Kata-kata Mutiara Bahasa Jawa: Paribasan Beras Wutah Ora Mulih Marang Takere

Legenda Pulau Majeti dan Prabu Selang Kuning
Legenda Pulau Majeti dan Prabu Selang Kuning

Beras wutah ora mulih marang takere nduweni teges samu barang kang wis owah arang bisa pulih kaya asale.

Bagaimana kabar kawan blogger Jombang hari ini? The Jombang Taste online kembali melalui artikel kata-kata mutiara Bahasa Jawa yang berbunyi: beras wutah ora mulih marang takere. Peribahasa dalam Bahasa Jawa ini kurang lebih memiliki arti bahwa setiap hal yang sudah terlepas dari kedudukan awal akan sangat sulit kembali seperti keadaan semula. Semua hal yang sudah berubah tidak akan bisa kembali seperti semula dalam keadaan wajar. Diperlukan usaha yang ekstra keras agar butiran beras dalam kembali terkumpul dalam tempat penampungan. Continue reading “Kata-kata Mutiara Bahasa Jawa: Paribasan Beras Wutah Ora Mulih Marang Takere”

Kata-kata Bijak Bahasa Jawa: Saloka Adhang-adhang Tetesing Embun

Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara: Dongeng Persahabatan Kera dan Ayam
Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara: Dongeng Persahabatan Kera dan Ayam

Saloka adhang-adhang tetesing embun nduweni teges njagakake barang mung saolehe bae.

Apa kabar kawan blogger Jombang? The Jombang Taste menyapa Anda kembali melalui inspirasi nasehat bijak Bahasa Jawa. Adhang-adhang tetesing embun memiliki arti menggantungkan diri pada hal yang belum tentu berhasil. Ibaratnya seperti mencari butiran tetes embun di pagi hari. Mungkin saja Anda bisa menemukan tetes embun seperti yang Anda kira. Namun berapa banyak tetes embun yang dapat Anda kumpulkan tidak dapat diperkirakan karena besok pagi belum tentu Anda dapat menjumpai embun. Continue reading “Kata-kata Bijak Bahasa Jawa: Saloka Adhang-adhang Tetesing Embun”

Paribasan Jawa: Tut Wuri Handayani

Lomba Agustusan antar Mahasiswa UNHASY Tebuireng
Lomba Agustusan antar Mahasiswa UNHASY Tebuireng

Salah satu peribahasa dalam Bahasa Jawa yang terkenal adalah Tut Wuri Handayani. Arti Tut Wuri Handayani dalam bahasa Jawa adalah: Menehi kalonggaran lan uga menehi pepeling amrih becik. Kata-kata bijak bahasa Jawa tersebut memiliki makna memberikan kebebasan dalam berperilaku sekaligus memberikan nasehat bijak agar perilaku tersebut tetap terarah. Filosofi tersebut terdapat dalam dunia pendidikan dimana anak-anak diberikan kebebasan menentukan masa depan mereka namun tetap dalam pengarahan guru dan pengajar. Continue reading “Paribasan Jawa: Tut Wuri Handayani”