Kemajuan Pendidikan TPQ Tergantung Kemampuan Guru Meningkatkan Potensi Diri

 

Kemajuan pendidikan tergantung pada orang-orang yang terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan tersebut, tak terkecuali untuk lembaga pendidikan Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ). Guru TPQ berperan besar dalam kesuksesan sebuah proses pendidikan Islam. Guru TPQ harus terus belajar dan meningkatkan potensi dirinya. Sebagai sebuah pendidikan non formal, TPQ banyak berperan dalam mendidik generasi muda Islam untuk bisa membaca dan menulis Al-quran. Pada tahap berikutnya, pendidikan TPQ berlanjut ke Madrasah Diniyah (Madin) yang berperan dalam mendidik remaja muslim supaya religius, sadar keberadaan Allah SWT, dan memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan di sekitarnya.

Satu hal utama yang perlu diperhatikan dalam proses kelangsungan pendidikan Islam di TPQ adalah kualitas dan potensi diri guru TPQ. Seorang pengajar Al-Quran hendaknya telah mengikuti dan lulus pendidikan standarisasi guru Al-quran. Saat ini telah banyak berdiri lembaga bimbingan membaca alquran (BMQ) di Indonesia. Sejumlah lembaga pendidikan guru TPQ itu antara lain menggunakan nama Tilawati, Qurany, Qiroati, At-Tartil, Iqro, Ummi, Yanbua, dan lain-lain. Selain nama-nama itu masih ada beberapa BMQ yang berkembang di lingkup kota/kabupaten kecil. Setiap BMQ mengadakan pendidikan Guru Quran secara intensif di berbagai desa dan kecamatan. Proses belajar inilah kunci utama kematangan bacaan Quran seorang ustadz dan ustadzah.

Tidak ada satupun metode pengajaran Al-quran yang terbukti berhasil untuk semua santri di Indonesia. Setiap metode pengajaran Al-quran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap guru TPQ hendaknya bisa memadukan nilai plus berbagai metode pendidikan al-qur’an itu secara tepat. Setiap guru TPA disarankan untuk selalu berkreasi dalam mencari cara yang tepat dalam pengajaran pendidikan baca tulis alquran kepada santri yang diajarnya. Inilah kunci dari kesuksesan profesi guru pendidikan Al-Qur’an TPQ. Sekalipun ia merupakan lulusan sebuah pondok pesantren terkenal namun jika ia tidak memiliki metode pengajaran Al-Quran yang tepat maka ia tidak akan berhasil menyampaikan ilmunya kepada para santri.

Setiap lembaga TPQ memiliki kondisi lingkungan santri dan latar belakang sosial wali santri yang berbeda-beda. Setiap guru TPQ hendaknya memiliki kesadaran dan pemahaman bahwa ciri khusus pada lingkungan tempat tinggal santri sangat mempengaruhi kesuksesan pendidikan agama Islam di TPA. Guru TPQ tidak boleh berjuang sendirian saat mendidik anak. Guru TPQ hendaknya melibatkan orang tua santri dalam mendidik anak-anak mereka di rumah. Kerjasama antara guru TPQ dan orang tua santri serta wali santri berperan penting dalam menciptakan generasi muda Islami. Guru TPQ perlu mengundang kehadiran wali santri dalam acara doa bersama dan musyawarah orang tua santri. Komunikasi intensif antara guru TPQ dan orang tua santri dapat mendukung terciptanya sinergi yang efektif diantara keduanya.

Usaha yang dapat dilakukan oleh seorang guru TPQ dalam meningkatkan potensi dirinya adalah mengikuti kegiatan pembelajaran intensif standarisasi pendidik Al-quran. Selain itu setiap guru TPA juga harus selalu meningkatkan wawasannya terhadap perkembangan kehidupan sosial terkini yang ada di masyarakat. Seorang guru TPQ tidak boleh menutup diri terhadap trend terbaru kehidupan anak-anak dan remaja masa kini. Permasalahan anak-anak jaman sekarang semakin kompleks sehingga menuntut kesiapan guru TPQ dalam mendidik anak-anak sesuai dengan kebutuhan zaman. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para guru Quran dalam menciptakan generasi Islam yang memiliki kecerdasan akal, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional.

Bagikan artikel ini melalui:

10 Replies to “Kemajuan Pendidikan TPQ Tergantung Kemampuan Guru Meningkatkan Potensi Diri”

  1. Tulisan yang sangat inspiratif Untuk Kita Renungkan bersama.
    semoga setiap guru membaca tulisan ini dan memperbaiki dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *