Bebasan: Gajah Tumbuk, Kancil Mati Tengah

Artine bebasan iki yaiku wong gedhe padha padudon, wong cilik sing sengsara. Artinya, jika para pemimpin negeri selalu berebut kekuasaan maka rakyat yang akan menjadi korbannya. Ini sudah sering terjadi di negara kita. Siklusnya berulang setiap lima tahun sekali manakala pemilihan umum berlangsung. Para pemimpin berlomba adu pengaruh di menjelang pemungutan suara. Rakyat kecil yang terdampak perang itu. Continue reading “Bebasan: Gajah Tumbuk, Kancil Mati Tengah”

Paribasan: Arep Jamure Emoh Watange

Orang Jawa terbiasa mengasosiasikan sesuatu dengan keadaan alam. Inilah sindiran secara halus yang mengena hati lawan bicara. Paribasan arep jamure emoh watange artine gelem kepenake ora gelem rekasane. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia secara bebas, peribahasa Jawa ini berarti mau enaknya tidak mau susahnya.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita bertemu dengan orang yang mau enaknya saja, tanpa mau bekerja keras untuk mendapatkan kenikmatan hidup. Kalau kawannya sedang sudah, dia akan menghindar sejauh mungkin. Tapi giliran ada kawan dapat berkah dari usahanya sendiri dia akan pedekate semaunye aje. Continue reading “Paribasan: Arep Jamure Emoh Watange”