Temu Guru Al-Quran (Teguran) BMQ At-Tartil di Masjid Baiturrahman Mojojejer, Mojowarno, Jombang

Artikel Ushul Fiqh - Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil
Kitab suci Al-Quran

Ratusan pengajar Al-Qur’an se-Kabupaten Jombang menghadiri acara Temu Guru Al-Quran (Teguran) di Masjid Baiturrahman Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Para peserta kegiatan adalah ustadz-ustadzah pengguna buku At-Tartil. Mereka bersilaturahim secara rutin melalui kegiatan Teguran BMQ At-Tartil yang dilaksanakan tadi sore.

Acara Teguran dimulai Ahad siang (17/03/2019) pukul 13.20 dengan pembacaan Al-Quran Juz 30. Lantunan ayat-ayat Al-Quran memenuhi ruang pendengaran selama satu jam kemudian. Kemudian acara dilanjutkan dengan mujahadah asmaul husna. Para peserta kegiatan tampak berdoa dengan khusyu’ dan tertib selama setengah jam.

Ketua BMQ At-Tartil Ustadz H. Imam Syafi’i menjadi pembicara utama pada acara Teguran hari ini. Beliau menyapa hadirin pada pukul 15.50 WIB dengan gaya bicaranya yang khas dan bersemangat. Para hadirin menyimak tausiyah beliau dengan khidmat.

View this post on Instagram

#teguran #bmqattartil #attartil #mojowarno #jombang

A post shared by Jombang Cetar (@jombangcetar) on

Tausiyah Ustadz Syafi’i

Ustadz Syafi’i menyatakan betapa bahagianya para pemimpin daerah saat memandang guru TPQ dan berkumpul di dalam satu majelis. Beliau juga berujar bahwa menggapai kesenangan hidup dapat dilakukan dengan 4 cara:
1. Menambah ilmu
2. Menjaga kesehatan badan
3. Kreatif dan inovatif
4. Bekerja sungguh-sungguh

Rasa senang saja tidak cukup. Kita perlu ketenangan hidup agar perjalanan kehidupan dapat lebih bermakna. Cara mendapat ketenangan hidup ada dua, yaitu:
1. Memperbanyak dzikir
2. Membaca Al-Quran

Ustadz Syafi’i lantas mengutip pernyataan Profesor Al Ghazali yang menyatakan bahwa jasad manusia terdiri dari berbagai unsur kimia. Unsur tersebut antara lain lemak, karbon, fosfor, magnesium, zat besi, dan air.

Zat-zat kimia tersebut jika diubah menjadi barang-barang kebutuhan sehari-hari ternyata sangat murah harganya. Lemak di dalam tubuh manusia dapat diubah menjadi 7 batang sabun. Karbon dapat dibuat menjadi 7 buah pensil. Fosfor dapat dijadikan 100 batang korek api. Magnesium dalam tubuh manusia dapat dibuat menjadi 1 obat sakit perut.

Selanjutnya, zat besi dalam tubuh manusia bisa untuk membuat 1 buah pasak. Zat kapur dalam jasad manusia cukup untuk mengapur 1 meter persegi tembok. Kemudian kandungan air dalam tubuh manusia jumlah cukup banyak, yaitu 10 galon air. Semua itu harganya murah namun tidak ternilai.

Pengurus At-Tartil Baru

“Apa yang bisa membuat manusia lebih bernilai?” tanya Ustadz Syafi’i. Hadirin terdiam sesaat.

“Bukan fisik. Tapi spiritualnya,” Ustadz Syafi’i menjawab sendiri pertanyaannya.

Pimpinan BMQ At-Tartil ini lantas berujar bahwa nilai spiritual membuat kita lebih bernilai di mata Allah dibanding makhluk Allah lain.

Manusia dan malaikat sama-sama memiliki akal namun keduanya berbeda. Akal malaikat adalah akal normatif yang berwujud kepatuhan atas segala perintah Allah. Akal manusia adalah akal kreatif. Ia bisa berbuat maupun tidak berbuat. Ia bisa memilih sekehendaknya. Bahkan bisa memanipulasi konsep.

Dalam kesempatan ini, Ketua BMQ At-Tartil ini mengumumkan pengangkatan Ustadz Muhammad Irmawan sebagai pengurus BMQ At-Tartil Pusat. Selanjutnya, terdapat penyesuaian terhadap koordinasi dua wilayah kerja BMQ At-Tartil.

Ustadz Muhammad Solihul Hadi mendapat tugas sebagai pejabat sementara ketua BMQ At-Tartil Cabang Jombang Kecamatan Mojowarno. Sedangkan Ustadzah Mukarromah mendapat tugas sebagai pejabat sementara ketua BMQ At-Tartil Kantor Cabang Jombang Kecamatan Ngoro. Pejabat sementara itu akan bekerja untuk masa jabatan 2019-2020.

BMQ At-Tartil menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim di Jombang. Tepat pukul 16.29 WIB acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim. Telah dilaksanakan pembagian tanda kasih untuk anak-anak yatim di Mojowarno, Ngoro, Gudo, Plandaan, Kesamben, dan beberapa kecamatan lain di Kabupaten Jombang.

Acara Teguran BMQ At-Tartil berakhir menjelang pukul lima sore. Para peserta kegiatan membubarkan diri secara tertib. Setiap kegiatan temu guru Al-Quran pasti memberikan kesan yang berharga. Semoga silaturahmi ini bisa menambah semangat para guru Quran dalam mengajar di TPQ.

Bagikan tulisan ini:

8 Replies to “Temu Guru Al-Quran (Teguran) BMQ At-Tartil di Masjid Baiturrahman Mojojejer, Mojowarno, Jombang”

  1. sungguh suatu kebahagiaan tersendiri bisa berkumpul dengan ahlul quran. semoga satu hari nanti saya bisa gabung disana.

  2. Salam hormat kagem sedaya pembina At-Tartil. terima kasih telah berbagi informasi mengaji Quran. Saya betah sekali membaca tulisan-tulisan disini, saya merasa bertambah wawasan semoga selalu di beri kesehatan dan sukses selalu di dunia dan akhirat.

  3. Alhamdulillah kita masih bisa dipertemukan oleh Allah dalam suasana silaturahim antar guru TPQ.
    semoga silaturahim ini tetap terjaga sampai hari kiamat.

Tinggalkan Balasan ke Laila Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *