Mengapa Pembaca Harus Percaya Tulisan Anda?

Ada kejadian unik nih. Sebenarnya sudah lama terjadi, tapi baru sempat menuliskan sekarang. Ada salah satu komentator blog ini yang meragukan kebenaran isi tulisan saya yang berjudul Menentukan Roles And Capabilities Untuk Mencegah Penyalahgunaan Wewenang Co-writer.

Saya cuma senyum saja menanggapinya. Lha referensi saya langsung dari WordPress kok masih diragukan. Lucu nih orang. Tapi saya pikir nggak apalah orang meragukan kemampuan saya. Saya memang masih baru di dunia blogging. Jadi wajar kalau saya diremehkan. Titik.

Membuat pembaca percaya isi tulisan kita memang bukan perkara mudah. Seperti pernah saya tuliskan di blog Arief Maulana, setidaknya ada 3 hal yang mendukung Anda dianggap layak menulis.

Apa saja itu? Ini dia…

1. Referensi dari blogger lain.

Ibaratnya nih, jika Luna Maya pakai sabun Luks bisa jadi cantik dan diidolakan banyak lelaki, maka bisa dipastikan banyak wanita yang terobsesi cantik ikut memborong produk ini (kecuali kalau mulai bulan depan Luna sudah ganti merk sabun, maka lain lagi ceritanya). Padahal menurut saya merk sabun tersebut nggak jauh beda dengan yang lain. Tapi karena yang mempromosikan adalah artis ngetob maka efeknya menjadi dahsyat.

Dalam dunia blogging, sering kita dapati ‘colekan maut’ yang bernama backlink. Kalau yang memberi backlink adalah blogger yang menjadi top interest suatu komunitas, maka kemungkinan besar akan berimbas pada kepercayaan yang dimiliki.

Waktu masih ngeblog di blogspot, blog saya juga pernah dicolek Oom JS. Waduh, habis itu langsung nggak bisa tidur 3 hari 3 malam karena kegirangan. Hahaha.

2. Semangat berbagi, bukan ajang unjuk gigi.

Salah satu tujuan blogwalking adalah untuk mendapat ilmu yang bermanfaat. Yang tidak bermanfaat akan ditinggalkan. Ini adalah hal yang manusiawi sekali. Semakin sering anda menawarkan manfaat, semakin Anda dipercaya oleh pengunjung.

Tidak ada untungnya melakukan show off (baca: pamer) di hadapan pembaca. Yang ada, bisa-bisa Anda dicap sebagai blogger banyak tingkah. Termasuk dalam hal menanggapi komentar. Berbeda pendapat itu hal yang wajar. Tapi keberhasilan seorang penulis bukanlah kepada berapa banyak pembaca yang akhirnya ‘tunduk dan mengakui’ pemikiran Anda. Tetapi lebih kepada memberi input yang berguna dalam memperluas wacana pemikiran pembaca ke depannya.

3. Kedekatan dengan pembaca.

Peribahasa Jawa mengatakan: witing trisno jalaran soko kulino. Dari pergaulan sehari-hari akan terbentuk kedekatan emosional. Lalu ada lagi pepatah tak kenal maka tak sayang. Kalau baru kenal sekali, mustahil kita langsung percaya terhadap semua perkataan.

Hal-hal yang mendekatkan antara pembaca dan penulis juga bermacam-macam. Bisa karena kesamaan topik blog, asal daerah, hobby, interest dan lain-lain. Kesamaan cara berfikir bisa menimbulkan motivasi tersendiri untuk lebih dalam menggali ilmu dan mempercayai pemikiran penulis.

Ada juga yang sedikit ekstrim nih. Ada blogger yang jadi akrab karena sering berantem, saling lempar batabig. Hahaha. Untuk blogger jenis ini, yang dicari bukanlah ilmu baru, tapi bagaimana mengasah inner power yang mampu membangkitkan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Saya sendiri jadi lebih akrab dengan mas Imam, mas Arief, mas Andre, mas Maksum, mas Udin dan beberapa nama lainnya karena jasa situs jejaring sosial. Dari acara becanda ringan maka terbentuk kepercayaan antar blogger. Tapi nggak tahu nih, setelah kenal saya lewat Twitter, apa nama-nama yang saya sebut di atas jadi percaya isi tulisan ini? Hahaha. Coba kita tanya langsung kepada para pelakunya.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

4 thoughts on “Mengapa Pembaca Harus Percaya Tulisan Anda?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *