Talqin, Ittiba’ dan Urdloh dalam Pengajaran Membaca Al-Quran Metode At-Tartil

Kebersamaan Ustadz dan para santri di TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang
Kebersamaan Ustadz dan para santri di TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang

Apa kabar kawan blogger Jombang? Taste Jombang Taste hadir ke hadapan Anda untuk membahas cara mengajarkan baca tulis Al-Quran kepada anak-anak. Salah satu buku yang digunakan dalam pendidikan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) adalah buku At-Tartil. Buku At-Tartil menggunakan model at-tartil dengan sistim pengelolaan kelas klasikal penuh. Mengapa klasikal penuh digunakan dalam mengajar santri di TPQ? Apa saja keunggulan klasikal penuh dalam pengajaran membaca Al-Quran?

Metode pengelolaan kelas klasikal penuh lebih efektif diterapkan dalam belajar membaca Al-Quran karena terdapat metode talqin, ittiba’ dan urdloh. Talqin disini berarti guru memberi contoh bacaan kepada murid. Ittiba’ artinya murid menirukan bacaan guru. Sedangkan urdloh artinya latihan membaca berulang-ulang. Urdloh terbagi menjadi dua, yaitu urdloh klasikal bersama-sama satu kelas dan urdloh individu satu per satu santri diminta membaca. Dengan metode Talqin, Ittiba’ dan Urdloh ini, pencapaian target kurikulum baik kualitas maupun kuantitas dapat terukur.

Kegiatan pembelajaran metode At-Tartil diawali dengan contoh bacaannya guru kemudian santri mengikutinya. Kemudian diadakan pengulangan-pengulangan yang waktu dan cara penerapannya disesuaikan dengan kondisi santri dalam ruangan, dengan jumlah tertentu dan berbasis pada kemampuan santri dalam satu kelas. Semakin banyak santri yang mengikuti kegiatan belajar membaca Al-Quran di dalam kelas, makin banyak pengulangan yang bisa dilakukan ustadz dan ustadzah.

Manfaat dalam pembelajaran dengan metode At-Tartil adalah KBM menjadi efektif, mudah dan menyenangkan. Selain itu, seorang guru bisa mengajar 15 sampai dengan 20 anak dalam satu kelas. Manfaat lain metode talqin, ittiba’ dan urdloh adalah santri bisa naik jilid dengan kualitas standart bersama-sama satu periode pembelajaran yang berkisar antara 2 sampai 3 bulan. Metode At-Tartil ini memungkinkan adanya pengulangan materi sebelumnya. Pada akhirnya, santri dapat belajar dengan tertib di kelas.

Buku At-Tartil disusun oleh Ustadz Imam Syafi’i, Ustadz Fachrudin Sholih dan Ustadz Masykur Idris. Buku At-Tartil tidak dijual secara umum. Buku tersebut diedarkan di kalangan terbatas, yaitu para ustadz dan ustadzah peserta Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ) At-Tartil. PGPQ At-Tartil terbagi menjadi beberapa program, yaitu Program Intensif 10 Bulan, Program Kilat 2 Hari, dan Program Khusus 1 Bulan di Bulan Ramadhan. Anda dapat bergabung dalam program-program tersebut melalui koordinasi kantor cabang BMQ At-Tartil terdekat.

Demikian ulasan singkat The Jombang Taste mengenai metode talqin, ittiba’ dan urdloh dalam pengajaran membaca Al-Quran dengan buku At-Tartil. Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya mengajar di TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda. Selamat mengajar!

5 Replies to “Talqin, Ittiba’ dan Urdloh dalam Pengajaran Membaca Al-Quran Metode At-Tartil”

  1. Tulisan yang bagus untuk para pendidik santri. Semoga bisa dijalankan oleh guru Quran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *