Belajar Mengaji di TPQ Jadi Hiburan Santri di Masa Pandemi

Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil
Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil

Apa kabar sobat komunitas blogger Jombang? Semoga hari ini Anda selalu sehat dan giat beraktifitas. Pemerintah memutuskan untuk meliburkan setiap aktivitas belajar dan mengajar di lembaga pendidikan formal, baik sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Madrasah dibawah Kementerian Agama. Home Learning bagi para pelajar di Jombang berlaku per 16 Maret 2020 lalu. Praktis, anak-anak tidak memiliki waktu untuk belajar bersama teman-teman mereka di sekolah atau madrasah setiap hari. Kebosanan pasti melanda pada diri anak. Terlebih lagi setiap anak memiliki smartphone atau gadget dan tidak berkesempatan bertatap muka dengan teman-teman sepermainan mereka. 

Keberadaan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak di masa pandemi ketika anak-anak tidak berkesempatan untuk belajar bersama teman mereka di sekolah atau madrasah. Setiap sore anak-anak justru terlihat bersemangat untuk berangkat ke masjid atau mushola tempat keberadaan taman pendidikan Alquran. Mereka antusias mengikuti kegiatan belajar mengaji walaupun harus diiming-imingi terlebih dahulu dengan aneka permainan, jajanan yang lezat, dan uang saku dari orang tua mereka. Tanpa uang saku pun anak-anak sudah bersemangat berangkat mengaji karena mereka memiliki kepentingan untuk bermain dengan teman-temannya.

Kehidupan keagamaan di masyarakat desa terbilang cukup stabil di masa pandemi ini sekalipun aktivitas pengajian, tahlilan, yasinan, dan pembacaan sholawat diba’ dilarang dilakukan dengan menghimpun massa dalam jumlah banyak. Masyarakat muslim di pedesaan Kabupaten Jombang terlihat masih bisa menikmati kondisi pada saat ini. Hal ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang cukup di desa-desa. Masyarakat muslim tidak perlu khawatir kelaparan karena kebun dan Ladang mereka telah cukup menghasilkan bahan pangan. 

Kegiatan Belajar Santri Marhalah TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang
Kegiatan Belajar Santri Marhalah TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang

Anak-anak pedesaan pun tampaknya tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19 kali ini. Kegiatan belajar membaca dan menulis Alquran berlangsung di TPQ tanpa menggunakan masker kesehatan. Tampaknya hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk tetap bermain dengan teman-temannya. Berdasarkan pantauan penulis, kebijakan penggunaan masker bagi santri TPQ berlaku efektif selama beberapa hari saja. Ketentuan ini tidak dapat dilakukan mengingat keterbatasan masker kesehatan dalam memproduksi suara bagi setiap santri. Bacaan santri menjadi tidak dapat terdengar secara utuh ketika mereka menggunakan masker kesehatan ataupun pelindung wajah (face shield). 

Tantangan utama bagi ustadz dan ustadzah atau pengajar TPQ ketika memulai pelajaran membaca dan menulis Alquran adalah mengembalikan konsentrasi santri untuk kembali ke kelas. Euforia para santri tak terkendali. Santri putra bermain sepakbola di halaman masjid dan menghasilkan suara bising di pendengaran. Sementara itu, santri putri lebih suka bermain seluncur atau prosotan di samping gedung TPQ sambil membawa makanan. Pemandangan seperti ini menjadi hal yang wajar terjadi di lingkungan TPQ. Terlebih lagi aktifitas belajar di sekolah telah sepenuhnya terhenti sejak empat bulan lalu. Acara bermain dan berkumpul dengan teman sebaya tidak terhindarkan lagi.

Sebagai seorang pendidik yang paham protokol kesehatan, penulis selalu menganjurkan para santri untuk memakai masker ketika berangkat mengaji di TPQ. Himbauan ini tidak diindahkan anak-anak, terutama santri yang berusia tujuh tahun ke bawah. Sebisa mungkin penulis meminta para santri untuk berwudhu dan tidak duduk berdekatan saat mengaji. Alasan logis adalah untuk membatasi pergaulan anak laki-laki dan perempuan sejak dini. Pemisahan tempat duduk santri putra dan putri di TPQ yang berada di daerah pedesaan harus terus diusahakan dengan dasar-dasar perintah agama.

Bagaimana dengan perkembangan aktifitas pembelajaran santri di tempat tinggal Anda? Apakah TPQ terdekat di rumah Anda sudah mulai melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar Alquran secara tatap muka? Silakan sobat komunitas blogger Jombang berbagi cerita pada kolom komentar di bawah ini?

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Belajar Mengaji di TPQ Jadi Hiburan Santri di Masa Pandemi”

  1. Pemerintah Desa semestinya mampu menjadi pihak yang paling dekat untuk memberikan solusi terhadap keberadaan anak desa, terutama di bidang pendidikan dan layanan kesehatan. Jangan sampai karena mereka terlalu dikungkung di rumah sehingga tidak bisa mendapatkan layanan pendidikan yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *