumpung mbarong ronge” nduweni ateges “Omahe katon njenggarong nanging mlarat.” Dalam Bahasa Indonesia, peribahasa Jawa ini bisa diterjemahkan sebagai berikut. Yuyu rumpung artinya ketam, yaitu hewan sejenis kepiting yang hidup di sawah berair tawar. Mbarong ronge artinya liang tempat hidup ketam tersebut tampak sangat megah dan besar. Sebagaimana kita tahu, ketam membuat lubang di pematang sawah dan menghasilkan bangunan mirip candi yang terbentuk dari sisa galian tanah liat di area persawahan. Continue reading “Bebasan: Yuyu Rumpung Mbarong Ronge”