Liburan Murid SDN Latsari ke Mahavihara Budha Tidur di Bejijong, Trowulan, Mojokerto

Buddha Painting
Buddha Painting

Kegiatan study tour murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang pada 19 Oktober 2019 berlanjut. Setelah mengunjungi Pusat Informasi Majapahit atau Museum Trowulan, para siswa dan guru melanjutkan tujuan berlibur ke obyek wisata Mahavihara Budha Tidur. Tempat wisata Mahavihara Budha Tidur berada di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Lokasi obyek wisata religi ini berada di tengah perkampungan sehingga anda perlu memperhatikan lebar kendaraan dibandingkan dengan jalan lebar jalan masuk ke obyek wisata. Lanjutkan membaca “Liburan Murid SDN Latsari ke Mahavihara Budha Tidur di Bejijong, Trowulan, Mojokerto”

Liburan ke Museum Trowulan, Pusat Informasi Majapahit di Mojokerto untuk Wisata Edukasi Pelajar

Museum Trowulan terletak di desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kecamatan Mojokerto. Tempat wisata di Mojokerto ini sering menjadi tujuan berlibur para pelajar dan mahasiswa yang tertarik meneliti sejarah Kerajaan Majapahit pada masa lalu. Destinasi wisata Kabupaten Mojokerto ini sangat bagus untuk menjadi tempat wisata keluarga dan wisata edukasi pelajar.

Lanjutkan membaca “Liburan ke Museum Trowulan, Pusat Informasi Majapahit di Mojokerto untuk Wisata Edukasi Pelajar”

Situs Keramat Siti Inggil Pertapaan Raden Wijaya di Trowulan Mojokerto

Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan
Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan

Apa kabar sobat blogger Jombang? The Jombang Taste kembali mengulas tempat-tempat wisata yang unik dan menarik di sekitar Kota Jombang. Rasa penasaran saya menggiring langkah kaki berkunjung ke obyek wisata yang tidak banyak disukai kebanyakan wisatawan dan backpacker. Kali ini saya akan berbagi pengalaman berlibur ke salah satu obyek wisata di Mojokerto yang menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Pertapaan Siti Inggil. Lanjutkan membaca “Situs Keramat Siti Inggil Pertapaan Raden Wijaya di Trowulan Mojokerto”