Mau Ikutan Lomba Menulis? Baca Dulu Yang Ini

Akhir-akhir ini makin marak diadakan lomba penulisan. Baik yang berlangsung di media online, media cetak, maupun instansi Pemerintah. Saya sendiri tergoda untuk ikut serta dalam ajang tersebut. Tapi  lomba penulisan kan banyak jumlahnya. Yang ini bagus, yang itu oke. Apa mesti ikutan semua? Nggak mungkin dong. Saya sadar diri nggak akan mampu menjalankan semuanya dan segera fokus pada beberapa hal saja. Bagaimana cara memilihnya. Berikut ini beberapa tips yang saya dapat dari milis Forum Lingkar Pena.

1. Pilih hadiah yang berupa uang.

Saya nggak percaya kalau penulis hanya mencari popularitas saja. Memang nama itu penting dan mampu mendongkrak kredibilitas. Tapi uang juga penting dalam hal riset, biaya cetak, distribusi dan promosi. Kecuali jika penulis tersebut terlahir sebagai anak ‘terlanjur kaya’ mungkin lain ceritanya.

2. Pilih topik dengan bahan referensi yang mudah didapatkan.

Menulis topik seputar reaksi fusi energi nuklir tentu tidak mudah. Dibutuhkan riset yang njlimet dan membutuhkan waktu lama. Lebih asyik kalau menulis topik yang diangkat dari aktifitas sehari-hari. Dijamin lebih banyak bahan dan nggak akan kehabisan ide.

3. Cari deadline yang tidak mepet.

Sebagian penulis mampu bekerja produktif jika dikejar-kejar deadline atau batas waktu. Namun hal ini tidak saya sarankan untuk Anda lakukan. Nggak enak kan kayak dikejar-kejar Tramtib! Sudah pasti dobel capek dan dobel stress. Oleh karena itu pilihlah yang waktunya sesuai dengan jadwal hidup Anda.

4. Pilih perlombaan yang bergengsi.

Tanpa bermaksud merendahkan keberadaan lomba yang berkategori ‘ecek-ecek’, Anda harus punya target tinggi untuk hasil yang lebih tinggi. Secara perlahan Anda harus meningkatkan grade kompetisi yang diikuti. Ibaratnya, masak Anda mau terus-terusan bersaing dengan anak TK?

5. Jangan terpaku dengan perlombaan yang sering diikuti.

Sudah pernah ikutan kontes menulis di blog? Saatnya melebarkan sayap ke bidang lain yang sejenis. Misalnya, menulis di media massa, proyek antologi dan lain-lain. Kalau Anda membiasakan menjalani hal yang itu-itu saja, nanti hasilnya juga itu-itu saja.

6. Lihat dulu siapa jurinya.

Meski bukan ukuran pasti, juri adalah gambaran kualitas lomba. Contohnya, acara lomba nyanyi karaoke antar kampung jelas beda kelas dengan kontes Indonesian Idol. Bedanya dimana? Salah satunya dari nama-nama dewan juri yang menilai.

7. Siapkan waktu.

Dan akhirnya… Anda dituntut mampu mengatur disiplin waktu. Aktifitas keseharian itu banyak, tapi bukan berarti nggak ada waktu luang. Apakah benar nggak punya waktu satu jam saja dalam sehari? Presiden saja bisa ngurus jutaan orang kok. Hehehe.

Sebagai bocoran, saat ini saya dan mas Fadly Muin sedang mempersiapkan diri dalam lomba menulis proyek antologi Sekolah Menulis Online. Doakan lancar dan menang ya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kawan-kawan yang sedang mengikuti lomba menulis.

Referensi: Bujang Kumbang – Forum Lingkar Pena

One Reply to “Mau Ikutan Lomba Menulis? Baca Dulu Yang Ini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *