Menulis Juga Butuh Evaluasi

Apa kabar rekan-rekan semua? Artikel berikut ini adalah re-post tulisan saya di jaman blogspot. Tentu ada penyesuaian berdasarkan waktu dan topik pembahasan.

Saya mengawali posting kali ini dengan pertanyaan sederhana: apakah blog yang anda kelola sudah mempunyai berkembang lebih baik? Baik dari kualitas content, jumlah pengunjung, jumlah komentator tetap maupun peringkat blog di beberapa sitemeter.

Jika jawabnya sudah, saya ucapkan selamat! Berarti rekan-rekan sudah berada satu langkah di depan. Jika belum, saya juga mengucapkan selamat!

Lho kok….? Tenang, Anda tidak sendirian. Diluar sana masih banyak blogger yang senasib dengan anda.

Meskipun begitu, saya tetap mengharapkan rekan-rekan tetap bersemangat menulis. Karena saya yakini, syarat untuk mengolah kegagalan menjadi keberhasilan hanya dengan cara membuang sikap mental pasrah.

Semangat pantang menyerah ini yang membedakan anda dengan blogger lainnya. Selain itu, perlu juga mengevaluasi hal-hal yang telah terjadi. Antara lain:

1. Menyadari kegagalan yang terjadi.

Ini nih yang pertama harus dilakukan. Bagaimana mau ambil tindakan kalau diri kita belum ‘sadar’. Ibaratnya, orang yang masih tidur dengan lelap tak kan bisa disuruh berlari keliling lapangan. Kecuali lagi nglindur tentunya.

2. Mengetahui apa yang bisa kita pelajari dari kegagalan.

Kegagalan dan kesuksesan ibarat sekeping mata uang logam. Setiap kegagalan selalu membawa pembelajaran penting untuk keberhasilan berikutnya.

3. Mengetahui apa yang bisa kita lakukan dengan cara yang berbeda atau hal yang berbeda.

Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Kegagalan mengajarkan kita cara-cara menggapai keberhasilan berikutnya. Bisa dengan menyempurnakan teknik lama, menggabungkan beberapa metode atau bahkan menciptakan cara baru.

4. Menciptakan topik baru lagi.

Ini adalah cara terakhir yang dapat kita lakukan jika ketiga hal diatas sudah menthok. Bisa jadi potensi menulis Anda bukan pada topik yang saat ini sedang digeluti.

Tentu kita pernah menjumpai blog dengan topik unik dan content menarik, plus gaya penyampaian yang asyik, namun sepi pengunjung. Atau sebaliknya, blog dengan tulisan biasa-biasa saja alias standard banget, namun mampu melejit bak meteor di tengah malam.

Kalau kita mau meluangkan sedikit waktu untuk mencari solusi, bisa jadi ada beberapa hal yang patut kita analisa. Misalnya: kemampuan mempromosikan blog, kemauan untuk terus belajar dan membuka pikiran terhadap perkembangan blogging, kemampuan menempatkan diri dalam pergaulan internet dan banyak hal lainnya.

Atau… Seperti yang pernah saya alami, bisa jadi Anda salah memilih topik blog. Pada awal-awal ngeblog, biasanya kita memang bingung menentukan potensi bidang apa yang kita miliki. Tapi percaya deh, ngeblog sambil mengalir terbukti bisa membangkitkan potensi terpendam seseorang.

Karena pada akhirnya, setiap ide dan kalimat yang ditulis seseorang akan menunjukkan dimana bidang terbaiknya. Dan dia tidak akan terbawa pada topik yang sedang menjadi trend di dunia blogging.

Kesimpulannya, jangan takut gagal menulis. Apapun kondisi blog anda hari ini, selalu ada kesempatan untuk bangkit dan menjadi trend setter bagi dunia blogging di Indonesia.

Tetap semangat menulis!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

108 thoughts on “Menulis Juga Butuh Evaluasi”

          1. @mh, Gampang-gampang susah sih mas buat artikel bagus. Kadang saya susah prediksi mana artikel yg bakal jadi hits mana yang bakal terkubur artikel lain.

            Inilah seninya menulis. Kita selalu tertantang mencari solusi terbaik untuk menjawab permintaan pengunjung yang makin aneh-aneh saja.

        1. @mh, satpam blog ini galak mas, saya sulit komen kalau keburu-buru, apalagi online di warnet dgn waktu terbatas

        1. @dodypku, kita kembalikan ke tujuan awal ngeblog. Kalau sejak awal berniat blogging buat cari duit, terus langkah apa yang telah dilakukan agar uang berjalan masuk ke rekening kita.

          Kalau tujuan ngeblog untuk sharing, apakah tulisan yang telah dipublikasikan sudah tepat sasaran dan membawa manfaat bagi pengunjung blog.

          Itu penjelasan singkatnya.

    1. @yons, sayangnya tidak semua blogger bermental menjadi trend setter. Umumnya lebih suka jadi follower dari arus yang ada.

  1. Hampir sama dengan yang saya tulis tadi pagi mas.. Inconsistency Blogging bisa mengancam jika hanya ikut-ikutan tren.. Tapi tulisan mas Agus lebih spesifik dan lebih nendang.. hehe.. :cendol

  2. waduh… tanggal 6 nih artikel barunya? hehe… berarti senin mpe rabu depan bakal ada artikel baru seputar kompetisi ya pak?

    bener juga sih, saya masih merasa gagal, karena belum banyak berubah, dari kebiasaan lama yang menyesatkan, :hammer ke kebiasaan baru yang mensukseskan… hmm… :cendol

    1. @hanif IM, langkah pertama yang perlu mas Hanif lakukan adalah mempertahankan gagasan tulisan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan komentator.

      Itu dulu pesan saya.

  3. evaluasi emg perlu mas supaya bisa tahu sampai diana kualitas tulisan kita,, nah jika dirasa sudah mantap, untuk level evaluasi berikutnya kita bisa ikutan kontes nulis atau jadi guest writter di blog org lain … :cendol

    1. @evan, asal jangan pernah berpuas diri pada level sekarang. Pikiran yang mandek adalah salah satu cara mudah menggali kuburan bagi karir blog.

      Tetap semangka 65'

      :iloveindonesia

  4. fokus di poin 4 mas. saya suka poin itu. apalagi kalau benar2 di realisasikan. sebab, ada juga blog2 yang saya lihat temanya monoton dan sayang kalau di biarkan.. kecuali dia berniat untuk stop.

    1. @fadly muin, salah satu karakter orang Indonesia (termasuk blogger) adalah latah terhadap trend. Yang bisa selamat dari seleksi alam biasanya mereka yang berani keluar pakem dengan tetap memberi manfaat pada orang lain.

      Termasuk saat saya diberi label 'tukang bikin sensasi' oleh beberapa teman blogger. Saya justru bangga dengan karakter yang ada pada diri saya saat ini. Biarin mereka ngomong apa, yang penting dah bisa nampang di blog FM.com. Hahaha….

  5. meramalkan masa depan dengan kemampuan yang ada serta mempelajari dari kegagalan yang mendera…… :hammer

    1. @ghe, ucapan mas Eko ada benarnya. Seorang blogger harus pintar meramal keadaan masa depan dengan melihat gejala-gejala yang telah tampak di mata.

  6. Setuju banget mas agus… evaluasi selalu dibutuhkan untuk bisa maju apalagi menulis… bunda aja masih mencoba untuk belajar menulis lewat blog dengan mengedepankan tema kehidupan di mata seorang bunda… tapi kok tetap sulit ya

    1. @Bunda Dhilla, Blog Bunda bagus lho. Unik dan khas citarasa seorang Ibu. Kalau selama ini masih merasa sulit menulis, saya sarankan lebih fokus pada tujuan awal Bunda ngeblog.

      Apa mau sekedar sharing dengan kawan-kawan lainnya. Atau justru ada niat menambahkan faktor uang pada kegiatan blog.

      Cara menggali ide pun nggak perlu yang susah-susah. Saya sendiri lebih suka menampilkan pengalaman pribadi ke dalam tulisan. Nggak harus 100 persen asli. Cukup dibumbui sedikit sense of humor bisa jadi artikel menarik.

      Selamat mencoba!

  7. woow poin 1 yang mantap tuh.. kita harus menyadari kesalahan kita dan mengubahnya menjadi kebaikan :cendol

  8. Tips-tips yang menarik mas agus, senang saya membacanya..Terutama tips nomor 4, bisa di pikirkan tuh 🙂

    1. @Ricky, benar mas, kadang kita sedikit gengsi terhadap teman blogger lain kalau ketahuan gagal memilih topik terbaik. Tapi bagi saya pribadi, mending malu sekarang daripada tersesat selamanya.

  9. "Tapi percaya deh, ngeblog sambil mengalir terbukti bisa membangkitkan potensi terpendam seseorang." saya suka kalimat yang ini mas agus, saya skrg lagi mencobanya, biarkan tulisan saya mengalir apa adanya hingga suatu saat bisa menemukan potensi yang terpendam.

  10. Bener Mas…

    Jangankan menulis yg memang perlu ilmu.

    Lha wong yang kita lakukan keseharian aja perlu di evaluasi kok.

    Meskipun cara mengevaluasinya beda2.

    Entah dari segi kuantitas, entah kualitas.

  11. Dari awal ngeblog, tema kesukaan saya adalah seputar dunia entertainment. Lalu berkembang ke seputar blogging. Akhirnya saya bisa punya 2 blog bertopik khusus, yang memang benar-benar saya sukai temanya (dan juga cukup saya kuasai).

    Satu blog saya khususkan berisi tentang dunia hiburan (di blogspot). satu lagi tentang blogging (di kafegue). Alhamdulillah sampe sekarang saya belum jenuh dengan 2 tema itu. Soalnya cakupannya luas banget sih.

    Soal evaluasi, penting untuk menganalisa perkembangan trafik harian, pageview harian, sumber kunjungan, pageview per visit, everage time per visit, persentase bounce rate, maupun keyword-keyword yang nyantol dari google.

    Oleh sebab itu, memasang tracker cukup penting guna memantau perkembangan blog kita dari waktu ke waktu. Soal kualitas tulisan, kita bisa nilai dari pageview per visit yang terjadi.

    Itu aja dari saya mas :cendol

  12. yo.yo.yo. sudah banyak yang datang rupanya..

    semua hal perlu evaluasi, termasuk menulis, tentu dengan maksud menjadi lebih baik di masa yang akan datang 🙂

  13. Itu juga terjadi pada saya, selama beberapa bulan ngeblog saya belum tahu topik apa yang saya pilih, sampai-sampai saya membuat beberapa blog untuk melampiaskan kegemasan saya tentang ide-ide yang selalu muncul dan tidak terarah, yah… saya biarkan saja bak air mengalir, yang penting saya puas. Dan mudah-mudahan teman-teman yang membaca tulisan saya tidak tambah jadi bingung

    1. @suarakelana, bisa mas, malah harus. Membuat rencana kerja (PLAN), dilaksanakan (DO), mencermati plus minusnya (CHECK) dan menanggapi ke dalam tindakan (ACTION).

      Kalau hal tersebut dilaksanakan secara kontinyu, bukan mustahil bisa sama hebatnya dengan system manajemen sebuah perusahaan terkemuka.

  14. Kalo aku menulis Sebatas Pengetahuanku | Apa yang kulihat, kudengar dan kurasakan!! heheh ini tittle blogku

  15. GAgal pada saat menulis bukan menjadi masalah.Lantas yang bermasalah adalah kita tidak mengevaluasi apa yang kita tulis itu sendiri.

    1. @T. Wahyudi, benar, karena bagi yang bermental pemenang, kekalahan di awal bukanlah akhir segalanya. Masih ada banyak kesempatan dan peluang untuk menang.

  16. Halo Mas Agus, salam kenal. Iseng berkunjung kemari ya…

    Ya, mari kita giatkan menulis, jangan patah semangat meskipun suatu hari (mungkin,barangkali) mas Agus ini sebagai sumber inspirasi Anda, blog walking singgah dan mengatakan tulisan Anda sama seperti tulisan keponakannya yang kelas 2 SD. Itu artinya bahwa manusia Indonesia yang semakin maju atau beliau yang melakukan fitnah tanpa data dan fakta yang jelas. Intinya sih tetap semangat aja. No heart feeling, kritik jadikan motivasi.

    Sulit memang apabila tidak terbiasa menulis 🙂

    Salam Konten Lokal

    1. @Kuliner Indonesia, ada yang salah paham nih, yang saya kritik adalah kalimat update status di Twitter, BUKAN artikel blog Anda. Blog Anda cukup informatif dengan keunggulan tampilan fresh.

      1. @Agus Siswoyo, Bukan salah paham, itu contoh oom 🙂
        Ingin “lebih serius” dengan tambahan beberapa content-writer secara bertahap, menurut saya microblogging menjadi “lahan cangkulan” awal sebelum blogging yang pastinya tujuan utama pastinya adalah menarik perhatian. Tidak bisa dipungkiri, target audiens remaja yang sangat besar, tentu kita pun harus melibatkan orang yang sesuai biar lebih mengena. Baik dari sisi mental maupun bahasa. Kalau dari sisi bisnis, kita bicara revenue tentu dia tidak akan mau tahu sebenarnya. Komentar adalah parameter yang jauh lebih jelas sebenarnya dibandingkan analisa google analytic sebenarnya. betul? 🙂
        Ya, kalau simpel berpikirnya saya sih begini. XL/Halo yang target pasar dulunya para eksekutif tidak harus memaksa orang2 muda menjadi eksmud dulu tapi bagaimana mereka “lebih gaul” dengan produk baru 🙂
        Jangan berubah, always be yourself. Menurut saya lho… 🙂

  17. Blog saya masih baru, mas. Masih lucu-lucunya. hehehe
    Mungkin setelah 3 bulan baru saya evaluasi. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *