Hijrah Menuju Titik Nol

benarkah aku milikmu?
benarkah aku milikmu?

Lagi-lagi saya harus mengakui bahwa susah dan senangnya hidup berawal dari sebuah titik. Titik itu bernama hati. Jika hati diliputi oleh kasih sayang dan perasaan cinta, maka hidup akan menjadi mudah dan indah untuk dijalani. Sebaliknya, hati yang dipenuhi dengan dendam, amarah, iri, dengki, hasut dan kebencian hanya akan menjadi penyakit mental.

Mengubah isi hati dari cinta menjadi benci semudah membalik telapak tangan. Begitu juga sebaliknya. Ya! Sangat mudah. Bahkan mudah sekali. Itu bisa terjadi kalau kita bersedia mengosongkan isi hati alias menuju titik nol. Apakah titik nol? Lanjutkan membaca “Hijrah Menuju Titik Nol”